UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Takabbur

Prof. Quraisy Shihab mengkarakteristikan orang yang memiliki perilaku sombong atau takabbur, diantaranya : “Merasa diri lebih besar dari kenyataannya; melecehkan orang lain; dan tidak mengakui hak orang lain”.

Dengan begitu, takabbur pada dasarnya penyakit hati, karena berhubungan dengan kondisi psikis atau kejiwaan seseorang yang merasa memiliki kelebihan dari kenyataannya sehingga mendorongnya untuk merendahkan, melecehkan, bahkan berbuat jahat kepada orang lain. Takabbur lahir karena terlalu cinta dirinya dan merasa dirinya tidak ada kekurangan.Takabbur ini merupakan pangkal dosa dari kebohongan pada dirinya dan melakukan kejahatan kepada orang lain.

 Takabur bisa datang pada setiap orang tanpa melihat identitas atau kedudukannya, baik kaya atau miskin; pejabat atau pun rakyat. Orang kaya merasa diri sukses dan membangga-banggakan diri  bahkan melupakan Tuhannya; sebaliknya, orang miskin merasa diri paling gagal dalam hidupnya sambil berkeluh kesah, bahkan tidak segan-segan mengkambinghitamkan Tuhannya sendiri. Ketika  memperoleh keuntungan dan kesuksesan, ia mengatakan :”semua ini merupakan hasil jerih payah dan usaha saya sendiri”.Namun, ketika mengalami kerugian atau kegagalan, ia selalu mengeluh :  ”ya Allah kenapa saya dijadikan begini? Kenapa tidak seperti orang lain?

Untuk itulah, saya teringat pada nasehat Imam Ghazali :”Seorang yang bersih hatinya adalah mereka yang tidak terbuai dan lalai dengan indah dan gemerlapnya dunia. Mereka tidak pernah lupa untuk berdzikir atau mengingat Allah SWT, di mana saja dan kapan saja, dalam situasi dan kondisi bagaimanapun”. Wallahu a’lam. [Adeng Muchtar Ghazali]