UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Tadika Puri Terendam Banjir

[uinsgd.ac.id] Senin (12/12) hujan deras mengguyur Jln. Soekarno Hatta sekitar pukul 14.00 WIB hingga menyebabkan kawasan tersebut banjir. Salah satunya Tadika Puri tempat Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Fakultas Syariah dan Hukum yang melakukan perkuliahan di tempat itu.  Banjir yang merendam parkiran kendaraan di Tadika Puri mencapai ketinggian maksimum ± 30 cm. “Tadika Puri terlihat kotor dan kumuh , terlihat seperti tempat yang tidak  layak ditempati apalagi untuk melakukan aktivitas kuliah,” tutur Deary, mahasiswa jurusan Administrasi Negara semester 1.Selain di Tadika Puri, kawasan disekitarnya seperti Gede Bage terkena banjir pula dan bahkan lebih parah, ketinggiannya mencapai ± 60 cm, sehingga menyebabkan kendaraan yang akan menuju ke arah Cibiru terhambat oleh banjir tersebut. “Banjir ini mengganggu pengendara yang melintas di kawasan ini termasuk saya,”ujar Budi, salah seorang pengendara motor.“Ini tidak hanya mengakibatkan kendala bagi pengguna jalan saja, khususnya mahasiswa yang akan pulang ke kawasan Cibiru. Namun perkuliahan pun ikut terganggu, Seharusnya pihak dari UIN bisa memilih tempat  perkuliahan sementara yang baik dan layak,” tambah Budi yang juga mahasiswa jurusan Administrasi Negara.[] Asep Rohman-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Senin (12/12) hujan deras mengguyur Jln. Soekarno Hatta sekitar pukul 14.00 WIB hingga menyebabkan kawasan tersebut banjir. Salah satunya Tadika Puri tempat Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Fakultas Syariah dan Hukum yang melakukan perkuliahan di tempat itu.  Banjir yang merendam parkiran kendaraan di Tadika Puri mencapai ketinggian maksimum ± 30 cm. “Tadika Puri terlihat kotor dan kumuh , terlihat seperti tempat yang tidak  layak ditempati apalagi untuk melakukan aktivitas kuliah,” tutur Deary, mahasiswa jurusan Administrasi Negara semester 1.Selain di Tadika Puri, kawasan disekitarnya seperti Gede Bage terkena banjir pula dan bahkan lebih parah, ketinggiannya mencapai ± 60 cm, sehingga menyebabkan kendaraan yang akan menuju ke arah Cibiru terhambat oleh banjir tersebut. “Banjir ini mengganggu pengendara yang melintas di kawasan ini termasuk saya,”ujar Budi, salah seorang pengendara motor.“Ini tidak hanya mengakibatkan kendala bagi pengguna jalan saja, khususnya mahasiswa yang akan pulang ke kawasan Cibiru. Namun perkuliahan pun ikut terganggu, Seharusnya pihak dari UIN bisa memilih tempat  perkuliahan sementara yang baik dan layak,” tambah Budi yang juga mahasiswa jurusan Administrasi Negara.[] Asep Rohman-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Senin (12/12) hujan deras mengguyur Jln. Soekarno Hatta sekitar pukul 14.00 WIB hingga menyebabkan kawasan tersebut banjir. Salah satunya Tadika Puri tempat Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Fakultas Syariah dan Hukum yang melakukan perkuliahan di tempat itu.  Banjir yang merendam parkiran kendaraan di Tadika Puri mencapai ketinggian maksimum ± 30 cm. “Tadika Puri terlihat kotor dan kumuh , terlihat seperti tempat yang tidak  layak ditempati apalagi untuk melakukan aktivitas kuliah,” tutur Deary, mahasiswa jurusan Administrasi Negara semester 1.Selain di Tadika Puri, kawasan disekitarnya seperti Gede Bage terkena banjir pula dan bahkan lebih parah, ketinggiannya mencapai ± 60 cm, sehingga menyebabkan kendaraan yang akan menuju ke arah Cibiru terhambat oleh banjir tersebut. “Banjir ini mengganggu pengendara yang melintas di kawasan ini termasuk saya,”ujar Budi, salah seorang pengendara motor.“Ini tidak hanya mengakibatkan kendala bagi pengguna jalan saja, khususnya mahasiswa yang akan pulang ke kawasan Cibiru. Namun perkuliahan pun ikut terganggu, Seharusnya pihak dari UIN bisa memilih tempat  perkuliahan sementara yang baik dan layak,” tambah Budi yang juga mahasiswa jurusan Administrasi Negara.[] Asep Rohman-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Senin (12/12) hujan deras mengguyur Jln. Soekarno Hatta sekitar pukul 14.00 WIB hingga menyebabkan kawasan tersebut banjir. Salah satunya Tadika Puri tempat Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Fakultas Syariah dan Hukum yang melakukan perkuliahan di tempat itu.  Banjir yang merendam parkiran kendaraan di Tadika Puri mencapai ketinggian maksimum ± 30 cm. “Tadika Puri terlihat kotor dan kumuh , terlihat seperti tempat yang tidak  layak ditempati apalagi untuk melakukan aktivitas kuliah,” tutur Deary, mahasiswa jurusan Administrasi Negara semester 1.Selain di Tadika Puri, kawasan disekitarnya seperti Gede Bage terkena banjir pula dan bahkan lebih parah, ketinggiannya mencapai ± 60 cm, sehingga menyebabkan kendaraan yang akan menuju ke arah Cibiru terhambat oleh banjir tersebut. “Banjir ini mengganggu pengendara yang melintas di kawasan ini termasuk saya,”ujar Budi, salah seorang pengendara motor.“Ini tidak hanya mengakibatkan kendala bagi pengguna jalan saja, khususnya mahasiswa yang akan pulang ke kawasan Cibiru. Namun perkuliahan pun ikut terganggu, Seharusnya pihak dari UIN bisa memilih tempat  perkuliahan sementara yang baik dan layak,” tambah Budi yang juga mahasiswa jurusan Administrasi Negara.[] Asep Rohman-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Senin (12/12) hujan deras mengguyur Jln. Soekarno Hatta sekitar pukul 14.00 WIB hingga menyebabkan kawasan tersebut banjir. Salah satunya Tadika Puri tempat Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Fakultas Syariah dan Hukum yang melakukan perkuliahan di tempat itu.  Banjir yang merendam parkiran kendaraan di Tadika Puri mencapai ketinggian maksimum ± 30 cm. “Tadika Puri terlihat kotor dan kumuh , terlihat seperti tempat yang tidak  layak ditempati apalagi untuk melakukan aktivitas kuliah,” tutur Deary, mahasiswa jurusan Administrasi Negara semester 1.Selain di Tadika Puri, kawasan disekitarnya seperti Gede Bage terkena banjir pula dan bahkan lebih parah, ketinggiannya mencapai ± 60 cm, sehingga menyebabkan kendaraan yang akan menuju ke arah Cibiru terhambat oleh banjir tersebut. “Banjir ini mengganggu pengendara yang melintas di kawasan ini termasuk saya,”ujar Budi, salah seorang pengendara motor.“Ini tidak hanya mengakibatkan kendala bagi pengguna jalan saja, khususnya mahasiswa yang akan pulang ke kawasan Cibiru. Namun perkuliahan pun ikut terganggu, Seharusnya pihak dari UIN bisa memilih tempat  perkuliahan sementara yang baik dan layak,” tambah Budi yang juga mahasiswa jurusan Administrasi Negara.[] Asep Rohman-Magang/SUAKA