UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

SPI Gelar Peduli Pohon

[www.uinsgd.ac.id] Dalam memperingati hari pohon sedunia yang jatuh pada tanggal 21 November Departemen Kerjasama, Penelitian, Pengabdian Masyarakat (KP2M) bekerjasama dengan BEM-J Sejarah Peradaban Islam (SPI) menggelar aksi peduli pohon dengan mengusung tema ‘SPI Ngahejo’. Meskipun kegiatan tersebut dibuka pada Sabtu (21/11) hingga hari ini masih terdapat beberapa pohon yang ditanam, dengan tujuan terwujudnya kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan kampus.

“Manfaat dari satu pohon itu menghasilkan 1,2 kg oksigen per hari dan manusia menghabiskan 0,5 oksigen per hari, bahkan satu pohon berukuran sedang jika diletakkan pada tempat yang tepat dapat menghidupkan empat orang per tahun. Dan suhu tiga pohon di sekitar kita sama dengan suhu AC di ruangan. Jadi, satu pohon seribu kebahagiaan!,” tegas Ketua BEM-J SPI, Muchlis Faroqi Furqon saat diwawancarai  Jurnalpos, Selasa (24/11).

Kegiatan penanaman pohon masih berlanjut hingga beberapa minggu ke depan sebagai bentuk evaluasi jangka panjang guna merawat serta menjaga lingkungan kampus supaya tetap menjadi kampus hijau. Meskipun aksi yang dilakukan masih sederhana karena menggunakan dana iuran dari seluruh mahasiswa SPI, namun tujuan daripada aksi tersebut sebagai bentuk kritik sosial terhadap lingkungan kampus yang minim penghijauan.

“Kegiatan ini kedepannya tetap dilakukan hingga dinilai berhasil, menurut saya kegiatan ini sebaiknya tidak hanya dilakukan sehari atau dua hari saja, tapi berkelanjutan. Saya rasa kampus saat ini patut ditanami berbagai pohon untuk penghijauan dan menjadi paru-paru kampus,” ujar mahasiswa SPI tingkat tiga, Endang Rian Hamdani, Selasa (24/11).

Sebanyak 150 pohon mulai ditanam di sekitar gedung perkuliahan Adab dan Humaniora yang statusnya masih dalam pemantauan, hingga batas yang tidak ditentukan. BEM-J SPI akan mengevaluasi setiap minggunya, dan jika dinilai berhasil maka akan ditambahkan 300 pohon dalam cakupan lingkungan yang lebih luas pada bulan berikutnya.

“Semoga gagasan aksi ini, dapat menggerakan birokrat kampus akan kepedulian terhadap ruang terbuka yang belum berfungsi semestinya yang ada di kampus. Karena butuh kesadaran kolektif untuk mendukung penghijauan kampus secara menyeluruh,” tutup Muchlis. [Awallina Ilmiakhanza, Rizkia Sasi/Jurnal Pos]