UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

SOP Mahapeka untuk Diklatsar

[www.uinsgd.ac.id] Meninggalnya dua mahasiswa IAIN Sunan Ampel, Surabaya, yang diduga mengalami kelelahan saat melakukan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar), UKM mahasiswa pecinta alam dapat dijadikan pelajaran berharga bagi civitas akademika UIN SGD Bandung. Aspek keselamatan bagi para mahasiswa yang melakukan orientasi di luar kampus harus menjadi perhatian utama.

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, Ketua Umum UKM Mahapeka UIN SGD Bandung, Fajar Ramadhan, mengungkapkan bahwa dalam Diklatsar yang dilakukan oleh UKM Mahapeka, pihaknya memerhatikan dengan detail aspek keselamatan para peserta. “Sebelum ke lapangan, mereka melewati dua tahap pemeriksaan kesehatan,” ujar Beta, begitu sapaan akrabnya saat ditemui Suaka di kampus, Senin (19/10) petang.

Tahap pertama yaitu pemeriksaan kesehatan secara administrasi berupa surat keterangan kesehatan dari dokter. Tahap berikutnya adalah pemeriksaan kesehatan oleh dokter yang ditunjuk langsung oleh UKM Mahapeka. Pemeriksaan meliputi cek darah, tensi darah, dan pendataan riwayat penyakit yang pernah dialami calon peserta.

“Bagi mahasiswa yang mempunyai penyakit keras satu bulan sebelumnya dilarang ikut,” tegas mahasiswa jurusan Manajemen tersebut.

Selain pemeriksaan kesehatan, UKM Mahapeka juga menyiapkan ambulance yang siap siaga digunakan untuk evakuasi jika terjadi insiden di lapangan.

Mereka juga mempunyai Standard Operating System (SOP) berupa petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Diklatsar. Selain itu, mahasiswa yang hendak ikut Diklatsar harus mendapat persetujuan orangtua/wali.“Bagi mahasiswa yang ngekos contohnya, mereka boleh menggunakan wali. Tapi, orang tua mahasiswa yang bersangkutan akan ditelepon juga,” tutur Beta.

Untuk tahun ini, Diklatsar Mahapeka terbagi ke dalam tiga tahap. Pertama yaitu pra Diklatsar. Tahap ini berupa pemberian materi internal tentang keorganisasian, isu lingkungan, dan isu sosial. Berikutnya adalah pengenalan divisi caving, olahraga arus deras (ORAD), dan panjat tebing. Dalam tahap ini mahasiswa dikenalkan langsung dengan medan asli. Tahap terakhir yaitu Diklatsar. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pada tahun ini UKM Mahapeka bekerjasama dengan mahasiswa pecinta alam Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Mereka merupakan tim medis yang ikut mendampingi peserta saat di lapangan. [Muhamad Faisal A., Isthiqonita/Suaka]