UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Sistem Tata Kelola Kelembagaan UIN SGD Harus Berbasis Ilmu & Penelitian

[www.uinsgd.ac.id] Sekitar 45 peserta mengikuti Workshop Pengembanga Sistem Tata Kelola Kelembagaan UIN SGD Bandung dengan narasumber Cik Hasan Bisri (Mantan Kepala Pusat Penjaminan Mutu yang saat ini telah pensiun) beserta pembicara lainya. Kegiatan ini  diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Komputer (Pusinfokom) di Hotel Puri Khatulistiwa, Selasa (19/11).

Menurut Cik Hasan Bisri dalam pengembangan pengelolaan perguruan dan pendidikan tinggi harus didasarkan pada rencana induk pengembangan, master plan, rencana strategis yang disusun berjangka menengah (lima tahun) dan rencana pengembangan jangka pendek (tahunan). “Seluruh rencana itu disusun secara sisitematis, baik internal maupun horizontal,” paparnya.  

Upaya menempatkan UIN SGD Bandung sebagai salah satu perguruan tinggi yang diperhitungkan secara nasional. Maka pengelolaan ini harus difokuskan pada; Pertama,Pengelolaan keahlian dosen dan mahasiswa. Kedua, Pengelolaan program studi. Ketiga, Pengelolaan kurikulum. Keempat, Pengelolaan sistem informasi keilmuan. “Keempat program ini hanya akan dapat dilaksanakan apabila dirumuskan dalam satu program strategis yang diintegrasikan ke dalam rencana induk pengembangan secara keseluruhan,” tegasnya.

“Apabila yang dirancang dapat dicapai secara maksimal, maka UIN SGD akan menjadi salah satu pusat pengembangan ilmu dan pendidikan tinggi yang berwibawa di tengah-tengah persaingan antar perguruan tinggi. Bukankah mewujudkan madzhab keilmuan merupakan keniscayaan bagi perguruan tinggi yang hendak menjadi pusat keunggulan,” sambungnya.

Tentu pada usia yang kelima puluh (1968-2013) UIN SGD Bandung harus bersiap diri mengelola ilmu, pendidikan dan organisasi perguruan tinggi menuju ke arah yang lebih baik. “Bila tata kelola itu dapat dilaksanakan secara konsisten dan budaya ilmiah telah menjadi virus mental di kalangan sivitas akademika, maka UIN SGD Bandung dapat menyatakan diri sebagai perguruan tinggi yang berbasis ilmu dan penelitian,” pungkasnya. []

 

 

 

[www.uinsgd.ac.id] Sekitar 45 peserta mengikuti Workshop Pengembanga Sistem Tata Kelola Kelembagaan UIN SGD Bandung dengan narasumber; Cik Hasan Bisri (Mantan Kepala Pusat Penjaminan Mutu) yang saat ini sedang pensiun beserta pembicara lainya. Kegiatan ini  diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Komputer (Pusinfokom) di Hotel Puri Khatulistiwa, Selasa (19/11)

Menurut Cik Hasan Bisri dalam pengembangan pengelolaan perguruan dan pendidikan tinggi harus didasarkan pada rencana induk pengembangan, master plan, rencana strategis yang disusun berjangka menengah (lima tahun) dan rencana pengembangan jangka pendek (tahunan). “Seluruh rencana itu disusun secara sisitematis, baik internal maupun horizontal,” paparnya.  

Upaya menempatkan UIN SGD Bandung sebagai salah satu perguruan tinggi yang diperhitungkan secara nasional. Maka pengelolaan ini harus difokuskan pada; Pertama,Pengelolaan keahlian dosen dan mahasiswa. Kedua, Pengelolaan program studi. Ketiga, Pengelolaan kurikulum. Keempat, Pengelolaan sistem informasi keilmuan. “Keempat program ini hanya akan dapat dilaksanakan apabila dirumuskan dalam satu program strategis yang diintegrasikan ke dalam rencana induk pengembangan secara keseluruhan,” tegasnya.

“Apabila yang dirancang dapat dicapai secara maksimal, maka UIN SGD akan menjadi salah satu pusat pengembangan ilmu dan pendidikan tinggi yang berwibawa di tengah-tengah persaingan antara perguruan tinggi. Bukankah mewujudkan madzhab keilmuan merupakan keniscayaan bagi perguruan tinggi yang hendaknya menjadi pusat keunggulan,” sambungnya.

Tentu pada usia yang kelima puluh (1968-2013) UIN SGD Bandung harus bersiap diri mengelola ilmu, pendidikan dan organisasi perguruan tinggi menuju ke arah yang lebih baik. “Bila tata kelola itu dapat dilaksanakan secara konsisten dan budaya ilmiah telah menjadi virus mental di kalangan sivitas akademika, maka UIN SGD Bandung dapat menyatakan diri sebagai perguruan tinggi yang berbasis ilmu dan penelitian,” pungkasnya. []