UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Senat Mahasiswa FSH EcolawFest 2015

[www.uinsgd.ac.id] Mahasiswa kini tengah menghadapi krisis kepemimpinan, kegiatan, dan nilai; padahal mereka harus mampu melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam mengemban tugasnya sebagai agent of change dan agent of social control. Demikian kata Ketua Bidang Pers Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (SM FSH) UIN SGD Bandung, Vivi Noviana, dalam  Economy Law Festival (EcolawFest) 2015, di Aula FSH, Senin (09/11/2015).

Kegiatan yang bertemakan “Bersatu dan Berkarya untuk Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum yang Progresif” ini, diikuti delegasi mahasiswa dari tujuh jurusan yang ada di lingkungan FSH. Jenis kegiatan yang digelar antara lain: Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat II, Pelatihan Akuntansi Syari’ah, Pelatihan Moot Court, dan Lomba Karya Tulis Ilmiah.

Narasumber Kepemimpinan: Dr Ahmad Fathoni, M.Ag,  Dr Ahmad Hasan Ridwan, M.Ag,   dan Dr Deny Kamaludin, M.Ag. Pelatihan Komputer Akuntansi dan Perbankan Syariah dengan narasumber praktisi perbankan syari’ah. Pelatihan moot court dengan narasumber: M Irsan Nasution, SH, MH,  Dr H Ramdani Wahyu Sururi, S.Ag, M.Si, dan  Ryan Ramdani, S.Sy.

“Kami juga menggelar lomba karya tulis bertemakan Fenomenologi Mahasiswa dalam Menghadapi Tantangan Global, dengan sub tema soal hukum, sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Lima karya terbaik akan diekspos di website FSH dan UIN SGD,” jelas Vivi.

Vivi melihat fakta mahasiswa yang tidak mampu menata organisasi secara baik dan benar, kemampuan manajemen organisasi lemah, kurang inisiatif, tidak berfungsinya organisasi, bahkan lupa terhadap fungsi dan perannya. Forum pembinaan dan pengembangan intelektual mahasiswa pun tidak berdaya, yang mengakibatkan intelektualitas dan pengabdian mahasiswa rendah.

Dari lemahnya kepemimpinan, pembinaan, dan pengembangan intelektual, maka mahasiswa pun mengabaikan nilai yang ada di sekitarnya.  SM FSH –melalui  Economy Law Festival– ingin memberikan pemahaman kepada seluruh mahasiswa agar mereka bisa memerankan diri sebagai agent intelectual, agent of movement, agent of change, agent of moral force, dan agent of social control.

“SMF sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa, diharapkan mampu menyalurkan minat, bakat serta meningkatkan dan mengembangkan potensi mahasiswa, sehingga mereka mampu berekspresi dan mengasah kemampuan serta mempertegas idealismenya,” harap Vivi, yang juga menjadi sekretaris pelaksana EcolawFest 2015 ini.* [Nank]