UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Semua Harus Kompak Hadapi APT

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof Dr H Mahmud, M.Si berpesan kepada semua unit di kampusnya agar tetap menjaga kekompakan, sekaligus meningkatkan kinerja dan kerja sama demi tercapainya visi misi yang sudah disepakati bersama.

Pesan itu disampaikan Rektor saat membuka Rapat Kerja (raker) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), di Sabda Alam Kabupaten Garut (1-2/02/2019). Raker dihadiri oleh pimpinan universitas, diikuti oleh pimpinan fakultas, para ketua/sekretaris jurusan, pimpinan lembaga penunjang, para dosen, dan tenaga kependidikan. “Kita baru sama-sama bekerja, belum mampu bekerjasama secara solid,” tukas Prof Mahmud.

Terlebih menghadapi visitasi Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) oleh BANPT dalam waktu dekat, kerjasama antaruinit mutlak diperlukan. “Tidak layak jika UIN Bandung tidak meraih nilai A. Makanya, perlu kerjasama dan kekompakan agar target bisa tercapai. Kami juga berharap, saat ada visitasi kampus harus steril,” katanya.

Target nilai A (370), bukan suatu yang tidak mungkin, karena banyak upaya yang dilakukan dalam membentuk rupa kampus UIN SGD seperti yang bisa dilihat saat ini. Dengan pendekatan pencerahan, pemberdayaan, dan pengembangan di semua unit, UIN SGD semakin kondusif dan kultur akademik semakin meningkat.

Selain itu, ada peningkatan kualitas dan inovasi yang berorientasi pada jaminan mutu, ditandai dengan pengembangan jaringan melalui pola kemitraan dan kerjasama. Modernisasi manajemen pendidikan dan pelayanan administrasi ditata sedemikian rupa, menuju profesionalisasi institusi yang efektif dan efisien. Tidak heran jika UIN Bandung meraih banyak prestasi danpenghargaan.

Diakui, persaingan antar-Perguruan Tinggi mampu mendorong UIN Bandung untuk berinovasi dan melahirkan berbagai kreasi baru penanda kemajuan yang bermuara pada kepuasan masyarakat. Bahkan di bidang penelitian, UIN Bandung tetap kokoh bertahan di posisi terdepan.

“Kenapa tidak, kebangkitan dan tumbuh berkembang UIN Bandung tidak hanya dilandasi semangat untuk sekadar eksis, tetapi juga didukung  dengan manajemen, sumber daya manusia (SDM), konsep, dan strategi yang mengintegrasikan antara teori dan tantangan masa depan,” jelas Prof Mahmud, yang dinilai cukup greget, bersemangat, peduli, dan sanggup bekerja keras membangun kampus hingga bisa pentas di fora regional, nasional bahkan internasional.

Sementara Dekan FSH Dr H Ah Fathonih, M.Ag mengatakan, Raker menjadi ajang evaluasi dan alat ukur strategi dalam membangun sinergitas antarunit di tingkat fakultas. “Kita mantapkan kembali pelayanan akademik dan kegiatan-kegiatan lain, seperti yang tertuang dalam kerangka kerja di tahun sebelumnya. Tidak lupa menjaga kontinuitas dan kesinambungan program, serta meningkatkan jalinan kerjasama dengan berbagai pihak,” ujarnya. (Nanang Sungkawa)