UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Seminar Nasional Agroteknologi 2019: Ketahanan Pangan Nasional

Pembukaan Seminar Nasional yang menjadi salah satu kegiatan Munas Formatani 2019 berlangsung meriah, Sabtu (02/03/2019). Sebelumnya acara ini diadakan setiap 2 tahun sekali dan kali ini merupakan penyelenggaraan yang ke-5 kalinya, bertempat di Gedung Anwar Musddad UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tema yang diterapkan pada tahun ini yakni “Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional dengan Zonasi Lahan dan Pemaanfaatan Lahan Sub-Optimal”. Seminar ini turut mengundang berbagai perwakilan dari institusi di bidang Agroteknologi.

Selain Seminar Nasional, ada beberapa rangkaian kegiatan lain seperti lomba karya tulis ilmiah nasional, musyawarah nasional, rapat kerja nasional, dan terakhir Field Trip. Kegiatan tersebut akan digelar selama seminggu kedepan di Bandung. Menurut ketua pelaksana Munas Formatani 2019, Iksan Hafid Abdillah, antusiasme peserta dalam acara ini sangat meriah, sekitar 250 peserta yang mengikuti acara ini.

Dalam seminar nasional sendiri, dihadiri oleh beberapa pemateri yaitu Yaya Rukayadi dengan materi tanaman untuk kecantikan, Aan Andang Darajat dengan materi pengembangan varietas tanaman pada berbagai zonasi lahan di Indonesia, kemudian Cecep Hidayat dengan materi aplikasi bahan organik dan mikroba untuk produksi sayuran pada lahan pasca galian, Sutisna Sintaatmadya dengan materi pupuk pertaniannya dan terakhir dari Doddy Imron Cholid dengan materi reforma agraria.

Salah satu pemateri, Doddy Imron Cholid mengatakan bahwa ketahanan pangan dapat diupayakan dengan cara mencegah konversi penggunaan tanah, kemudian intensifikasi pun perlu di perhatikan, “Jadi jika intensifikasi dapat dikembangkan dan lahan pun tersedia luas termasuk memanfaatkan tanah dengan optimal, tanah bekas tambang dapat dimanfaatkan, ketahanan pangan akan terjaga” ujarnya saat ditemui Jurnalposmedia. Sabtu, (02/03/2019).

Menurutnya seminar kali ini sangat luar biasa, terutama pada antusiasme para peserta dalam berlangsungnya kegiatan. Ia berharap terkhusus mahasiswa agroteknologi saat ini sudah bukan saatnya hanya berwacana, harus menghasilkan sesuatu dengan melakukan penelitian dan langsung di praktekan. Dan dengan adanya seminar ini seharusnya mahasiswa lebih temotivasi dengan berbagai materi yang telah disampaikan oleh pemateri yang hadir.

Salah satu peserta dari Universitas Muhammadiyah Malang, Nur Kholis berpendapat seminar kali ini sangat bagus, ia tertarik dengan bahasan reforma agraria. Karena materi-materi tersebut peserta lebih mengetahui mengenai zonasi lahan untuk budidaya tanaman yang berbeda-beda tergantung wilayahnya. Kemudian Kholis sangat berterimakasih kepada pihak penyelenggara karena mendatangkan materi yang sesuai dengan basic nya masing-masing. Terakhir harapannya, untuk seluruh mahasiswa Agroteknologi agar menjadi pelopor sebagai pergerakan pertanian di Indonesia.( Afifah Rahmah Nurdifa, Nazmi/Jurnal Pos Media)