UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

SEMINAR LINGKUNGAN HIDUP ALA MAHASISWA KKN SISDAMAS UIN SGD BANDUNG 196

Sebagai bentuk upaya menjaga, merawat dan memelihara bumi beserta isinya, kelompok 196  Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan kepada Masyarakat (KKN Sisdamas) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, di Desa Situraja Sumedang Utara, menggelar Seminar Lingkungan Hidup dan Pelatihan Pengolahan Sampah.
Sidik Munawar, Ketua Kelompok 196 menjelaskan, untuk seminar lingkungan hidup bertema “paradigma agama terhadap lingkungan dari kita untuk kita oleh kita” menghadirkan narasumber Dr. Neng Hannah, M.Ag, dosen Aqidah Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dipandu Pijar Maulid yang berlangsung di Balai Desa, Rabu 21 Agustus 2019.
“Sedangkan untuk pelatihan pengelolaan sampah baru digelar hari ini yang diikuti 60 peserta, terdiri dari Karang Taruna, ibu-ibu PKK dan posyandu, perwakilan RW dan masyarakat desa,” kata Sidik saat dikonfirmasi Kamis (22/08/2019).
Dr. Neng Hannah menjelaskan, sebagai khalifah fil ardh, manusia memiliki tanggung jawab untuk memakmurkan bumi ini. “Merawat, memelihara dan menjadikannya tempat yang aman, damai dan sejahtera bagi seluruh mahluk,” tandasnya.

Seminar lingkungan hidup dan pelatihan pengolahan sampah yang diprakarsai kelompok KKN 196 di Desa Situraja ini sangat penting dan nyata karena dipadukan dengan pelatihan 4R (reduce, reuse, recycle and replace) untuk sampah yang dihasilkan.


Menurutnya, bentuk pelestarian di lingkungan kita; Pertama, Menerapkan 4 R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace). Kedua, Reboisasi. Ketiga, Tata guna lahan. Keempat, Pembuatan terasering. Oleh karena itu, sangat penting teologi lingkungan, yaitu konsep berpikir dan bertindak tentang lingkungan hidup yang mengintegrasikan aspek fisik (alam, hewan dan tumbuhan), manusia dan Tuhan yang bersumber dari ajaran Agama.

“Mudah-mudahan dari segala musibah ini bisa menjadi anugerah. Mari kita berusaha membangun bangsa mulai dari Desa dengan cara membuang sampah pada tempatnya, hidup sehat, menjaga lingkungan dan sumber air untuk keberlangsungan hidup,” pungkasnya.[rls/IS]

Sumber, Intro News 23 Agustus 2019