UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Sejarah Singkat IAIN Sunan Gunung Djati

Latar Historis

Setelah melewati perjalanan sejarah yang panjang, IAIN di seluruh Indonesia hingga kini berjumlah 14 IAIN yang tersebar di pelosok Indonesia, salah satu IAIN tersebut berkedudukan di Bandung, dengan nama IAIN Sunan Gunung Djati yang didirikan tanggal 8 April 1968 M yang bertepan dengan 10 Muharram 1388 H. Berdasarkan keputusan Menteri Agama RI Nomor 56 Tahun 1968.

Pada awal berdirinya, IAIN Sunan Gunung Djati terdiri dari Fakultas Ushuluddin, Fakultas Syari’ah, Fakultas Tarbiyah di Bandung. Menginjak tahun 1970 dalam rangka rayonasi, Fakultas Tarbiyah di Bogor dan Fakultas Syari’ah Sukabumi yang semula berinduk kepada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta digabungkan pada Fakultas Induk di Bandung, sedangkan untuk Fakultas Tarbiyah Cirebon yang semula berafiliasi pada IAIN Syarief Hidayatullah, pada tanggal 5 Maret 1976 berpindah Induk ke IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Hal tersebut terjadi pada Fakultas Syari’ah di Serang yang awalnya berfiliasi pada IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Syarief Hidayatullah Jakarta, dengan waktu yang bersama berubah menjadi Fakultas Syari’ah dibawah koordinasi Sunan Gunung Djati Bandung. Setelah diterbitkan Keputusan Presidan Nomor 11 tahun 1997 tanggal 12 Maret 1997, Fakultas Tarbiyah Cirebon menjadi STAIN Cirebon, dan Fakultas Syari’ah Serang menjadi STAIN Serang.

Perubahan ini memberikan prospek dana harapan yang cerah bagi IAIN untuk memperoleh otonomi yang luas dalam mengembangkan Prodi dan jurusan serta fakultas yang diharapkan memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat di masa depan. Dengan demikian, IAIN Sunan Gunung Djati Bandung berupaya sekuat tenaga dengan segala potensi yang dimiliki hingga saat ini untuk menyiapakan diri menjadi UIN.    

 

 

 

Latar Historis

Setelah melewati perjalanan sejarah yang panjang, IAIN di seluruh Indonesia hingga kini berjumlah 14 IAIN yang tersebar di pelosok Indonesia, salah satu IAIN tersebut berkedudukan di Bandung, dengan nama IAIN Sunan Gunung Djati yang didirikan tanggal 8 April 1968 M yang bertepan dengan 10 Muharram 1388 H. Berdasarkan keputusan Menteri Agama RI Nomor 56 Tahun 1968.

Pada awal berdirinya, IAIN Sunan Gunung Djati terdiri dari Fakultas Ushuluddin, Fakultas Syari’ah, Fakultas Tarbiyah di Bandung. Menginjak tahun 1970 dalam rangka rayonasi, Fakultas Tarbiyah di Bogor dan Fakultas Syari’ah Sukabumi yang semula berinduk kepada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta digabungkan pada Fakultas Induk di Bandung, sedangkan untuk Fakultas Tarbiyah Cirebon yang semula berafiliasi pada IAIN Syarief Hidayatullah, pada tanggal 5 Maret 1976 berpindah Induk ke IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Hal tersebut terjadi pada Fakultas Syari’ah di Serang yang awalnya berfiliasi pada IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Syarief Hidayatullah Jakarta, dengan waktu yang bersama berubah menjadi Fakultas Syari’ah dibawah koordinasi Sunan Gunung Djati Bandung. Setelah diterbitkan Keputusan Presidan Nomor 11 tahun 1997 tanggal 12 Maret 1997, Fakultas Tarbiyah Cirebon menjadi STAIN Cirebon, dan Fakultas Syari’ah Serang menjadi STAIN Serang.

Perubahan ini memberikan prospek dana harapan yang cerah bagi IAIN untuk memperoleh otonomi yang luas dalam mengembangkan Prodi dan jurusan serta fakultas yang diharapkan memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat di masa depan. Dengan demikian, IAIN Sunan Gunung Djati Bandung berupaya sekuat tenaga dengan segala potensi yang dimiliki hingga saat ini untuk menyiapakan diri menjadi UIN.    

 

 

 

Latar Historis

Setelah melewati perjalanan sejarah yang panjang, IAIN di seluruh Indonesia hingga kini berjumlah 14 IAIN yang tersebar di pelosok Indonesia, salah satu IAIN tersebut berkedudukan di Bandung, dengan nama IAIN Sunan Gunung Djati yang didirikan tanggal 8 April 1968 M yang bertepan dengan 10 Muharram 1388 H. Berdasarkan keputusan Menteri Agama RI Nomor 56 Tahun 1968.

Pada awal berdirinya, IAIN Sunan Gunung Djati terdiri dari Fakultas Ushuluddin, Fakultas Syari’ah, Fakultas Tarbiyah di Bandung. Menginjak tahun 1970 dalam rangka rayonasi, Fakultas Tarbiyah di Bogor dan Fakultas Syari’ah Sukabumi yang semula berinduk kepada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta digabungkan pada Fakultas Induk di Bandung, sedangkan untuk Fakultas Tarbiyah Cirebon yang semula berafiliasi pada IAIN Syarief Hidayatullah, pada tanggal 5 Maret 1976 berpindah Induk ke IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Hal tersebut terjadi pada Fakultas Syari’ah di Serang yang awalnya berfiliasi pada IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Syarief Hidayatullah Jakarta, dengan waktu yang bersama berubah menjadi Fakultas Syari’ah dibawah koordinasi Sunan Gunung Djati Bandung. Setelah diterbitkan Keputusan Presidan Nomor 11 tahun 1997 tanggal 12 Maret 1997, Fakultas Tarbiyah Cirebon menjadi STAIN Cirebon, dan Fakultas Syari’ah Serang menjadi STAIN Serang.

Perubahan ini memberikan prospek dana harapan yang cerah bagi IAIN untuk memperoleh otonomi yang luas dalam mengembangkan Prodi dan jurusan serta fakultas yang diharapkan memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat di masa depan. Dengan demikian, IAIN Sunan Gunung Djati Bandung berupaya sekuat tenaga dengan segala potensi yang dimiliki hingga saat ini untuk menyiapakan diri menjadi UIN.    

 

 

 

Latar Historis

Setelah melewati perjalanan sejarah yang panjang, IAIN di seluruh Indonesia hingga kini berjumlah 14 IAIN yang tersebar di pelosok Indonesia, salah satu IAIN tersebut berkedudukan di Bandung, dengan nama IAIN Sunan Gunung Djati yang didirikan tanggal 8 April 1968 M yang bertepan dengan 10 Muharram 1388 H. Berdasarkan keputusan Menteri Agama RI Nomor 56 Tahun 1968.

Pada awal berdirinya, IAIN Sunan Gunung Djati terdiri dari Fakultas Ushuluddin, Fakultas Syari’ah, Fakultas Tarbiyah di Bandung. Menginjak tahun 1970 dalam rangka rayonasi, Fakultas Tarbiyah di Bogor dan Fakultas Syari’ah Sukabumi yang semula berinduk kepada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta digabungkan pada Fakultas Induk di Bandung, sedangkan untuk Fakultas Tarbiyah Cirebon yang semula berafiliasi pada IAIN Syarief Hidayatullah, pada tanggal 5 Maret 1976 berpindah Induk ke IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Hal tersebut terjadi pada Fakultas Syari’ah di Serang yang awalnya berfiliasi pada IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Syarief Hidayatullah Jakarta, dengan waktu yang bersama berubah menjadi Fakultas Syari’ah dibawah koordinasi Sunan Gunung Djati Bandung. Setelah diterbitkan Keputusan Presidan Nomor 11 tahun 1997 tanggal 12 Maret 1997, Fakultas Tarbiyah Cirebon menjadi STAIN Cirebon, dan Fakultas Syari’ah Serang menjadi STAIN Serang.

Perubahan ini memberikan prospek dana harapan yang cerah bagi IAIN untuk memperoleh otonomi yang luas dalam mengembangkan Prodi dan jurusan serta fakultas yang diharapkan memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat di masa depan. Dengan demikian, IAIN Sunan Gunung Djati Bandung berupaya sekuat tenaga dengan segala potensi yang dimiliki hingga saat ini untuk menyiapakan diri menjadi UIN.    

 

 

 

Latar Historis

Setelah melewati perjalanan sejarah yang panjang, IAIN di seluruh Indonesia hingga kini berjumlah 14 IAIN yang tersebar di pelosok Indonesia, salah satu IAIN tersebut berkedudukan di Bandung, dengan nama IAIN Sunan Gunung Djati yang didirikan tanggal 8 April 1968 M yang bertepan dengan 10 Muharram 1388 H. Berdasarkan keputusan Menteri Agama RI Nomor 56 Tahun 1968.

Pada awal berdirinya, IAIN Sunan Gunung Djati terdiri dari Fakultas Ushuluddin, Fakultas Syari’ah, Fakultas Tarbiyah di Bandung. Menginjak tahun 1970 dalam rangka rayonasi, Fakultas Tarbiyah di Bogor dan Fakultas Syari’ah Sukabumi yang semula berinduk kepada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta digabungkan pada Fakultas Induk di Bandung, sedangkan untuk Fakultas Tarbiyah Cirebon yang semula berafiliasi pada IAIN Syarief Hidayatullah, pada tanggal 5 Maret 1976 berpindah Induk ke IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Hal tersebut terjadi pada Fakultas Syari’ah di Serang yang awalnya berfiliasi pada IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Syarief Hidayatullah Jakarta, dengan waktu yang bersama berubah menjadi Fakultas Syari’ah dibawah koordinasi Sunan Gunung Djati Bandung. Setelah diterbitkan Keputusan Presidan Nomor 11 tahun 1997 tanggal 12 Maret 1997, Fakultas Tarbiyah Cirebon menjadi STAIN Cirebon, dan Fakultas Syari’ah Serang menjadi STAIN Serang.

Perubahan ini memberikan prospek dana harapan yang cerah bagi IAIN untuk memperoleh otonomi yang luas dalam mengembangkan Prodi dan jurusan serta fakultas yang diharapkan memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat di masa depan. Dengan demikian, IAIN Sunan Gunung Djati Bandung berupaya sekuat tenaga dengan segala potensi yang dimiliki hingga saat ini untuk menyiapakan diri menjadi UIN.