UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Segitiga Emas Fakultas Syariah dan Hukum

[www.uinsgd.ac.id] Fakultas Syariah dan Hukum merealisasikan tiga segitiga emas dalam menyelenggarakan program pendidikannya. Segitiga tersebut adalah segitiga emas kurikulu yang memadukan antara wahyu dengan ilmu. Itu yang menjadi konsentrasi kita sehingga  kurikulum yang dikembangkan mengandung ilmu-ilmu yang umum dan berbasis syariah.

Hal tersebut disampaikan oleh Oyo Sunaryo Mukhlas, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum saat membuka acara Stadium General bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Program Bantuan Hukum”, pada Rabu (04/09/2013). Acara tersebut diselenggarakan berkat kerja sama Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dengan Australian Indonesian Partnership for Justice (AIPJ) di Aula FSH.

Oyo mengatakan bahwa FSH banyak terkait hubungan dengan Mahkamah Agung yang menjadi rumah asal bagi Wahyu Widiana dari AIPJ karena adanya ikatan emosional.”Di sana banyak ditempati oleh alumni Fakultas Syariah dan Hukum,” ujarnya.

Berkaitan dengan segitiga emas, ia melanjutkan bahwa selain kurikulum adalah adanya konsentrasi terhadap praktik peradilan sebagai syarat untuk mengikuti ujian munaqosah. Selain memahami, mahasiswa dituntut menguasai teknis operasional peradilan.

Di samping itu, FSH juga konsen terhadap kajian-kajian hukum dan syariah.”Oleh karena itu kita memiliki unit-unit yang memiliki nomenklatur dari pusat untuk pengembangan Fakultas Syariah ke Depan agar unggul dan kompetitip.

Menurut pria asal Majalengka tersebut, FSH juga konsentrasi terhadap bantuan-bantuan yang bisa memberikan akses kepada masyarakat yang membutuhkan seperti adanya Lembaga Bantuan dan Konsultasi Hukum.

“Saat ini kami sedang memikirkan model yang tepat untuk memberikan bantuan hukum yang melibatkan mahasiswa. Mahasiswa memiliki peluang yang sama dengan advokat. Ini menjadi sarana untuk pembelajaran ke depan. Mudah-mudahan lulusan FSH bisa siap pakai,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, ia berharap adanya penguatan gagasan dari Wahyu Widiana. Bagaimana agar ke depan FSH bisa mengembangkan model dan formulasi sehingga ke depan bisa mengimplementasikan dan memberikan manfaat bagi semua fihak.”ini menjadi komitmen kami,” pungkasnya.***[Dudi]