UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Segala Kebijakan Harus Berbasis Riset

[www.uinsgd.ac.id] Untuk menjadikan kampus UIN SGD Bandung yang unggul, kompetitif, inovatif dan bermartabat harus dimulai dari kebijakan yang berbasis pada penelitian. “Dengan peningkatnya jumlah dosen dalam melakukan penelitian. Dari tahun 2010 sampai tahun 2015 terdapat 1.824 judul penelitian. Tentunya segala kebijakan yang kita keluarkan itu harus by riset,” ungkap rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, saat membuka acara Seminar Hasil Penelitian yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) di Aula Rektorat, gedung Al-Jamiah lantai II, Senin (19/10).

Upaya menciptakan atmosfir akademik ini perlu mendapatkan dukungan dari seluruh civitas akademika. “Ini harus dimulai dari penataan internal. Setelah melakukan evaluasi internalnya bagus. Bolehlah kita melangkah ke ekternal.  Dengan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Rektor pun mengingatkan kepada kita untuk tetap menjalankan tugas utama dosen itu mengajar. “Penelitian harus bagus. Ngajar juga harus bagus. Untuk itu, setiap dosen yang melakukan penelitian harus mendapatkan rekomendasi dari Wakil Dekan I tentang ngajarnya. Jangan sampai dosen terus melakukan penelitian, tetapi jarang masuk ke kelas,” pesannya.    

Sebagai bukti atas hasil penelitian dosen yang telah mendapatkan hak cipta, Rektor pun memberikan Piagam Penghargaan kepada Dr. Hj. Tuti Kurniati, M.Pd., pengampu Kapita Selekta Kimia pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK)  dengan judul penelitian “Strategi Pembelajaran Dalton-Tasker Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Kartun Pada Konsep Reaksi Redoks” dan Dr. Hj. Tuti Kurniati, M.Pd. pengampu Biosel pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) dengan judul penelitian “Penereapan Model Siklus Belajar terhadap Pemahaman Konsep Bio Umum dan Kemampuasn Aplikasi Sains Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi UIN SGD Bandung.”

Menurut Ketua LP2M, Dr. Munir, MA., jika kita melihat angka 1824 judul penelitian, maka menunjukkan peningkatan hasil penelitian itu sangat meningkat. “Ini sangat membanggakan dan menunjukkan produktifitas kita dalama melakukan penelitian itu sangat signifikan secara kualitatif,” paparnya.       

Rencananya untuk tahun depan hasil penelitian ini harus dipublikasikan melalui jurnal. “Jika sebelumnya segala hasil penelitian kita, dibaca dan ditulis oleh kita, maka untuk tahun depan hasil penelitian harus dimuat di jurnal yang terakreditasi baik secara nasional maupun internasional,” optimisnya.

Ketua LP2M berharap dengan adanya hasil penelitian yang dijurnalkan ini, “menjadi salah satu cara kita untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat akademik,” terangnya.

Bagi Sekretaris LP2M, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag. menjelaskan ekspose hasil penelitian di lingkungan UIN SGD Bandung digelar dari tanggal 19-22 Oktober 2015. “Acara seminar ini merupakan bentuk desiminasi hasil penelitian untuk pertanggungjawaban substansi penelitian dan publikasi materi hasil penelitian dan narasumber seminar ini terdiri atas para dosen yang terkualifikasi sebagai peneliti berprestasi yang berjumlah empat orang dari perwakilan masing-masing Fakultas,” jelasnya. 

Mengenai peningkatan jumlah dosen peneliti yang setiap tahun penelitian dosen menanjak tajam. “Jika dihitung dari tahun 2010 sampai tahun 2015, bantuan dana penelitian yang diselenggarakan melalui Pusat Penelitian telah mencapai 1.824 judul penelitian. Untuk penelitian tahun 2014 berjumlah 608 judul yang meliputi: 1) Penelitian Individual 574 judul; dan 2) Penelitian Kelompok 34 judul,” paparnya. 

Ihwal hasil penelitian yang memenuhi standar isi, yakni kedalaman dan keluasan materi penelitian, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. “Ada 392 judul materi penelitian dasar, 216 judul materi penelitian terapan. Materi penelitian dasar, 333 judul deskriptif, 59 judul pengembangan, dan belum ada penemuan postulat baru. Adapun materi penelitian terapan, 190 judul R&D (Research & Depelovment), 20 judul pengembangan IPTEK, dan 6 judul penemuan produk,” sambungnya.

Ruang lingkup penelitian, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 55 Tahun 2014 tentang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Perguruan Tinggi Keagamaan, “Ada 570 mono disiplin keilmuan, 038 interdisiplin keilmuan dan belum ada multi disiplin keilmuan,” keluhnya.

Basis penelitian, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Nomor 4398 Tahun 2015 tentang Pedoman Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan Penelitian pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). “Ada 304 judul berbasis isu-isu kontemporer, 38 judul berbasis integrasi keilmuan, 13 judul berbasis potensi mendaptkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau hak paten, 3 judul berbasis kolaborasi dengan masyarakat dan 114 judul berbasis keterkaitan dengan dunia usaha/industri,” pungkasnya. [Humas UIN SGD Bandung]