UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Sebelum Meraih Sukses, Dedi Mizwar Sempat Jadi Marbot Masjid Al Mukhlisin

Marbot Masjid Al Mukhlisin di Komplek Griya Bukit Manglayang (GBM) 21 Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung banyak yang meraih sukses. Mereka yang sebagian besar merupakan anak yatim piatu itu, minimal bisa menyelesaikan kulian di Universitas Islam Negeri (UNI) Sunang Gunung Djati (SGD) Bandung.

Bahkan sebagian alumni marbot Masjid Al Mukhlisin ada yang bisa meneruskan pendidikan sampai ke jenjang S3. Sebagian lain menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau pun tenaga pegawai pemerintah dan perjanjian kerja (PPPK). Ada juga yang akhirnya terkenal menjadi ustaz.

Salah satu marbot Masjid Al Mukhlisin, yakni Dedi Mizwar S.Ag.kini sedang merintis karier. Dia merupakan anak yatim piatu yang berasal dari Padang. Setelah menyandang gelar sarjana, Dedi Mizwar punya pekerjaan di Kantor Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Bandung. Selain itu, dia sering dipercaya menjadi imam sekaligus khotib salat Jumat di sejumlah masjid.

“Alhamdulillah, selama ini saya mendapat bimbingan dari pengurus DKM Al Mukhlisin. Atas perhatian pengurus DKM Al Mukhlisin, saya bisa menyelesaikan kuliah. Mendapat kesempatan mengajar mengaji sejumlah warga. Sekarang saya jadi sering menjadi khotib Jumat,” tutur Dedi Mizwar Kamis 6 Juni 2019.

Dedi Mizwar menambahkan, pekerjaan yang selama ini dilakoninya, tidak melulu dinilai dengan rupiah. Justru sebaliknya, Dedi punya niatan berdakwah sesuai dengan ilmu yang diperolehnya, yakni sebagai lulusan arjana Tafsir Hadist, Fakultas Usyuludin Sunan Gunung Djati ( SGD) Bandung.

Dedi meyakini soal rezeki sudah ada yang mengatur. Dia bisa kuliahnya saja, merupakan rezeki yang luar biasa. Sebagai anak yatim piatu, Dedi merasa beruntung banyak dibantu pengurus DKM Al Mukhlisin.

“Tidak usah diterangkan bagaimana perjuangan saya bisa sekolah. Yang pasti, saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus DKM Al Mukhlisin, tokoh masyarakat GBM 21 dan warga GBM 21 atas dukungan selama ini. Atas bantuan dan doa mereka, sehingga tepat 4 tahun saya bisa lulus dari UIN. Mudah-mudahan bisa berlanjut ke pendikan S2,” terang Dedi kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih.

Sebelumnya sudah ada 8 alumni marbot Mesjid Al Mukhlisin sukses menyelesaikan kuliahnya di UIN SGD Bandung. Ada yang jadi ustaz dan ASN, P3N dan dosen hingga pengelola madrasah. Mereka di antaranya, Ustaz H. Faizal Pikri, Ustaz Entis, Ustaz H. Tatang dan Sidki. Bahkan sudah ada yang telah menyelesaikan S3 di UIN SGD Bandung.***

Sumber, Tim Pikiran Rakyat Jumat, 7 Jun 2019, 06:41