UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Santri CSSMORA Gelar Pemilu via Online

[www.uinsgd.ac.id] Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMORA) menggelar pemilihan ketua umum tingkat nasional melalui sistem online. Komunitas Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang mendapatkan beasiswa kuliah dari Kementerian Agama ini untuk kedua kalinya menggunakan sistem online yang dirancang sendiri oleh anggota CSSMORA.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) CSSMORA Mohammad Fathurrahman mengatakan, dari segi efektifitas pemilu online ini cukup menghemat waktu dan biaya bagi KPU maupun pemilih. Sebab dari KPU hanya memfasilitasi 2 laptop yang terkoneksi internet untuk 90 pemilih di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. “Pemilih hanya mengisi idnumber dan password pada laman pemilu yang sudah ditentukan, kemudian meng-klik salah satu foto calon ketua dari pilihan hati nuraninya,” katanya, Ahad (20/3), di sekretariat CSSMORA UIN Bandung.

Pemilu online tersebut diselenggarakan 14-19 Maret 2016. Jumlah pemilih ada 1300 santri yang tersebar di 14 perguruan tinggi di Indonesia yang terdapat program beasiswa santri dari Kementerian Agama.

Sebagai komunitas santri, menurut Fathurrahman, santri tidak hanya bisa mengaji dan kuliah saja, namun juga bisa mengikuti perkembangan teknologi, sebagaimana pemilu online di organisasi lain yang setingkat nasional. “Meski begitu, teknologi hanyalah sebuah sarana. Yang lebih esensial, adalah bagaimana mengaplikasikan kejujuran dalam proses pemilu kali ini,” tegas santri asal Pati, Jawa Tengah ini.

Fathurrahman mendorong pemerintah untuk membantu meningkatkan keamanan sistem pemilihan sehingga ke depannya juga bisa digunakan untuk pemilihan umum di tingkat pemerintah daerah atau pusat.

Sementara itu, Ketua CSSMORA Nasional Ivanullah Anggriawan Wibisono beralasan disamping ramah lingkungan, domisili santri CSSMORA tidak dalam satu kampus saja, sehingga pihaknya menganggap penggunaan pemilu online sangat tepat dan penting.

Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah itu berharap pada pemilu selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan performa pemilihan online dari sisi aplikasi pemilihannya. “Sehingga server mampu menampung banyaknya jumlah pemilih dalam satu waktu,” pungkasnya. [M. Zidni Nafi’/Zunus]