UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

SAA Gelar Sosialisasi & Talk Show Bid’ah Cinta

[www.uinsgd.ac.id] Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung bekerjasama dengan Kaninga Picture menggelar acara Talk Show Film Bid’ah Cinta dan Sosialisasi Jurusan Studi Agama-Agama, Selasa (28/2/2017).

Jurusan Studi Agama-Agama (SAA) atau yang dulu dikenal sebagai Jurusan Perbandingan Agama merupakan salah satu jurusan tertua di UIN SGD Bandung. SAA menggelar sosialisasi mengenai perubahan nama tersebut di Aula Abdjan Soelaeman, namun tidak hanya sosialisasi saja, Talk Show Film Bid’ah Cinta yang diperankan oleh Dimas Aditya dan Yoga Pratama juga ikut digelar. Talkshow bedah film ini diharapkan dapat menaikkan popularitas SAA kedepannya.

Hadir dalam acara tersebut Dr H. Engkos Kosasih, Lc,M.Ag (Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin), Dr. Deni Miharja, M.Ag (Ketua Jurusan Studi Agama-Agama), R. Roro Sri Rejeki Waluyajati, MA (Sekretaris Jurusan Studi Agama-Agama), Nurman Hakim (Sutradara), Ben Sohib (Penulis Sekanario) Dimas Aditya (Pemeran Kamal), Yoga Pratama (Pemeran) dan ratusan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Wakil Dekan III, Engkos Kosasih dalam sambutannya mewakili Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag yang berhalangan hadir, sangat mengapresiasi acara tersebut karena mampu menghadirkan artis pemeran film Bid’ah Cinta beserta sutradanya. Engkos pun berharap acara ini mampu memberi inspirasi untuk HMJ yang lain khususnya HMJ di lingkungan Fakultas Ushuluddin agar dapat menyelenggarakan berbagai acara sesemarak mungkin. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, untuk Kajur, Sekjur dan HMJ, selamat karena telah mampu menghadirkan artis sinetron beserta sutradanya di UIN Bandung. Dan semoga bisa memberikan inspirasi bagi jurusan yang lain ke depan”, tegasnya.

Engkos menambahkan, Studi Agama-Agama adalah jurusan yang berusaha menjembatani masalah keagamaan berbasis pendekatan sosial, pendekatan manajemen konflik dan lain sebagainya. Pihaknya menyadari bahwa SAA ini penting, karena konflik agama sering terjadi di Indonesia. Ia pun mengajak mahasiswa SAA untuk menjadi garda terdepan untuk menyelesaikan konflik-konflik agama. “Sepakat ya untuk menjadi penyelsai konflik, sepakat !” seru Engkos kepada mahasiswa yang hadir.

Di akhir sambutannya, Engkos berharap para bintang tamu yang hadir mampu memberikan motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa agar kelak bisa berdakwah melalui seni, baik seni musik, film dan lainnya. “Saya minta kepada para bintang tamu untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada mahasiswa kami agar kelak bisa berdakwah melalui berbagai seni”, pungkasnya.

Film Bid’ah Cinta yang diperankan oleh Kamal (Dimas Aditya) jatuh cinta kepada Khalida (Ayushita). Hubungan sejoli ini terbentur restu keluarga masing-masing lantaran punya pandangan berbeda soal praktik-praktik keislaman seperti hal perayaan Maulid Nabi hingga tentang tahlilan. Perbedaan itulah yang coba diangkat sutradara Nurman Hakim ke layar lebar. Biasanya permasalahan mengenai agama selalu menjadi hal sensitif bagi masyarakat Indonesia.

Lalu kenapa Nurman Hakim berani mengangkat fenomena bid’ah yang kerap jadi polemik di masyarakat? Dengan santai, ia menjawab kalau filmnya bukan suatu hal yang harus menjadi kontroversi. “Bagi saya, ini bukan tema sensitif. Bid’ah merupakan persoalan abadi yang sudah akrab di kalangan masyarakat muslim dan beberapa tahun belakangan, isu bid’ah menghangat di kalangan masyarakat Islam,” ungkap Nurman Hakim.

Ben Sohib, penulis skenario film Bid’ah Cinta mengatakan film dengan tema keberagamaan ini memotret fenomena yang terjadi di masyarakat. Mengingat banyaknya aliran dalam Islam seperti moderat, puritan atau murni, dan tradisional. “Film ini membawa satu pesan untuk bisa mengelola perbedaan,” ujar Penulis Skenario, Ben Shohib.

Sementara menurut Sekretaris Jurusan SAA, Roro Sri Rejeki Waluyajati, acara ini berawal dari keinginan untuk lebih mengenalkan dan mempromosikan keberadaan jurusan SAA di kalangan anak-anak SMA khususnya dan masyarakat pada umumnya maka Jurusan SAA Fakultas Ushuluddin bekerja sama dengan rumah produksi Kaninga Picture yang membuat film Bid’ah Cinta. Saat ditanya kenapa harus bekerjasama dengan mereka? Roro menjawab, “Karena tema dari film Bid’ah Cinta sangat relevan dengan visi dan misi dari jurusan SAA. Kalau film Bid’ah Cinta menampilkan dan mengajarkan pada kita tentang eksistensi sebuah cinta dalam menyelasaikan konflik keberagamaan di masyarakat melalui pendekatan entertainment, sedangkan jurusan SAA mengajarkan masyarakat tentang bagaimana mengubah cara pandang dan bersikap dalam mengelola keberagamaan beserta konfliknya agar lebih terbuka, toleran dan pluralis melalui kajian akademis”, tegasnya.

Roro juga merasa ada chemistry di antara Jurusan SAA dan Kaninga Picture yang memproduksi film Bid’ah Cinta. Model promosi dengan menggandeng media entertainment menurutnya merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Jurusan SAA dengan harapan akan menaikkan citra dan minat masyarakat untuk mendorong anak-anaknya belajar di Jurusan SAA. Film ini adalah contoh konkrit dari Ilmu Perbandingan Agama. “Film dan jurusan ini seakan memiliki chemistry, Ilmu Perbandingan Agama itu penting bagi masyarakat, melihat konflik yang terjadi dalam film, bahwa masyarakat butuh ilmu ini untuk mengatasi konflik beragama yang terjadi,” ujarnya.

Acara yang dipersiapkan dalam dua minggu ini berhasil menarik peminat untuk hadir dalam acara tersebut. Hal ini terlihat dari antusias mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang memadati Aula Abdjan Soelaiman. Acara ini juga dilengkapi dengan sesi tanya-jawab, yang disambut antusias oleh para audience. Panitia pun memberikan doorprize bagi tiga penanya terbaik. (Agus Eto)