UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Rumusan Cerdas, Sukses dan Selamat.

Banyak teori menjadi ‘cerdas dan sukses’ dalam buku-buku atau tulisan, tapi tak menyertakan ‘selamat.’ Padahal, buat apa cerdas dan sukses tapi tidak selamat? Selamat justru adalah intinya, di dunia apalagi di akhirat. Saya punya teori menjadi cerdas, sukses dan selamat.

1. Tak meninggalkan shalat. 2. Rutin baca Qur’an. 3. Hormat pada orang tua. 4. Akhlak mulia. 5. Belajar.

Pertama, Shalat adalah hak Allah yang memberi kita hidup dan otak. Allah adalah sumber segala ilmu. Tak meninggalkan shalat adalah pintu mendapat rahmat-Nya dan pendekatan pada sumber dari segala sumber ilmu, pemilik segala ilmu. Cerdas tanpa shalat hanya kecerdasan otak, tak akan dapat kecerdasan ilham atau kecerdasan spiritual (spritual quation). Banyak orang cerdas tanpa shalat, tapi hanya cerdas otak/fikiran tidak kecerdasan hati alias tanpa kecerdasan spiritual. Shalatnya tentu shalat yang berkualitas, bukan hanya karena wajib dan asal gerak, tapi berusaha khusyu.

Kedua, Ini ada dua alasan: Pertama, Al-Qur’an adalah kalimat-kalimat Allah, Tuhan Pencipta alam semesta. Al-Quran diturunkan dari langit, dari Tuhan Yang Maha Tinggi, dari Yang Ilmunya Tak Terbatas Meliputi Langit dan Bumi. Tak ada bacaan yang sebanding dengan Al-Qur’an. Tak ada ilmu yang setinggi Al-Quran. Al-Qur’an di atas semua buku yang pernah ditulis manusia. Karenanya, membiasakan baca Qur’an pasti cerdas karena kita membaca karya Tuhan Pencipta Alam Semesta. Kedua, membaca Al-Quran banyak sekali aturannya (tajdwid). Membaca Qur’an memerlukan kecerdasan, kejelian dan kehati-hatian. Sering membaca Qur’an artinya otak bawah sadar akan terbiasa berfikir, hati-hati dalam membaca, ditambah unsur ruhaninya. Dari biasa membaca Qur’an (sebagai kalimat-kalimat Tuhan) kepada membaca buku (kalimat-kalimat manusia) akan terasa mudah, otak serasa ringan. Bacaan akan sangat mudah difahami dan dimengerti. Otak akan cerdas. Insya Allah. Shalat dan baca Qur’an adalah proses mendapat ilmu, ilham dan rahmat kecerdasan dari Sang Pencipta Otak Manusia dan Pemilik Kehidupan.

Ketiga, Hormat pada orang tua adalah aspek restu dan do’anya. Kekuatan do’a sungguh luar biasa, apalagi dari ibu kandung sendiri. Ada ikatan rahim dan spiritual bila ibu mendo’akan anaknya. Do’a ibu pasti sampai pada anaknya karena do’a ibu pasti tulus ikhlas. Banyak orang sukses bukan karena sekolah, otak dan kecerdasannya, tapi lebih karena do’a ibunya. Bila orang tua sakit hati, bagaimana do’anya akan sampai pada anaknya?

Keempat, Akhlak yang baik adalah aspek sosialnya. Akhlak baik melengkapi ridha Tuhan dan do’a Ibu. Jalan sukses akan ditemukan dari akhlak yang baik dalam pergaulan sosial. Semua suka pada orang yang akhlaknya baik apalagi mulia. Hidup jadi penuh berkah oleh akhlak mulia. Satu saja mengamalkan akhlak yaitu menghindari bohong. Insya Allah akan cerdas dan hidup akan banyak kemudahan. Akhlak yang baik akan membukakan dan memudahkan pintu-pintu rezeki, kemudahan usaha dan jalan menuju kesuksesan.

Kelima, Belajar disini bukan hanya dari sekolah/kampus dan buku, tapi dari apapun. Belajar adalah syariat menuju cerdas dan sukses. Dalam menempuh tujuan, keinginan dan cita-cita apapun, manusia harus melalui syariat. Syariat adalah jalan yang alami. Syariat mendapat ilmu adalah belajar dan banyak membaca. Dalam mencari ilmu, menjadi sukses dan selamat, manusia harus melalui syariat karena manusia bukan malaikat. Manusia harus melangkah dan berusaha (ikhtiar). Tapi tanpa empat unsur lainnya, belajar seseorang tidak akan berhasil, sukses dan berkah. Ridha Tuhan tidak akan ada, do’a ibu tidak sampai, jalan-jalan kemudahan akan tertutup, belajar akan sulit. Anak yang malas belajar ditambah akhlaknya buruk otaknya pasti bodoh. Belajar yang sukses dan selamat harus disertai keempat unsur di atas.

Siapa saja menjalankan kelima aspek ini, dijamin pasti cerdas, sukses dan yg paling penting hidupnya selamat. Rumus ini sudah saya coba ke beberapa mahasiswa, alhamdulilah ada hasilnya, terbukti mereka yang berusaha dengan sungguh-sungguh ingin melaksanakan (bukan sudah) mengalami peningkatan kecerdasan, apalagi yang sudah terbiasa. Bekalkan ini pada anak-anak Anda. Insya Allah!! [Moeflich Hasbullah]