UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Rosihon Anwar Dekan Ushuluddin Terpilih Priode 2011-2015

Pemilihan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung periode 2011-2015 yang diikuti oleh empat calon (Abdul Syukur, Ali Masrur, Dodi S Truna dan Rosihon Anwar) dimenangkan Rosihon Anwar dengan meraih seluruh suara anggota Senat Fakultas yang berjumlah 17 di ATB Ponyo, Selasa (14/6) 14.00 wib.

Terpilihnya Rosohon Anwar sebagai Dekan baru  Fakultas Ushuluddin ini dibenarkan oleh Abdul Rozak, Guru Besar Pemikiran Islam “Ya. Prof Rosihon Anwar yang terpilih menjadi Dekan Ushuluddin baru dengan mendapatkan 17 suara angota Senat Fakultas”, tegasnya Beredarnya kabar tentang pemilihan Dekan secara aklamasi ini ditepis oleh Iu Rusliana, anggota Senat Fakultas menjelaskan “Tidak ada aklamasi, dipilih secara rahasia dan tertutup”, katanya.

Ihwal ketidak hadiran calon dalam pemilihan tertutup yang diwakili anggota Senat Fakultas, ia menuturkan “Ketidakhadiran calon lain karena memang tidak ada aturannya calon untuk hadir pas proses pemilihan kecuali anggota Senat”, paparnya.

“Jika calon lain tidak hadir karena mereka bukan anggota Senat Fakultas (Guru Besar, Pimpinan Dekan, Pembatu Dekan, Ketua Jurusan dan yang dipilih mewakili jurusan). Pak Rosihon Anwar hadir sebagai anggota Senat Fakultas (Guru Besar), Pak Dodi S Truna, Abdul Syukur dan Ali Masyrur bukan anggota Senat Fakultas”, tambahnya.

Ia berharap “Insya Allah calon lain juga mengakui bahwa proses pemilihan tadi siang jam 14.00 wib berjalan fair, adil dan baik. Jika didukung bulat itu justru diluar dugaan. Jadi isu aklamasi sama sekali tidak benar karena semua anggota Senat Fakultas memilih satu persatu di balik suara lalu dihitung bersama-sama”.

Dengan terpilihnya Dekan baru ini “Mudah-mudahan bisa membawa semangat baru untuk melakukan berubahan ke arah yang lebih baik dan menjadikan Fakultas Ushuluddin sebagai gerbong pemikir UIN SGD Bandung”, pungkas Abdul Rozak. [Ibn Ghifarie]

Pemilihan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung periode 2011-2015 yang diikuti oleh empat calon (Abdul Syukur, Ali Masrur, Dodi S Truna dan Rosihon Anwar) dimenangkan Rosihon Anwar dengan meraih seluruh suara anggota Senat Fakultas yang berjumlah 17 di ATB Ponyo, Selasa (14/6) 14.00 wib.

Terpilihnya Rosohon Anwar sebagai Dekan baru  Fakultas Ushuluddin ini dibenarkan oleh Abdul Rozak, Guru Besar Pemikiran Islam “Ya. Prof Rosihon Anwar yang terpilih menjadi Dekan Ushuluddin baru dengan mendapatkan 17 suara angota Senat Fakultas”, tegasnya Beredarnya kabar tentang pemilihan Dekan secara aklamasi ini ditepis oleh Iu Rusliana, anggota Senat Fakultas menjelaskan “Tidak ada aklamasi, dipilih secara rahasia dan tertutup”, katanya.

Ihwal ketidak hadiran calon dalam pemilihan tertutup yang diwakili anggota Senat Fakultas, ia menuturkan “Ketidakhadiran calon lain karena memang tidak ada aturannya calon untuk hadir pas proses pemilihan kecuali anggota Senat”, paparnya.

“Jika calon lain tidak hadir karena mereka bukan anggota Senat Fakultas (Guru Besar, Pimpinan Dekan, Pembatu Dekan, Ketua Jurusan dan yang dipilih mewakili jurusan). Pak Rosihon Anwar hadir sebagai anggota Senat Fakultas (Guru Besar), Pak Dodi S Truna, Abdul Syukur dan Ali Masyrur bukan anggota Senat Fakultas”, tambahnya.

Ia berharap “Insya Allah calon lain juga mengakui bahwa proses pemilihan tadi siang jam 14.00 wib berjalan fair, adil dan baik. Jika didukung bulat itu justru diluar dugaan. Jadi isu aklamasi sama sekali tidak benar karena semua anggota Senat Fakultas memilih satu persatu di balik suara lalu dihitung bersama-sama”.

Dengan terpilihnya Dekan baru ini “Mudah-mudahan bisa membawa semangat baru untuk melakukan berubahan ke arah yang lebih baik dan menjadikan Fakultas Ushuluddin sebagai gerbong pemikir UIN SGD Bandung”, pungkas Abdul Rozak. [Ibn Ghifarie]

Pemilihan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung periode 2011-2015 yang diikuti oleh empat calon (Abdul Syukur, Ali Masrur, Dodi S Truna dan Rosihon Anwar) dimenangkan Rosihon Anwar dengan meraih seluruh suara anggota Senat Fakultas yang berjumlah 17 di ATB Ponyo, Selasa (14/6) 14.00 wib.

Terpilihnya Rosohon Anwar sebagai Dekan baru  Fakultas Ushuluddin ini dibenarkan oleh Abdul Rozak, Guru Besar Pemikiran Islam “Ya. Prof Rosihon Anwar yang terpilih menjadi Dekan Ushuluddin baru dengan mendapatkan 17 suara angota Senat Fakultas”, tegasnya Beredarnya kabar tentang pemilihan Dekan secara aklamasi ini ditepis oleh Iu Rusliana, anggota Senat Fakultas menjelaskan “Tidak ada aklamasi, dipilih secara rahasia dan tertutup”, katanya.

Ihwal ketidak hadiran calon dalam pemilihan tertutup yang diwakili anggota Senat Fakultas, ia menuturkan “Ketidakhadiran calon lain karena memang tidak ada aturannya calon untuk hadir pas proses pemilihan kecuali anggota Senat”, paparnya.

“Jika calon lain tidak hadir karena mereka bukan anggota Senat Fakultas (Guru Besar, Pimpinan Dekan, Pembatu Dekan, Ketua Jurusan dan yang dipilih mewakili jurusan). Pak Rosihon Anwar hadir sebagai anggota Senat Fakultas (Guru Besar), Pak Dodi S Truna, Abdul Syukur dan Ali Masyrur bukan anggota Senat Fakultas”, tambahnya.

Ia berharap “Insya Allah calon lain juga mengakui bahwa proses pemilihan tadi siang jam 14.00 wib berjalan fair, adil dan baik. Jika didukung bulat itu justru diluar dugaan. Jadi isu aklamasi sama sekali tidak benar karena semua anggota Senat Fakultas memilih satu persatu di balik suara lalu dihitung bersama-sama”.

Dengan terpilihnya Dekan baru ini “Mudah-mudahan bisa membawa semangat baru untuk melakukan berubahan ke arah yang lebih baik dan menjadikan Fakultas Ushuluddin sebagai gerbong pemikir UIN SGD Bandung”, pungkas Abdul Rozak. [Ibn Ghifarie]

Pemilihan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung periode 2011-2015 yang diikuti oleh empat calon (Abdul Syukur, Ali Masrur, Dodi S Truna dan Rosihon Anwar) dimenangkan Rosihon Anwar dengan meraih seluruh suara anggota Senat Fakultas yang berjumlah 17 di ATB Ponyo, Selasa (14/6) 14.00 wib.

Terpilihnya Rosohon Anwar sebagai Dekan baru  Fakultas Ushuluddin ini dibenarkan oleh Abdul Rozak, Guru Besar Pemikiran Islam “Ya. Prof Rosihon Anwar yang terpilih menjadi Dekan Ushuluddin baru dengan mendapatkan 17 suara angota Senat Fakultas”, tegasnya Beredarnya kabar tentang pemilihan Dekan secara aklamasi ini ditepis oleh Iu Rusliana, anggota Senat Fakultas menjelaskan “Tidak ada aklamasi, dipilih secara rahasia dan tertutup”, katanya.

Ihwal ketidak hadiran calon dalam pemilihan tertutup yang diwakili anggota Senat Fakultas, ia menuturkan “Ketidakhadiran calon lain karena memang tidak ada aturannya calon untuk hadir pas proses pemilihan kecuali anggota Senat”, paparnya.

“Jika calon lain tidak hadir karena mereka bukan anggota Senat Fakultas (Guru Besar, Pimpinan Dekan, Pembatu Dekan, Ketua Jurusan dan yang dipilih mewakili jurusan). Pak Rosihon Anwar hadir sebagai anggota Senat Fakultas (Guru Besar), Pak Dodi S Truna, Abdul Syukur dan Ali Masyrur bukan anggota Senat Fakultas”, tambahnya.

Ia berharap “Insya Allah calon lain juga mengakui bahwa proses pemilihan tadi siang jam 14.00 wib berjalan fair, adil dan baik. Jika didukung bulat itu justru diluar dugaan. Jadi isu aklamasi sama sekali tidak benar karena semua anggota Senat Fakultas memilih satu persatu di balik suara lalu dihitung bersama-sama”.

Dengan terpilihnya Dekan baru ini “Mudah-mudahan bisa membawa semangat baru untuk melakukan berubahan ke arah yang lebih baik dan menjadikan Fakultas Ushuluddin sebagai gerbong pemikir UIN SGD Bandung”, pungkas Abdul Rozak. [Ibn Ghifarie]

Pemilihan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung periode 2011-2015 yang diikuti oleh empat calon (Abdul Syukur, Ali Masrur, Dodi S Truna dan Rosihon Anwar) dimenangkan Rosihon Anwar dengan meraih seluruh suara anggota Senat Fakultas yang berjumlah 17 di ATB Ponyo, Selasa (14/6) 14.00 wib.

Terpilihnya Rosohon Anwar sebagai Dekan baru  Fakultas Ushuluddin ini dibenarkan oleh Abdul Rozak, Guru Besar Pemikiran Islam “Ya. Prof Rosihon Anwar yang terpilih menjadi Dekan Ushuluddin baru dengan mendapatkan 17 suara angota Senat Fakultas”, tegasnya Beredarnya kabar tentang pemilihan Dekan secara aklamasi ini ditepis oleh Iu Rusliana, anggota Senat Fakultas menjelaskan “Tidak ada aklamasi, dipilih secara rahasia dan tertutup”, katanya.

Ihwal ketidak hadiran calon dalam pemilihan tertutup yang diwakili anggota Senat Fakultas, ia menuturkan “Ketidakhadiran calon lain karena memang tidak ada aturannya calon untuk hadir pas proses pemilihan kecuali anggota Senat”, paparnya.

“Jika calon lain tidak hadir karena mereka bukan anggota Senat Fakultas (Guru Besar, Pimpinan Dekan, Pembatu Dekan, Ketua Jurusan dan yang dipilih mewakili jurusan). Pak Rosihon Anwar hadir sebagai anggota Senat Fakultas (Guru Besar), Pak Dodi S Truna, Abdul Syukur dan Ali Masyrur bukan anggota Senat Fakultas”, tambahnya.

Ia berharap “Insya Allah calon lain juga mengakui bahwa proses pemilihan tadi siang jam 14.00 wib berjalan fair, adil dan baik. Jika didukung bulat itu justru diluar dugaan. Jadi isu aklamasi sama sekali tidak benar karena semua anggota Senat Fakultas memilih satu persatu di balik suara lalu dihitung bersama-sama”.

Dengan terpilihnya Dekan baru ini “Mudah-mudahan bisa membawa semangat baru untuk melakukan berubahan ke arah yang lebih baik dan menjadikan Fakultas Ushuluddin sebagai gerbong pemikir UIN SGD Bandung”, pungkas Abdul Rozak. [Ibn Ghifarie]