UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Reward Jurnal Sinta1 Berkunjung ke LN

Bagi pengelola jurnal yang mampu meraih Akreditasi Sinta 1 layak mendapatkan reward, jalan-jalan (berkunjung) ke luar negeri (LN), sama seperti program studi yang mendapatkan akreditasi A Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Demikian janji Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof Dr H Mahmud, M.Si, di hadapan para pejuang jurnal se-UIN SGD dalam kesempatan audiensi di Gedung Rektorat Jl AH Nasution No 105 Bandung, Senin (15/04/2019).

Hadir dalam audiensi Wakil Rektor I Prof H Asep Muhyiddin, M.Ag; Kepala Biro AUPK Drs H Ahmad Luthfi, MM;  Kabag Perencanaan Dra Hj Euis Heni Herlina, M.Pd; Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M Dr Wahyudin Darmalaksana, M.Ag; dan Ketua Rumah Jurnal Dr Agus Ahmad Safei.

Menurut Prof Mahmud, sangat wajar rewarddiberikan kepada orang yang berprestasi, yang mengangkat reputasi UIN SGD Bandung menjadi lebih baik di mata nasional dan internasional. Tentang ortaker jurnal akan dibahas dalam rapat pimpinan, agar jelas struktur dan penganggarannya. Pengelola jurnal bisa saja setara dengan Ketua Jurusan, dan Ketua Rumah Jurnal setara dengan Dekan.

Terkait dengan misi audiensi, Prof Mahmud menginstruksikan Kepala Biro AUPK dan Kabag Perencanaan  agar menganggarkan dana untuk pengadaan server khusus Rumah Jurnal. “Kita beli server baru untuk Rumah Jurnal, agar perjuangan mereka tidak terkendala sarana dan prasarana yang tidak layak,” kata Prof Mahmud, yang saat itu juga didaulat oleh para pejuang jurnal, sebagai pemimpin jurnal se-UIN SGD.

Seperti diketahui, 49 pengelola jurnal yang tergabung dalam Rumah Jurnal UIN SGD menghadapi masalah besar, karena tak bisa akses gara-gara server eror akibat exsess capacity. Dampaknya bisa fatal, terutama bagi jurnal yang sedang proses akreditasi, seperti yang dialami Jurnal Asy-Syariah Fakultas Syariah dan Hukum dan Tadris Kimiya Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Publishing juga menjadi tertunda (tidak sesuai jadwal), author mengalami kesulitan untuk submit, termasuk kenaikan pangkat bisa gagal karena hasil karyanya yang dimuat di jurnal tidak bisa dibuka. Bahkan, proses DOAJ Jurnal Psikologi Islam dan Budaya (JPIB) film juga menjadi tertunda dampak dari server down,” ungkap Dr Yudi –panggilan akrab Dr Wahyudin Darmalaksana.

Menurut Dr Yudi, Rumah Jurnal sedang melakukan percepatan agar jurnal-jurnal di UIN Bandung semuanya terakreditasi Sinta. Itu selaras dengan target Kemenristek Dikti bahwa pada tahun 2020 harus punya 7.000 jurnal  terakreditasi, sekarang baru mencapai 2.000 jurnal. “Kita ikut ambil bagian dalam target Kemenristek Dikti ini. Karenanya, kerja kita tidak boleh  terhambat oleh persoalan server,” kata Dr Yudi, seraya menjelaskan bahwa dari 49 jurnal di UIN SGD, baru 17 yang sudah terakreditasi.

Selain itu, lanjut Dr Yudi, pengelola jurnal UIN SGD cukup membanggakan, karena ada beberapa pengelola yang sudah punya sertifikat Asesor dari Kemenristek Dikti, yaitu Asesor bidang substansi dan bidang tatakelola. “Kiprah dan perjuangan pengelola jurnal luar biasa. Prestasi mereka patut diapresiasi, karena tidak setiap orang mau dan mampu mengelola jurnal,” tambah Dr Yudi.

Mengakhiri audiensi, Dr Yudi mewakili pengelola jurnal mengucapkan terima kasih kepada Rektor UIN SGD beserta rengrengan pimpinan lainnya, karena sudah mengabulkan permohonan para pengelola jurnal. “Kita bakal punya server baru!” ucap Dr Yudi, yang menjadi juru bicara dalam audiensi. (Nanang sungkawa)