UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Resmikan RSM, Rektor Undang Semua Bupati/Walikota

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof Dr H Mahmud, M.Si dalam waktu dekat akan mengundang bupati/walikota se-Jawa Barat dalam acara peresmian Gedung Rumah Susun Mahasiswa (RSM) di Kampus 3 Cileunyi Kabupaten Bandung.

Rencana Rektor ini disampaikan pada saat Serah Terima Pertama (PHO) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Cileunyi, Rabu (20/03/2019). Turut hadir dalam kesempatan itu rengrengan dari PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, Ketua Senat UIN SGD, para Wakil Rektor, Kepala Biro, para Dekan di lingkungan UIN SGD, dan tamu undangan lainnya.

Tujuan mengundang para kepala daerah, lanjut  Prof Mahmud, agar pengembangan Rumah Quran dan proses pendidikannya mendapat dukungan dari para kepala daerah. “Kami berharap para bupati dan walikota juga mengirim utusan putera dan putri terbaiknya untuk menjadi santri di Rumah Quran ini. Mereka akan dicetak menjadi ulama zaman now, yang ahli di bidang agama dilengkapi dengan kemampuan IT yang mumpuni,” jelasnya.

Lahan UIN SGD di Kampus 3 seluas tiga hektare, sehingga masih banyak lahan kosong yang belum dibangun.  “Kami juga memberikan kesempatan atau lahan amal bagi para kepala daerah, dalam bentuk bantuan untuk pengembangan infrastrukturnya,” kata Prof Mahmud, seraya menyampaikan rencananya akan melakukan berbagai kunjungan dan silaturahmi ke para bupati dan walikota se-Jawa Barat.

Mengakhiri sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR dan PT WIKA Bangunan Gedung, yang sudah membangun Rumah Susun Mahasiswa secara permanen. “Mudah-mudahan pembangunan di Kampus 3 ini berkelanjutan,” harapnya.

Perwakilan Direktorat Rumah Khusus Kementerian PUPR,  Ihsan menjelaskan,  rumah susun yang terdiri dari 37 unit ini dikerjakan selama satu tahun. Sepuluh sampai duapuluh tahun ke depan, pembangunannya bisa ditingkatkan ke atas. Mudah-mudah kerjasamanya berkelanjutan,” kata Ihsan, yang didampingi Noor Prihartanto, Manager Project PT WIKA Bangunan Gedung.

Kondisi perbangunan memang belum 100 persen, tapi sudah layak huni. “Pembangunan sudah 99 persen, masih ada perbaikan sedikit-sedikit, tapi sudah bisa dihuni, silakan!” ungkap Ihsan, seraya  menyerahkan kunci gedung kepada Rektor UIN Bandung.[nanang sungkawa]