UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Renungan dari Kematian

Berita kematian seseorang sesungguhnya adalah perenungan bagi yang hidup. Agar kematian seseorang menjadi pelajaran, mari merenungkan 5 hal ini bila kita mendengar kematian seseorang, siapa saja.

Pertama, Apa yang menyebabkan ia mati?
Agar kita hati-hati pada apa saja yang menyebabkan kematian. Syukur penyebabnya positif seperti sakit atau sudah tua. Kalau kecelakaan akan melakukan keburukan? Over dosis obat-obatan? Frustrasi? Bunuh diri?

Kedua, Dimana ia mati?
Agar selalu berhati-hati kita berada dimana? Syukur bila di tempat yang mulia seperti masjid, pengajian, sekolah, rumah sakit. Bila di diskotik? di tempat perjudian? di jalan raya sedang mabuk atau kebut-kebutan? atau tempat-tempat kotor lain.

Ketiga, Sedang apa ketika ia mati?
Agar hati-hati pada apa yang kita lakukan setiap hari. Mati sedang ibadah? Sedang bekerja? Sedang mencari ilmu? Sedang mengejar prestasi? Atau sedang main suka cita sambil meninggalkan shalat? sedang pesta? Sedang mabuk? sedang marah-marah? Sedang frustrasi? Sedang melakukan keburukan/kejahatan?

Keempat, Apa yang ditinggalkannya setelah mati?
Agar hati pada apa yang kita lakukan semasa hidup. Apa yang kita tinggalkan? Nama baik? Nama buruk? Orang gembira atau bersyukur atas kematian kita? Atau jeritan tangis dan derai air mata kehilangan?

Kelima, Apa yang dibawanya setelah mati?
Amal buruk? Amal Baik? Tumpukan dosa atau tabungan pahala?