UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Rektor UIN SGD Bandung Lantik 1.428 Lulusan pada Wisuda ke-76

Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS, Ketua Senat Universitas membuka acara Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-76 lulusan Program Diploma dan Sarjan UIN SGD Bandung yang berlangsung di Aula Anwar Musaddad, Minggu (06/10/19).

Dalam sambutanya, Prof. Nanat menuturkan, puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah swt., berkat taufiq dan hidayah-Nya, kita bersama dapat berkumpul di Aula Anwar Musadad ini dalam rangka wisuda program diploma (D-III) dan sarjana (S1) UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun akademik 2019/2020, yang berjumlah 1.428 orang.

Selanjutnya, kami atas nama keluarga besar Senat Universitas UIN SGD Bandung menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan/wisudawati dan para orang tua/wali wisudawan/wisudawati yang sebentar lagi dilantik, dan telah berhasil mencapai jenjang pendidikan tinggi program diploma dan sarjana.

“Setelah lulus dari UIN SGD Bandung, tugas saudara berikutnya adalah mengabdi kepada Masyarakat, untuk mendapatkan Ridha Allah swt., mengamalkan ilmu yang saudara dapatkan dari bangku kuliah, dan kini saudara sudah menyandang gelar kesarjanaan, sebagai cendikiawan muslim yang ulul albab, memadukan antara dzikir dan fikir, mampu berfikir mendalam, substansial, dan peduli dengan problem yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Kita tentu patut berbangga dan bersyukur kepada Allah swt, serta menyampaikan apresisasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh UIN SGD Bandung terutama pada masa kepemimpinanya.

Pertama, September 2019, UIN SGD Bandung menerima penghargaan sebagai PTKIN Terbaik bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah dari Kementerian Agama RI. Kedua, Maret 2019 UIN Sunan Gunung Djati Bandung meraih Nilai “A” (Unggul) Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT); Kedua, Jika pada 2015 hanya memiliki 4 Prodi terakreditasi A, maka kini (Mei 2019) UIN Bandung telah memiliki 20 Prodi terakreditasi A. “Ini artinya naik sebesar 550% dan merupakan pencapaian yang luar biasa,” tandasnya.
Ketiga, Tahun 2018 perpustakaan UIN Bandung menjadi satu-satunya perpustakan di lingkungan PTAKIN yang terakreditasi “A” oleh Perpustakaan Nasional RI. Keempat, tahun 2018, tercatat Mahasiswa berprestasi, juara hafidz Al-Quran tingkat International. Kelima, Sampai dengan Agustus 2019, terdapat 23 Jurnal ilmiah yang terakreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Kita berdo’a mudah-mudahan ke depan UIN Sunan Gunung Djati Bandung lebih maju lagi, sehingga tercapai apa yang telah ditetapkan dalam visi misinya. Amiin,” jelasnya.

Selanjutnya, kami atas nama Senat Universitas UIN SGD Bandung berpesan kepada para wisudawan/wisudawati. “Jaga terus nama baik almamater dimana saja sudara berada, dengan nilai-nilai akhlak karimah. Hendaknya saudara-saudara menjadi orang yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat dengan membaktikan diri melakukan perubahan masyarakat kearah yang lebih maju, adil, makmur, sejahtera menuju Ridha Allah Swt.,” pesannya.

Prof Nanat menegaskan, “Hendaknya sudara menjadi suri tauladan yang baik. Jadilah pembuka lapangan pekerjaan, menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) handal, hindari menjadi seorang pencari kerja kesanakemari tanpa ujung. Berbuatlah apa yang bisa dilakukan dan bermanfaat bagi umat, bangsa dan Negara. Rasulullah saw., bersabada, Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada mansuia lainnya,” sambungnya.

Baginya, dalam menghadapi hiruk pikuk dan problem bangsa saat ini, “hendaknya Saudara juga dapat berfikir jernih, arif dan bijak. Sehingga, tidak menjadi bagian dari masalah, akan tetapi justru menjadi bagian dari solusi yang dihadapi bangsa,” paparnya.

Bapak Rektor yang kami hormati, para wisudawan/wisudawati yang kami banggakan, dengan mengucap Bismillahirrahamaanirrahim, Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda program diploma dan sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang Ke-76, tahun akademik 2019/2020, secara resmi dibuka.

Kami persilahkan kepada Bapak Rektor Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si untuk memimpin prosesi acara Wisuda ini selanjutnya.

Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, melantik 1.428 lulusan pada Wisuda ke-76 yang berasal dari : Fakultas Ushuluddin 183 orang; Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 343 orang; Fakultas Syari’ah dan Hukum 157 orang; Fakultas Dakwah dan Komunikasi 211 orang; Fakultas Adab dan Humaniora 148 orang; Fakultas Psikologi 42 orang; Fakultas Sains dan Teknologi 137 orang; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 207 orang.

Rektor Rektor mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua, para dosen dan civitas akademika UIN SGD Bandung yang telah berhasil menghantarkan anak didiknya meraih gelar sarjana.
“Kepada Dekan Ushuluddin, saya mengucapkan terima kasih atas diwisudanya satu lulusan yang Hafiz Quran 30 Juz, Muhammad Anis Fuadi, S.Ag, jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Juga kepada Prof. Dr. H. M. Anton Athoillah, MM, yang berhasil mengantarkan anaknya meraih IPK tertinggi, Bening Fathima Rabbaniya A. S.E. Mudah-mudahan menjadi kader yang dapat membanggakan orang tua dan kampus tercinta,” tegasnya.

Menurutnya, untuk meraih kesuksesan itu diperlukan ikhtiar lahir-batin dengan menghormati kepada kedua orang tua dan berbakti kepada guru, dosen. “Ibarat roda dalam kendaraan, antara ban di roda depan dan belakang harus sejalan, beriringan, sehingga keduanya sama-sama berhasil sampai ketempat tujuan. Untuk itu, saya titip kedua potensi yang mengedepankan ikhtiar lahir-batin itu tidak bisa dipisahkan, seperti halnya ban kendaraan, satu kempes tidak bisa berjalan dengan lancar, mulus sampai tujuan. Jadi keduanya harus beriringan, sejalan dalam meraih kesuksesan,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, “izinkan saya bercerita pada saat daftar kuliah ke IAIN Ciputat dan IAIN Cipadung. Waktu itu, pada saat mendaftar dan mengikuti tes. Ada satu hari, rabu karena Selasa-Rabu tes di Ciputat dan Rabu-Kamis di Cipadung, yang mengharuskan saya untuk memilih ujian antara Ciputat atau Cipadung.

Setelah bercerita kepada kedua orang tua dan menyarankan untuk pergi ke kiyai dalam menentukan pilihan ini. Sambil terus melakukan sholat istikharah. Kata kiyai, setelah shalat subuh temuai saya. Beres sholat subuh, Kiyai belum memberikan saranya. Sambil berjalan ke rumah kiyai, saya memberanikan diri untuk menanyakan saran dan keputusanya. Kata kiyai, pergilah ke Bandung. Karena takzim kepada kiyai, maka saya pergi ke Bandung untuk mengikuti tes di IAIN. Alhamdulillah lulus dan diterima.

Hari ini saya temukan jawaban kiyai. Jika tidak mengikuti saran kiyai, tidak mungkin saya bisa berdiri di hadapan wisudawan dan menjadi Rektor. Oleh karena itu, ikhtiar lahir-batin harus terus dilakukan dan dilanjutkan dengan cara menghormati kepada kedua orang tua serta berbakti kepada guru, dosen yang telah menjadikan kita berhasil meraih gelar sarjana,” pesannya.

Rektor menetapkan wisudawa peraih pujian dengan IPK tertinggi sebanyak 41 lulusan dan 1 wisudawan yang hafal 30 juz Al-Quran.

Berikut ini daftar 10 IPK tertinggi:

  • Miska Unil Ilma, S.Pd, jurusan Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3,93
  • Gina Amaliyah Solihah, S.Pd, jurusan Pendidikan Bahasa Arab dengan IPK 3, 93
  • Suherman, S.Hum, jurusan Sejarah dan Perabadan Islam dengan IPK 3,92
  • Nurlaela Sari, S.Pd, jurusan Manajemen Pendidikan Islam dengan IPK 3,92
  • Nida Labibah, S,H, jurusan Hukum Keluarga dengan IPK 3,91
  • Siti Habibah, S.Sos, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan IPK 3,91
  • Rizki Zakwadin, S.Pd, jurusan Pendidikan Fisika dengan IPK 3,89
  • Okeu Irwandi Widjaya, S.Hum, jurusan Sastra Inggris dengan IPK 3,89
  • Mohammad Aqil Baihaqi, S.Ag, jurusan Tasawuf dan Psikoterapi dengan IPK 3,88
  • Vini Zulva Nurhadiyani, S.Sos, jurusan Sosiologi dengan IPK 3,88
  • Muhammad Anis Fuadi, S.Ag, jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir, lulusan berprestasi bidang tahfidz Quran 30 juz

Sumber, Warta Senin, 07 Oktober 2019 – 01:21