UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Rektor: UIN Harus Lahirkan Ulama yang Intelektual

[www.uinsgd.ac.id] UIN Bandung harus mempersiapkan ulama yang intelektual. Saya kira Fakultas Ushuludin sudah mempersiapkan itu. Ulama intelektual diarahkan pada pengembangan dan pemahaman tentang Ahlusunnah Wal Jamaah.

Rektor UIN Bandung menyampaikan pesan tersebut kepada 33 peserta program beasiswa Kemenag Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Banding, Kamis (22/08/2013) di Aula Al-Jamiah.

Menurut Rektor, faham Alhussunah Waljamaah bukan hanya milik satu ormas tertentu, seperti Muhammadiyyah atau Nahdlatul Ulama. Namun milik semua orang.

“UIN Bandung ke depan harus melahirkan ulama intelektual dan intelektual yang ulama diarahkan pada pemahaman ahlussunah waljamaah. Walau demikian di UIN Bandung memungkinkan adanya faham lain seperti Komunis, tetapi itu hanya untuk difahami saja bukan untuk diimpelementasikan,”ujarnya.

Ia juga merasa takjub terhadap perkembangan syiah di Dunia karena Syiah ditakuti oleh Rezim Amerika. “di UIN Bandung juga memungkinkan adanya faham Syiah, dan saya kira Syiah itu hebat dan lebih baik. Dari sekian banyak aliran syiah, ada syiah yang baik. coba saja lihat, Amerika saja takut sama syiah,”tambahnya.

“Oleh karena itu saya kira, bagaimana mengembangkan ulama yang intelektual dan intelektual yang ulama, faham Alhlussunah waljamaah harus lebih difahami. Di tengah globalisasi kita harus berani. Jangan sampai Islam didiskriminasi. Coba lihat Mesir. Kenapa jika Islam manggung didiskriminasi sedangkan jika Yahudi terguling seolah terjadi kudeta.”tegasnya.

Untuk melahirkan kader bangsa, Ia berharap bahwa arah UIN ke depan harus melahirkan ulama yang intelektual.

Pada akhir sambutannya Rektor mengucapkan selamat datang kepada para santriwan dan santriwati yang berasal dari berbagai daerah di Seluruh Indonesia. Ia berpesan agar mereka dapat belajar sungguh-sungguh, harus cerdas dengan pendekatan kepada Allah serta hafal surat-surat sebanyak minimal 4 juz.

“Mari kita jaga atmosfer yang kita bangun, yaitu menciptakan intelektual yang ulama dan ulama yang intelektual agar bisa mencetak kader bangsa ke depan,”pungkasnya.

Menurut Iu Rusliana, staf pengajar Fakultas Ushuludin. Program khusus ini merupakan program nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

“Program ini sudah berjalan lima tahun, hanya untuk UIN Bandung baru kebagian sekarang, dan itu untuk hanya untuk jurusan tasawuf Psikoterapi. Di UIN yang lain berbeda-beda programnya ada yang kedokteran, Sosial, Syariah dan lain sebagainya,”ujarnya.

Ke 33 santriwati yang diseleksi secara nasional ini mendapatkan beasiswa pendidikan secara penuh sampai tamat.”Mereka juga mendapatkan living cost. Sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar mereka akan mendapatkan pembekalan selama seminggu,”tambahnya.***[dudi]