UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Rektor, Targetkan 200 PTAIS

[www.uinsgd.ac.id] Rektor UIN SGD Bandung yang sekaligus Koordinator Kopertais Wilayah II Jabar Banten, Prof. Dr. H. Deddy Ismatullah, SH., M. Hum. akan meningkatkan jumlah Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) pada tahun depan menjadi 200, yang kini jumlahnya hanya 105 perguruan tinggi. Ini salah satu program penguatan akademik dalam rangka merespons animo masyarakat yang semakin meningkat terhadap perguruan tinggi agama, sekaligus menjawab perubahan zaman yang semakin maju dan berkembang.

“Peningkatan kuantitas tentu harus dibarengi kualitas. Selain bisa menyerap aspirasi dan animo masyarakat, juga mampu menghasilkan lulusan yang berintelektual tinggi dan berakhlak baik, sehingga dapat memberikan kepuasan bagi masyarakat,” jelas Rektor dalam Workshop “Penguatan dan Pengembangan Kurikulum PTAIS” se-Jabar Banten di Jatinangor, Sabtu (31/8).

Ada empat unsur yang wajib ada dalam kurikulum PTAIS, menyangkut kebahasaan terutama bahasa Arab dan Inggris, tentang Pancasila, ilmu eksak, dan agama. “Kita hidupkan terus nilai-nilai Pancasila karena di dalamnya mengandung banyak ilmu, antara lain ilmu hukum, sosiologi, dan segala hal yang menyangkut aspek kehidupan. Jangan sampai nilai-nilai luhur Pancasila ada negara kita, yang mengamalkannya justru warga negara lain,” tegasnya.

Ia berharap PTAIS juga menjadi perisai nilai-nilai agama di masing-masing daerah di Jabar dan Banten. “Karena penyebarannya hingga ke pelosok-pelosok, ditambah dengan kepiawaian pengelolaan PTAIS, saya yakin akan bisa menangkal berbagai aliran yang merusak tatanan kehidupan keberagamaan,” jelasnya.

Tanpa menghilangkan struktur Kurikulum Nasional, PTAIS juga harus pandai memodifikasi program akademik sehingga punya warna yang khas dan berbeda, namun tetap berorientasi pada mutu. Diperlukan optimalisasi program akademik dan menuntut kemampuan marketing hingga mampu menarik target pasar. “Jadi PTAIS harus punya ciri khas. Produk akademisnya ada yang kuat di bidang fiqh, tasawuf, syariah, bahasa, dan sebagainya,” jelasnya.

Menyinggung peningkatan kuantitas PTAIS, Sekretaris Kopertais II Jabar Banten, Drs. Tamami, M.Ag., mengharapkan pihak yayasan pengelola PTAIS mampu berinvestasi dan mau berkorban agar PTAIS yang dikelolanya selain tetap eksis juga mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain, tidak asal-asalan.

“Jangan asal eksis, pendirian PTAIS harus mempertimbangkan aspek penting, terutama masalah dana operasional. Guna peningkatan mutu akademis tadi dibutuhkan biaya operasional minimalnya untuk honor dosen, ATK, penelitian, sarana prasarana, pengembangan SDM dan kemahasiswaan,” jelasnya.

Jadi, kata Tamami, selain yayasannya harus kuat juga piawai dalam menjalin kemitraan dengan pemerintah atau lembaga-lembaga lainnya. “Semua ini diarahkan untuk peningkatan kualitas. Sekalipun biaya masuk dan biaya bulanannya tinggi, kalau berkualitas, swasta tetap akan dibanjiri mahasiswa,” pungkasnya. [Nanang, Dudi, Ibn Ghifarie]