UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Rektor Menjamin, Opak 2014 Bebas Perpeloncoan

[www.uinsgd.ac.id] Sebanyak 5.536 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Kamis (28/8), mengikuti kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik (Opak) di kampus UIN SGD Bandung, Jln. A.H. Nasution, Bandung. Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Deddy Ismatullah, S.H., M.Hum. menjamin pelaksanaan Opak ini bersih dari aksi perpeloncoan.

“Saya jamin di sini tidak ada sistem perpeloncoan karena kita mengedepankan etika dan akhlak karim,” kata Deddy saat ditemui “GM” usai pelaksanaan sidang senat terbuka dalam rangka Pene­rimaan dan Opak Mahasiswa Baru UIN SGD Bandung tahun 2014 di Jln. A.H. Nasution, Bandung, kemarin.

Ia menyatakan, pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh dekan atau tiap-tiap fakultas untuk meng­awasi para mahasiswanya saat melakukan Opak kepada mahasiswa baru. “Kami telah berembuk dengan dekan dan setiap fakultas agar menjauhi sistem perpeloncoan yang dapat membekas kepada setiap mahasiswa,” kata Dedi.

Dedi pun meminta agar mahasiswa baru mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan orangtua, yakni menjadi generasi penerus yang memiliki kemampuan optimal baik fisik maupun psikis. Sehingga mereka bisa menjadi kebanggaan orangtua, masyarakat, bangsa, dan negara.

Oleh karena itu, Rektor UIN Bandung mengharapkan mahasiswa UIN SGD Bandung memiliki 4 kompetensi yakni hapal Alquran (minimal 3 juz), menguasai teknologi informasi/komputer, menguasai bahasa Arab dan Inggris, serta menguasai bacaan kitab kuning.

“Bila empat kompetensi tersebut disandang, para lulusan mampu berkiprah di masyarakat yang kian kompetitif,” kata Dedi.

Minat

Mengenai minat calon mahasiswa untuk kuliah di UIN SGD Bandung, ia menyebutkan, kini semakin tinggi. Dengan begitu daya saing mahasiswa kini semakin ketat dan lebih selektif. Seiring dengan hal itu, mahasiwa yang akan menyelesaikan program studi wajib untuk menjadi hafiz (hafal Quran) minimal 3 juz untuk umum dan untuk jurusan agama 10 juz.

Dengan adanya aturan itu, lanjut Deddy, sejak tiga tahun terakhir ini calon mahasiswa UIN SGD Bandung kian membeludak. “Saat ini total pendaftar mencapai 55 ribu peserta dengan kuota yang diterima 5 ribu mahasiswa baru,” jelasnya.

Ketua Panitia Opak UIN SGD, Dani Hamdani mengatakan, 5.536 mahasiswa baru mengikuti kegiatan Opak, yang menjadi suatu keharusan setiap mahasiswa baru. “Mereka wajib mengikuti Opak sesuai agenda yang telah disusun,” kata Dani.

Menyinggung adanya rasa khawatir terjadi tindakan perpeloncoan dari para seniornya, Dani menyatakan, pihaknya beserta para peng­urus mahasiswa di setiap fakultas melakukan koordinasi dan pemantauan.

“Bila ada yang mengarah pada tindakan perpeloncoan tentu akan kami hentikan,” kata Dani. (B.46)**

Sumber, Galamedia 29 Agustus 2014.