UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Rektor: KKM UIN Harus Selesaikan Masalah Masyarakat

[www.uinsgd.ac.id] Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung dilaksanakan mulai 21 Januari. Para peserta bertolak dari pangkalan bus Mayasari, Senin (21/01/2013) didampingi oleh panitia dan pembimbing. 50-an bis mengantarnya menuju Gor Merdeka Sukabumi. Ribuan mahasiswa tersebut disambut oleh Wakil Walikota Sukabumi Mulyono. Serah terima 2494 mahasiswa dilakukan langsung oleh Rektor Prof. Dr. H. Dedy Ismatullah, SH., M.Hum.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Para Pembantu Rektor, Dekan Fakultas, Ketua LPM, Karo Akademik, serta panitia KKM lainnya. Dari unsur pemerintahan turut hadir para unsur Muspida, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi Vertikal, para Camat, unsur Muspika, para Lurah, para Dosen Pembimbing UIN SGD Bandung, dan undangan lainnya seperti ditulis situs Kota Sukabumi.

Rektor menyatakan alasan, kenapa KKM tahun ini dilaksanakan di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Pertimbangan dan kebijakan pihaknya karena Kota Sukabumi berhasil menjalankan pemerintahan yang religius, yakni pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi.

Prof. Dedi Ismatullah mengatakan kegiatan KKM ini merupakan aplikasi penerapan ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah kepada masyarakat. Selain itu, peserta KKM dituntut bisa menjadi pusat pelayanan yang berkualitas dan menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Ia berharap bahwa  mahasiswa memperdayakan masyarakat menuju pembangunan yang lebih baik di bidang pendidikan maupun pelayanan jasa.

Seperti diberitakan oleh Radar Sukabumi, penempatan KKM untuk kota Sukabumi, sebanyak 350 mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung disebar di 19 kelurahan dari tujuh kecamatan. Sementara sisanya sekitar dua ribu lebih di wilayah Kabupaten Sukabumi yang disebar di 40 kecamatan.

Dedi menambahkan, prinsip KKM ini merupakan proses pembelajaran untuk mahasiswa di tengah pergaulan masyarakat agar lebih dewasa dalam berfikir dan bertindak. “Dengan memiliki modal dasar ilmu sesuai jurusannya dan juga pengetahuan agama dan sosial keagaamaan, kedatanggan kami harus memberikan manfaat bagi Masyarakat”, pungkasnya.

Terkait program UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dedi Ismatullah meminta kepada Pemerintah Kota Sukabumi untuk menyediakan jatah umroh bagi 5 (lima) mahasiswa UIN Bandung yang hafal Al Quran 15 juz. “Saya minta kepada Pemkot Sukabumi untuk sanggup memberikan jatah umroh bagi lima mahasiswa UIN yang hafal Al Quran 15 juz,” pintanya kepada Wakil Walikota Sukabumi H. Mulyono.

Lebih lanjut Rektor mengatakan, pihaknya menggratiskan masuk kuliah bagi calon mahasiswa yang bisa hafal Al Quran 5 juz dan bagi yang hafal 30 Juz akan diberangkatkan haji ke tanah suci. “Alhamdulillah saat ini sudah ada 100 orang mahasiswa yang hafal Al Quran 15 juz dan siap untuk diberangkatkan umroh dari beberapa pemerintah daerah di Jawa Barat,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., seperti ditulis situs Kota Sukabumi, mengucapkan terima kasih kepada segenap civitas akademika, khususnya kepada Rektor UIN SGD Bandung, yang melakukan KKM khususnya di Kota Sukabumi. Ia berharap, dengan adanya KKM, dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan, sekaligus memberdayakan warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya dalam mewujudkan Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Pemerintah Kota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

“Intinya kami menerima mereka untuk melakukan KKM di Kota Sukabumi, sehingga mereka bisa menyalurkan ilmu yang dipelajari selama berada di bangku kuliah,” ungkapnya.

Menurut Ridwan, mahasiswa prodi Hubungan masyarakat, anggota kelompok 181 KKM 2013, mengatakan, tidak semua peserta ikut menghadiri serah terima peserta, sebagian langsung berangkat ke lokasi.***[dudi]