UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Refleksi Akhir Tahun dan Doa Untuk Bangsa

[uinsgd.ac.id] Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, berorasi dalam acara Diskusi Refleksi Akhir Tahun dan Doa Untuk Bangsa di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (24/12). Acara yang mengusung tema “Apa kabar Indonesia” ini terselenggara  berkat kerjasama Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Sema Fidkom) bersama Lingkar Santri Nusantara. Ketua DPRD provinsi Jawa barat, Irfan Suryanegara, turut hadir sebagai pembicara dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 470 peserta ini.Ateng Mulyana, mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester tujuh selaku ketua pelaksana Diskusi Refleksi Akhir tahun dan Doa Untuk Bangsa, mengakui  acara tersebut memang sengaja diadakan sebelum tahun baru yang hanya berjarak satu minggu lagi.  “Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk memberikan pemahaman terhadap teman-teman mahasiswa. Dengan adanya pemahaman-pemahaman itu teman-teman bisa tercerahkan untuk menghadapi tahun mendatang, kita punya gagasan atau ide, langkah strategis dilakukan untuk ke depan itu seperti apa, karena pada dasarnya sifat manusia itu untuk berusaha agar menjadi lebih baik. Saya apresiasi sekali kepada peserta yang ditargetkan 300 orang yang hadir ternyata 470 orang,” ungkap Ateng saat diwawancara.Acara dibuka dengan diskusi bersama Irfan Suryanegara mengenai apa kabar Jawa Barat. Ia mengevaluasi program kerja yang sudah dilaksanakan selama tahun 2011, serta menjelaskan fungsi DPRD Jawa Barat yang mempunyai tiga tugas besar yaitu sebagai Legislatif, Budgeting dan Controlling. Ia juga optimis provinsi Jawa Barat bisa bebas dari korupsi. “Mari bersama-sama memberikan kontribusi secara langsung, kita yakin Jawa Barat bisa bebas dari korupsi. Berantas korupsi mulai dari diri sendiri. Jangan mengajari atau mencoba merubah orang lain jika diri sendiri tidak mau berubah,” ujarnya.Diskusi berjalan dengan interaktif dan ramai. Satu persatu peserta diskusi bersama moderator dan pembicara mengungkapkan pendapatnya tentang kondisi Jawa Barat saat ini berkaitan mengenai fasilitas-fasilitas umum, lingkungan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), anggaran-anggaran yang akan dikeluarkan DRPD Provinsi Jawa Barat di 2012 dan juga kasus korupsi para pejabat daerah di Jawa Barat.Di akhir diskusi, Irfan berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk selalu menjaga idealismenya. “Semangat dan idealisme harus dipertahankan sampai kapanpun, karena itu merupakan salah satu modal untuk mahasiswa,” jelasnya.Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, tampil di akhir acara. Ia berorasi selama sekitar 20 menit mengenai Apa kabar Indonesia yang banyak membahas mengenai situasi kebangsaan kita saat ini yang sedang mengalami banyak pergolakan, diwarnai banyak aksi kekerasan, kembalinya primodialisme atas nama suku dan atas nama agama, serta semakin pudarnya nilai-nilai gotong royong dan sopan santun dalam keseharian bangsa ini.“Kita sebagai bagian dari masyarakat, termasuk dunia kampus, tergerak dan terpanggil untuk kembali merajut ulang bendera persatuan kita, kembalikan pula nilai-nilai tenggang rasa yang sekarang semakin pudar. Jika diberikan pertanyaan mengenai apa kabar Indonesia saya akan menjawab Indonesia akan baik-baik saja, tak perlu kita pertaruhkan keutuhan negeri ini, yang kita harus lakukan sekarang adalah kita harus merawat demokrasi yang telah kita rajut,” ungkapnya.Respon positif mengenai acara ini dilontarkan oleh Ahmad Riyadi Leky selaku Ketua Dewan Imamah Mahasiswa (DIM) yang hadir sebagai peserta. Dewan Imamah Mahasiswa adalah sebutan khusus di Jurusan Syiasah UIN SGD untuk menyebut organisasi mahasiswa tingkat jurusan yang biasa disebut HMJ. Menurutnya, dari acara Diskusi Refleksi Akhir Tahun dan Doa Untuk Bangsa ia bisa mengetahui bagaimana DPRD dan DPR RI sebagai lembaga legislatif itu mampu mengakomodir seluruh aspirasi-aspirasi yang berkembang di masyarakat.“Acara hari ini substansinya saya rasa sangat bagus yah, artinya pemikiran mahasiswa juga ikut dilibatkan mengenai hal perumusan anggaran dan undang-undang, yang akan ditawarkan di 2012. Panitia sangat bagus sekali mendatangkan orang dari DPRD Jawa Barat sampai dari DPR RI pusat,” ungkapnya saat ditemui seusai acara.“Saya sangat tertarik sekali dengan pemateri yang pertama yaitu Pak Irfan, dia sangat respect, mungkin karena dia dulu mantan aktivis, Dia bagus dalam prolognya. Tapi yang jadi permasalahan adalah mahasiswa jangan terjebak pada onani wacana yang dikeluarkan, karena kita harus memiliki analisis yang panjang mengenai substansi kerja DPR itu seperti apa jangan hanya sebatas mendengarkan janji-janji yang mereka berikan,” ujar Ahmad diakhir wawancara.[]Riska Amelia, David, Salman-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, berorasi dalam acara Diskusi Refleksi Akhir Tahun dan Doa Untuk Bangsa di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (24/12). Acara yang mengusung tema “Apa kabar Indonesia” ini terselenggara  berkat kerjasama Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Sema Fidkom) bersama Lingkar Santri Nusantara. Ketua DPRD provinsi Jawa barat, Irfan Suryanegara, turut hadir sebagai pembicara dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 470 peserta ini.Ateng Mulyana, mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester tujuh selaku ketua pelaksana Diskusi Refleksi Akhir tahun dan Doa Untuk Bangsa, mengakui  acara tersebut memang sengaja diadakan sebelum tahun baru yang hanya berjarak satu minggu lagi.  “Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk memberikan pemahaman terhadap teman-teman mahasiswa. Dengan adanya pemahaman-pemahaman itu teman-teman bisa tercerahkan untuk menghadapi tahun mendatang, kita punya gagasan atau ide, langkah strategis dilakukan untuk ke depan itu seperti apa, karena pada dasarnya sifat manusia itu untuk berusaha agar menjadi lebih baik. Saya apresiasi sekali kepada peserta yang ditargetkan 300 orang yang hadir ternyata 470 orang,” ungkap Ateng saat diwawancara.Acara dibuka dengan diskusi bersama Irfan Suryanegara mengenai apa kabar Jawa Barat. Ia mengevaluasi program kerja yang sudah dilaksanakan selama tahun 2011, serta menjelaskan fungsi DPRD Jawa Barat yang mempunyai tiga tugas besar yaitu sebagai Legislatif, Budgeting dan Controlling. Ia juga optimis provinsi Jawa Barat bisa bebas dari korupsi. “Mari bersama-sama memberikan kontribusi secara langsung, kita yakin Jawa Barat bisa bebas dari korupsi. Berantas korupsi mulai dari diri sendiri. Jangan mengajari atau mencoba merubah orang lain jika diri sendiri tidak mau berubah,” ujarnya.Diskusi berjalan dengan interaktif dan ramai. Satu persatu peserta diskusi bersama moderator dan pembicara mengungkapkan pendapatnya tentang kondisi Jawa Barat saat ini berkaitan mengenai fasilitas-fasilitas umum, lingkungan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), anggaran-anggaran yang akan dikeluarkan DRPD Provinsi Jawa Barat di 2012 dan juga kasus korupsi para pejabat daerah di Jawa Barat.Di akhir diskusi, Irfan berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk selalu menjaga idealismenya. “Semangat dan idealisme harus dipertahankan sampai kapanpun, karena itu merupakan salah satu modal untuk mahasiswa,” jelasnya.Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, tampil di akhir acara. Ia berorasi selama sekitar 20 menit mengenai Apa kabar Indonesia yang banyak membahas mengenai situasi kebangsaan kita saat ini yang sedang mengalami banyak pergolakan, diwarnai banyak aksi kekerasan, kembalinya primodialisme atas nama suku dan atas nama agama, serta semakin pudarnya nilai-nilai gotong royong dan sopan santun dalam keseharian bangsa ini.“Kita sebagai bagian dari masyarakat, termasuk dunia kampus, tergerak dan terpanggil untuk kembali merajut ulang bendera persatuan kita, kembalikan pula nilai-nilai tenggang rasa yang sekarang semakin pudar. Jika diberikan pertanyaan mengenai apa kabar Indonesia saya akan menjawab Indonesia akan baik-baik saja, tak perlu kita pertaruhkan keutuhan negeri ini, yang kita harus lakukan sekarang adalah kita harus merawat demokrasi yang telah kita rajut,” ungkapnya.Respon positif mengenai acara ini dilontarkan oleh Ahmad Riyadi Leky selaku Ketua Dewan Imamah Mahasiswa (DIM) yang hadir sebagai peserta. Dewan Imamah Mahasiswa adalah sebutan khusus di Jurusan Syiasah UIN SGD untuk menyebut organisasi mahasiswa tingkat jurusan yang biasa disebut HMJ. Menurutnya, dari acara Diskusi Refleksi Akhir Tahun dan Doa Untuk Bangsa ia bisa mengetahui bagaimana DPRD dan DPR RI sebagai lembaga legislatif itu mampu mengakomodir seluruh aspirasi-aspirasi yang berkembang di masyarakat.“Acara hari ini substansinya saya rasa sangat bagus yah, artinya pemikiran mahasiswa juga ikut dilibatkan mengenai hal perumusan anggaran dan undang-undang, yang akan ditawarkan di 2012. Panitia sangat bagus sekali mendatangkan orang dari DPRD Jawa Barat sampai dari DPR RI pusat,” ungkapnya saat ditemui seusai acara.“Saya sangat tertarik sekali dengan pemateri yang pertama yaitu Pak Irfan, dia sangat respect, mungkin karena dia dulu mantan aktivis, Dia bagus dalam prolognya. Tapi yang jadi permasalahan adalah mahasiswa jangan terjebak pada onani wacana yang dikeluarkan, karena kita harus memiliki analisis yang panjang mengenai substansi kerja DPR itu seperti apa jangan hanya sebatas mendengarkan janji-janji yang mereka berikan,” ujar Ahmad diakhir wawancara.[]Riska Amelia, David, Salman-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, berorasi dalam acara Diskusi Refleksi Akhir Tahun dan Doa Untuk Bangsa di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (24/12). Acara yang mengusung tema “Apa kabar Indonesia” ini terselenggara  berkat kerjasama Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Sema Fidkom) bersama Lingkar Santri Nusantara. Ketua DPRD provinsi Jawa barat, Irfan Suryanegara, turut hadir sebagai pembicara dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 470 peserta ini.Ateng Mulyana, mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester tujuh selaku ketua pelaksana Diskusi Refleksi Akhir tahun dan Doa Untuk Bangsa, mengakui  acara tersebut memang sengaja diadakan sebelum tahun baru yang hanya berjarak satu minggu lagi.  “Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk memberikan pemahaman terhadap teman-teman mahasiswa. Dengan adanya pemahaman-pemahaman itu teman-teman bisa tercerahkan untuk menghadapi tahun mendatang, kita punya gagasan atau ide, langkah strategis dilakukan untuk ke depan itu seperti apa, karena pada dasarnya sifat manusia itu untuk berusaha agar menjadi lebih baik. Saya apresiasi sekali kepada peserta yang ditargetkan 300 orang yang hadir ternyata 470 orang,” ungkap Ateng saat diwawancara.Acara dibuka dengan diskusi bersama Irfan Suryanegara mengenai apa kabar Jawa Barat. Ia mengevaluasi program kerja yang sudah dilaksanakan selama tahun 2011, serta menjelaskan fungsi DPRD Jawa Barat yang mempunyai tiga tugas besar yaitu sebagai Legislatif, Budgeting dan Controlling. Ia juga optimis provinsi Jawa Barat bisa bebas dari korupsi. “Mari bersama-sama memberikan kontribusi secara langsung, kita yakin Jawa Barat bisa bebas dari korupsi. Berantas korupsi mulai dari diri sendiri. Jangan mengajari atau mencoba merubah orang lain jika diri sendiri tidak mau berubah,” ujarnya.Diskusi berjalan dengan interaktif dan ramai. Satu persatu peserta diskusi bersama moderator dan pembicara mengungkapkan pendapatnya tentang kondisi Jawa Barat saat ini berkaitan mengenai fasilitas-fasilitas umum, lingkungan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), anggaran-anggaran yang akan dikeluarkan DRPD Provinsi Jawa Barat di 2012 dan juga kasus korupsi para pejabat daerah di Jawa Barat.Di akhir diskusi, Irfan berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk selalu menjaga idealismenya. “Semangat dan idealisme harus dipertahankan sampai kapanpun, karena itu merupakan salah satu modal untuk mahasiswa,” jelasnya.Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, tampil di akhir acara. Ia berorasi selama sekitar 20 menit mengenai Apa kabar Indonesia yang banyak membahas mengenai situasi kebangsaan kita saat ini yang sedang mengalami banyak pergolakan, diwarnai banyak aksi kekerasan, kembalinya primodialisme atas nama suku dan atas nama agama, serta semakin pudarnya nilai-nilai gotong royong dan sopan santun dalam keseharian bangsa ini.“Kita sebagai bagian dari masyarakat, termasuk dunia kampus, tergerak dan terpanggil untuk kembali merajut ulang bendera persatuan kita, kembalikan pula nilai-nilai tenggang rasa yang sekarang semakin pudar. Jika diberikan pertanyaan mengenai apa kabar Indonesia saya akan menjawab Indonesia akan baik-baik saja, tak perlu kita pertaruhkan keutuhan negeri ini, yang kita harus lakukan sekarang adalah kita harus merawat demokrasi yang telah kita rajut,” ungkapnya.Respon positif mengenai acara ini dilontarkan oleh Ahmad Riyadi Leky selaku Ketua Dewan Imamah Mahasiswa (DIM) yang hadir sebagai peserta. Dewan Imamah Mahasiswa adalah sebutan khusus di Jurusan Syiasah UIN SGD untuk menyebut organisasi mahasiswa tingkat jurusan yang biasa disebut HMJ. Menurutnya, dari acara Diskusi Refleksi Akhir Tahun dan Doa Untuk Bangsa ia bisa mengetahui bagaimana DPRD dan DPR RI sebagai lembaga legislatif itu mampu mengakomodir seluruh aspirasi-aspirasi yang berkembang di masyarakat.“Acara hari ini substansinya saya rasa sangat bagus yah, artinya pemikiran mahasiswa juga ikut dilibatkan mengenai hal perumusan anggaran dan undang-undang, yang akan ditawarkan di 2012. Panitia sangat bagus sekali mendatangkan orang dari DPRD Jawa Barat sampai dari DPR RI pusat,” ungkapnya saat ditemui seusai acara.“Saya sangat tertarik sekali dengan pemateri yang pertama yaitu Pak Irfan, dia sangat respect, mungkin karena dia dulu mantan aktivis, Dia bagus dalam prolognya. Tapi yang jadi permasalahan adalah mahasiswa jangan terjebak pada onani wacana yang dikeluarkan, karena kita harus memiliki analisis yang panjang mengenai substansi kerja DPR itu seperti apa jangan hanya sebatas mendengarkan janji-janji yang mereka berikan,” ujar Ahmad diakhir wawancara.[]Riska Amelia, David, Salman-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, berorasi dalam acara Diskusi Refleksi Akhir Tahun dan Doa Untuk Bangsa di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (24/12). Acara yang mengusung tema “Apa kabar Indonesia” ini terselenggara  berkat kerjasama Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Sema Fidkom) bersama Lingkar Santri Nusantara. Ketua DPRD provinsi Jawa barat, Irfan Suryanegara, turut hadir sebagai pembicara dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 470 peserta ini.Ateng Mulyana, mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester tujuh selaku ketua pelaksana Diskusi Refleksi Akhir tahun dan Doa Untuk Bangsa, mengakui  acara tersebut memang sengaja diadakan sebelum tahun baru yang hanya berjarak satu minggu lagi.  “Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk memberikan pemahaman terhadap teman-teman mahasiswa. Dengan adanya pemahaman-pemahaman itu teman-teman bisa tercerahkan untuk menghadapi tahun mendatang, kita punya gagasan atau ide, langkah strategis dilakukan untuk ke depan itu seperti apa, karena pada dasarnya sifat manusia itu untuk berusaha agar menjadi lebih baik. Saya apresiasi sekali kepada peserta yang ditargetkan 300 orang yang hadir ternyata 470 orang,” ungkap Ateng saat diwawancara.Acara dibuka dengan diskusi bersama Irfan Suryanegara mengenai apa kabar Jawa Barat. Ia mengevaluasi program kerja yang sudah dilaksanakan selama tahun 2011, serta menjelaskan fungsi DPRD Jawa Barat yang mempunyai tiga tugas besar yaitu sebagai Legislatif, Budgeting dan Controlling. Ia juga optimis provinsi Jawa Barat bisa bebas dari korupsi. “Mari bersama-sama memberikan kontribusi secara langsung, kita yakin Jawa Barat bisa bebas dari korupsi. Berantas korupsi mulai dari diri sendiri. Jangan mengajari atau mencoba merubah orang lain jika diri sendiri tidak mau berubah,” ujarnya.Diskusi berjalan dengan interaktif dan ramai. Satu persatu peserta diskusi bersama moderator dan pembicara mengungkapkan pendapatnya tentang kondisi Jawa Barat saat ini berkaitan mengenai fasilitas-fasilitas umum, lingkungan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), anggaran-anggaran yang akan dikeluarkan DRPD Provinsi Jawa Barat di 2012 dan juga kasus korupsi para pejabat daerah di Jawa Barat.Di akhir diskusi, Irfan berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk selalu menjaga idealismenya. “Semangat dan idealisme harus dipertahankan sampai kapanpun, karena itu merupakan salah satu modal untuk mahasiswa,” jelasnya.Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, tampil di akhir acara. Ia berorasi selama sekitar 20 menit mengenai Apa kabar Indonesia yang banyak membahas mengenai situasi kebangsaan kita saat ini yang sedang mengalami banyak pergolakan, diwarnai banyak aksi kekerasan, kembalinya primodialisme atas nama suku dan atas nama agama, serta semakin pudarnya nilai-nilai gotong royong dan sopan santun dalam keseharian bangsa ini.“Kita sebagai bagian dari masyarakat, termasuk dunia kampus, tergerak dan terpanggil untuk kembali merajut ulang bendera persatuan kita, kembalikan pula nilai-nilai tenggang rasa yang sekarang semakin pudar. Jika diberikan pertanyaan mengenai apa kabar Indonesia saya akan menjawab Indonesia akan baik-baik saja, tak perlu kita pertaruhkan keutuhan negeri ini, yang kita harus lakukan sekarang adalah kita harus merawat demokrasi yang telah kita rajut,” ungkapnya.Respon positif mengenai acara ini dilontarkan oleh Ahmad Riyadi Leky selaku Ketua Dewan Imamah Mahasiswa (DIM) yang hadir sebagai peserta. Dewan Imamah Mahasiswa adalah sebutan khusus di Jurusan Syiasah UIN SGD untuk menyebut organisasi mahasiswa tingkat jurusan yang biasa disebut HMJ. Menurutnya, dari acara Diskusi Refleksi Akhir Tahun dan Doa Untuk Bangsa ia bisa mengetahui bagaimana DPRD dan DPR RI sebagai lembaga legislatif itu mampu mengakomodir seluruh aspirasi-aspirasi yang berkembang di masyarakat.“Acara hari ini substansinya saya rasa sangat bagus yah, artinya pemikiran mahasiswa juga ikut dilibatkan mengenai hal perumusan anggaran dan undang-undang, yang akan ditawarkan di 2012. Panitia sangat bagus sekali mendatangkan orang dari DPRD Jawa Barat sampai dari DPR RI pusat,” ungkapnya saat ditemui seusai acara.“Saya sangat tertarik sekali dengan pemateri yang pertama yaitu Pak Irfan, dia sangat respect, mungkin karena dia dulu mantan aktivis, Dia bagus dalam prolognya. Tapi yang jadi permasalahan adalah mahasiswa jangan terjebak pada onani wacana yang dikeluarkan, karena kita harus memiliki analisis yang panjang mengenai substansi kerja DPR itu seperti apa jangan hanya sebatas mendengarkan janji-janji yang mereka berikan,” ujar Ahmad diakhir wawancara.[]Riska Amelia, David, Salman-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, berorasi dalam acara Diskusi Refleksi Akhir Tahun dan Doa Untuk Bangsa di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (24/12). Acara yang mengusung tema “Apa kabar Indonesia” ini terselenggara  berkat kerjasama Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Sema Fidkom) bersama Lingkar Santri Nusantara. Ketua DPRD provinsi Jawa barat, Irfan Suryanegara, turut hadir sebagai pembicara dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 470 peserta ini.Ateng Mulyana, mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester tujuh selaku ketua pelaksana Diskusi Refleksi Akhir tahun dan Doa Untuk Bangsa, mengakui  acara tersebut memang sengaja diadakan sebelum tahun baru yang hanya berjarak satu minggu lagi.  “Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk memberikan pemahaman terhadap teman-teman mahasiswa. Dengan adanya pemahaman-pemahaman itu teman-teman bisa tercerahkan untuk menghadapi tahun mendatang, kita punya gagasan atau ide, langkah strategis dilakukan untuk ke depan itu seperti apa, karena pada dasarnya sifat manusia itu untuk berusaha agar menjadi lebih baik. Saya apresiasi sekali kepada peserta yang ditargetkan 300 orang yang hadir ternyata 470 orang,” ungkap Ateng saat diwawancara.Acara dibuka dengan diskusi bersama Irfan Suryanegara mengenai apa kabar Jawa Barat. Ia mengevaluasi program kerja yang sudah dilaksanakan selama tahun 2011, serta menjelaskan fungsi DPRD Jawa Barat yang mempunyai tiga tugas besar yaitu sebagai Legislatif, Budgeting dan Controlling. Ia juga optimis provinsi Jawa Barat bisa bebas dari korupsi. “Mari bersama-sama memberikan kontribusi secara langsung, kita yakin Jawa Barat bisa bebas dari korupsi. Berantas korupsi mulai dari diri sendiri. Jangan mengajari atau mencoba merubah orang lain jika diri sendiri tidak mau berubah,” ujarnya.Diskusi berjalan dengan interaktif dan ramai. Satu persatu peserta diskusi bersama moderator dan pembicara mengungkapkan pendapatnya tentang kondisi Jawa Barat saat ini berkaitan mengenai fasilitas-fasilitas umum, lingkungan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), anggaran-anggaran yang akan dikeluarkan DRPD Provinsi Jawa Barat di 2012 dan juga kasus korupsi para pejabat daerah di Jawa Barat.Di akhir diskusi, Irfan berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk selalu menjaga idealismenya. “Semangat dan idealisme harus dipertahankan sampai kapanpun, karena itu merupakan salah satu modal untuk mahasiswa,” jelasnya.Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, tampil di akhir acara. Ia berorasi selama sekitar 20 menit mengenai Apa kabar Indonesia yang banyak membahas mengenai situasi kebangsaan kita saat ini yang sedang mengalami banyak pergolakan, diwarnai banyak aksi kekerasan, kembalinya primodialisme atas nama suku dan atas nama agama, serta semakin pudarnya nilai-nilai gotong royong dan sopan santun dalam keseharian bangsa ini.“Kita sebagai bagian dari masyarakat, termasuk dunia kampus, tergerak dan terpanggil untuk kembali merajut ulang bendera persatuan kita, kembalikan pula nilai-nilai tenggang rasa yang sekarang semakin pudar. Jika diberikan pertanyaan mengenai apa kabar Indonesia saya akan menjawab Indonesia akan baik-baik saja, tak perlu kita pertaruhkan keutuhan negeri ini, yang kita harus lakukan sekarang adalah kita harus merawat demokrasi yang telah kita rajut,” ungkapnya.Respon positif mengenai acara ini dilontarkan oleh Ahmad Riyadi Leky selaku Ketua Dewan Imamah Mahasiswa (DIM) yang hadir sebagai peserta. Dewan Imamah Mahasiswa adalah sebutan khusus di Jurusan Syiasah UIN SGD untuk menyebut organisasi mahasiswa tingkat jurusan yang biasa disebut HMJ. Menurutnya, dari acara Diskusi Refleksi Akhir Tahun dan Doa Untuk Bangsa ia bisa mengetahui bagaimana DPRD dan DPR RI sebagai lembaga legislatif itu mampu mengakomodir seluruh aspirasi-aspirasi yang berkembang di masyarakat.“Acara hari ini substansinya saya rasa sangat bagus yah, artinya pemikiran mahasiswa juga ikut dilibatkan mengenai hal perumusan anggaran dan undang-undang, yang akan ditawarkan di 2012. Panitia sangat bagus sekali mendatangkan orang dari DPRD Jawa Barat sampai dari DPR RI pusat,” ungkapnya saat ditemui seusai acara.“Saya sangat tertarik sekali dengan pemateri yang pertama yaitu Pak Irfan, dia sangat respect, mungkin karena dia dulu mantan aktivis, Dia bagus dalam prolognya. Tapi yang jadi permasalahan adalah mahasiswa jangan terjebak pada onani wacana yang dikeluarkan, karena kita harus memiliki analisis yang panjang mengenai substansi kerja DPR itu seperti apa jangan hanya sebatas mendengarkan janji-janji yang mereka berikan,” ujar Ahmad diakhir wawancara.[]Riska Amelia, David, Salman-Magang/SUAKA