UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Rakor Anyer, Strategi FSH Hadapi MEA

[www.uinsgd.ac.id] Dalam Workshop dan Rapat Koordinasi (Rakor) Fakultas  Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung, di Kota Anyer Provinsi Banten, Sabtu-Minggu (9-10/1). Acara ini sengaja digelar sebagai sharing dan hearing antara pimpinan, dosen, dan karyawan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan kultur akademik yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dan kompetitif, khususnya dalam menghadapi Era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).

“Peningkatan mutu kelembagaan itu sangat penting. Karena, siapapun yang mau daftar menjadi mahasiswa FSH akan melihat dulu kualitas lembaganya, baik UIN-nya secara umum maupun jurusan-jurusannya secara khusus. Secara gampang biasanya mereka melihat nilai akreditasinya,” kata Dekan FSH IN SGD, Dr Ah Fathoni, M.Ag, yang terus menggenjot ketujuh jurusan yang ada di FSH agar senantiasa meningkatkan nilai akreditasinya, hingga bisa mencapai nilai A.

Pada kesempatan itu, Dekan juga menaruh perhatian serius kepada para guru besar FSH, bahkan memposisikannya sebagai aset yang tak terhingga. “Kita punya 11 guru besar, dan kita tunggu dua calon profesor lagi yaitu Dr H Atang Abd Hakim, MA dan Dr Yadi Januari, MA. Mudah-mudahan prosesnya lancar, amin,” harap Dekan.

Menyinggung masalah Jurnal ilmiah, FSH berencana mendatangkan dosen dari luar negeri, guna meningkatkan kualitas penulisan yang akan diterbitkan di jurnal internasional. Guna meningkatkan jurnal untuk menjadi Jurnal terakreditasi (jurnal nasional), Dekan juga akan menjalin kerjasama dengan Asosiasi Dosen Syariah se-Indonesia.

Workshop yang bertemakan “Strategi Pengembangan Fakultas Syariah dan Hukum (Kontribusi dan Partisipasi Sivitas Akademika FSH dalam Menghadapi MEA)” semakin bervariasi dan berbobot saat menghadirkan narasumber lain yaitu Wakil Dekan I Dr H Ahmad Hasan Ridwan M.Ag, Wakil Dekan II Dr Fauzan Ali Rasyid, M.Si, dan Wakil Dekan III Dudang Gojali, M.Ag.  Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan masukan dari para ketua jurusan dan dosen terutama kaitannya dengan peningkatan kultur akademik.

“Workshop dan rakor kali ini sangat penting bagi pengembangan FSH. Selain ada evaluasi, kita juga bisa menyerap aspirasi dan masukan dari para guru besar dan dosen guna penguatan berbagai program ke depan dalam melahirkan sumber daya mansia yang unggul dan kompetitif. Boleh jadi ke depannya kita gelar rakor ini di Malaysia atau di Singapura, sekalian studi banding,” timpal Dr Fauzan.*  [Nanang Sungkawa]