UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Puslitpen UIN SGD-Bitread Membumikan Karya Ilmiah Hasil Penelitian

KARYA ilmiah hasil penelitian para dosen peneliti selama ini masih menjadi kokeksi kampus sehingga belum dapat dibaca dan diambil manfaatnya oleh masyarakat di luar kampus. Dengan demikian, perlu ada upaya maksimal dari pihak perguruan tinggi untuk membumikan karya-karya ilmiah kepada masyarakat luas.

Menyadari kondisi ini, Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitpen) LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung bekerja sama dengan Bitread Publisher bersepakat untuk menerbitkan karya-karya ilmiah hasil para peneliti dan dosen UIN SGD Bandung. Kesepakatan ini berlansung di Lecture Hall Kampus 1, Jalan A.H. Nasution, Bandung, Senin (01/07/2019).

“Kampus sebagai lembaga pendidikan dan bagian dari masyarakat mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut mencerdaskan bangsa. Salah satu upaya yang kami lalukan yakni menerbitkan hasil penelitian para dosen agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” ungkap Kepala Puslitpen LP2M, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag. mewakili Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. Mahmud, M.Si., seusai acara.

Menurut Yudi, sapaan akrab Wahyudin Darmalaksana, hasil penelitian yang merupakan salah satu bentuk nyata dari tridarma perguruan tinggi, selama ini masih seperti menara gading. Keberadaannya baru dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kampus sebagai bahan rujukan dan kepentingan kampus. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit hasil penelitian yang masih berbentuk manuskrip karena belum sempat diterbitkan.

“Kami mempunyai keinginan semua hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dan dirasakan oleh masyarakat luar kampus. Istilahnya membumikan karya-karya ilmiah Tetapi tentu saja tidak dalam bentuk buku yang berbahasa kaku. Kami harus menyajikannya dalam bahasa yang ringan tanpa mengurangi esensi keilmiahannya,” ujar Yudi.

Keinginan tersebut, lanjut Yudi, ternyata sejalan dengan Bitread Publisher yang juga mengajukan program hilirisasi karya-karya ilmiah menjadi buku-buku ilmiah populer dengan sentuhan bahasa yang lebih cair sehingga lebih mudah dicerna dan dipahami oleh masyarakat umum.

“Ini gayung bersambut. Di saat kami mencari solusi untuk menghilirkan produk ilmiah yang ada di hulu, di saat yang sama Bitread datang pada kami memberikan alternatif, mengajukan program yang sama. Ya, sudah, kami terima karena ini visi Bitread dengan visi kami matching,” tutur Yudi.

Menurut Yudi, bentuk kerja sama diawali dengan worshop penulisan buku ilmiah populer dengan narasumber editor dari Bitread Publisher yang diikuti oleh 20 peneliti dari UIN SGD Bandung.

“Target pertama kami 20 penulis. Mereka merupakan dosen peneliti yang mendapat dana bantuan dari pihak universitas untuk penulisan buku. Pelatihan ini akan terus berlanjut dengan Bitread untuk para peneliti lainnya. Hal ini untuk mempercepat proses publikasi karya ilmiah

Pelopor PTKIN
Sementara Chief Executive Officer Bitread, Anita Khairunnisa, mengatakan Bitread ingin menerbitkan lebih banyak karya berbasis riset dari para akademisi. Itulah sebabnya, pihaknya menawarkan program hilirisasi hasil riset kepada UIN SGD, hal ini sejalan juga dengan program yang dirancang Diktis Kemenag terkait Program 5000 buku. Ternyata, kata Anita, UIN Sunan Gunung Djati pun memiliki program yang sama.

“Perjalanan kami gayung bersambut. Kini tercipta kerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebuah institusi pendidikan yang melahirkan banyak riset-riset luar biasa. Apa yang UIN SGD lakukan ini dapat dikatakan salah satu pelopor di antara PTKIN lainnya. Hasil riset dari UIN SGD tidak hanya akan diterbitkan dalam format buku, tetapi juga akan kami alih bentukkan menjadi visual dan audio agar semakin mudah dinikmati oleh masyarakat seluruh Indonesia,” ujar Anita, seusai acara.

Menurutnya, sejak tahun 2016, Bitread sudah fokus mengembangkan hasil penelitian menjadi buku-buku ilmiah populer. Kemudian tahun 2017, berhasil menerbitkan lebih dari 300 buku ilmiah populer berbasis penelitian, baik berupa buku ajar, book chapter, monograf, prosiding, maupun karya hilirisasi yang berasal dari dari tesis, disertasi, dan jurnal.

“Buku-buku tersebut terbit melalui program yang kami selenggarakan bersama perguruan tinggi. Pada dasarnya dengan kemampuan Bitread saat ini, Bitread dapat mampu menerbitkan 1.000 judul per tahun. Sedangkan dari program bersama UIN SGD Bandung, kami akan menerbitkan 20 judul buku berbasis riset,” ujar Anita.

Dijelaskannya pula, Bitread merupakan sebuah perusahaan rintisan yang pernah terpilih dalam program Inkubasi Bisnis Teknologi yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti pada tahun 2015. Sebagai sebuah perusahaan penerbitan konten berbasis platform digital yang berkonsentrasi terhadap peningkatan kuantitas dan kualitas literasi di tanah air, imbuh Anita, Bitread berusaha untuk menerbitkan karya-karya nonfiksi yang berkualitas dan tervalidasi secara keilmuan.

“Harapannya, buku-buku tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para pembacanya,” pungkasnya. (Nana Sukmana, Kiki Kurnia)