UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Prodi Ilmu Politik Tampung 80 Mahasiswa Baru

[www.uinsgd.ac.id] Dibukanya program studi (prodi) Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Bandung berhasil menarik minat para pendaftar. Dituturkan Ketua Prodi Ilmu Politik Asep Sahid Gatara, tercatat sebanyak 450 orang pendaftar yang memilih prodi Ilmu Politik. Angka tersebut terbilang cukup banyak mengingat Ilmu Politik merupakan prodi baru.

Asep mengatakan, prodi baru ini telah rampung seluruhnya dan menyediakan 2 kelas untuk 80 mahasiswa yang diterima melalui satu jalur yakni Ujian Mandiri. Sempat ada wacana kuota penerimaan mahasiswa baru Ilmu Politik sebanyak 120 orang, namun urung karena sejumlah kendala.

“Karena keterbatasan infrastruktur, sarana dan prasarana, serta rasio dosen, maka kita memutuskan jumlah mahasiswa baru yang diterima berjumlah 80 orang,” katanya kepada Jurnalposmedia saat ditemui di Gedung FISIP, Selasa (28/8/2018).

Sebagai prodi baru, Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tingkat jurusan Ilmu Politik dikembalikan kepada mekanisme yang berlaku, yakni diurus oleh institusi kemahasiswaan dan kefakultasan. PBAK tingkat jurusan pun hanya sebatas pengenalan akademis dan tidak membahas masalah organisasi jurusan. Selama PBAK, Prodi Ilmu Politik juga tidak membuka stand informasi seperti prodi lainnya.

Asep menambahkan, dalam pengoperasionalan prodi Ilmu Politik sendiri menemui beberapa kesulitan. “Pasti yang namanya prodi baru itu banyak tantangannya, tapi ini menjadi salah satu PR untuk kami. Tugasnya seputaran tentang tata kerja dukungan civitas akademika dengan tujuan bagaimana memajukan jurusan baru ini,” tambahnya.

Respon Hazbi Muzaki sebagai mahasiswa baru Ilmu Politik sangat baik dan antusias, tetapi sempat kebingungan saat diadakannya PBAK. “Senang sekali jadi angkatan pertama, menjadi pencetus dan pelopor. Tetapi saya dan teman-teman yang lain sempat kebingungan karena tidak ada yang memandu. Namun, dari pihak fakultas sudah berusaha dengan baik untuk membimbing kita.” tutup Hazbi. (Wildan Noviansah, Reta Amaliyah Shafitri/Jurnalposmedia)