UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Pertukaran Pelajar UIN SGD Bandung–UM Malaysia

[www.uinsgd.ac.id] Setelah Univesity Selangor (Unisel), kini giliran University of Malaya yang melakukan pertukaran pelajar dengan UIN SGD Bandung. Wakil Rektor 1, Asep Muhyidin melakukan pelepasan ke-25 mahasiswa pertukaran pelajar di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Jum’at (16/11/2018). Bersama komunitas Global Partnership Asosiation (GPA) UIN SGD Bandung, pertukaran pelajar ini merupakan agenda tahunan Fisip dan tahun ini adalah kali keempatnya.

Program ini akan berlangsung dari tanggal 18 November hingga 3 Desember dan nantinya para mahasiswa delegasi akan melaksanakan kegiatan perkuliah, kuliah umum, dan pengenalan budaya melayu khas Malaysia. Belum adanya anggaran dari kampus membuat lima dari 30 mahasiswa delegasi memundurkan diri, hal itu disayangkan oleh Kepala Bagian Kerjasama Fisip UIN SGD Bandung, Asep Dadan Wildan.

Asep saat diwawancara menyebutkan angkatan pertama dan kedua masih ada anggaran dari Fisip untuk mahasiswa delegasi, namun karena ada perubahan manajemen Fisip, angkatan ketiga dan keempat saat ini tidak ada anggarannya. Ia menegaskan pula bahwa untuk angkatan kelima dan seterusnya akan dipastikan ada anggaran dari kampus maupun fakultas.

”Karena sekarang kan ini semua fakultas mengirimkan delegasinya, jadi anggaran dari Fisip juga gak cukup. Ditambah dengan adanya perubahan manajemen Fisip yang membuat kebijakan baru. Tapi kami sudah rumuskan untuk angkatan kelima dan seterusnya ada anggarannya dari kampus,” jelasnya.

Hal itu dilakukan agar tidak ada mahasiswa delegasi yang memundurkan diri, karena kesempatan belajar ke luar negeri saat ini menjadi penting untuk membangun jejaring dan wawasan yang lebih luas. Juga agar mahasiswa yang memiliki potensi yang baik dalam kebahasaan dan akademik bisa mendapat apresiasi dari kampus melalui pertukaran pelajar.

Sudah Fisip targetkan, program ini nantinya bukan hanya pertukaran pelajar dengan jangka waktu per-minggu, tetapi menjadi dua semester atau program double degree. Selama setahun mahasiswa delegasi akan mengikuti perkuliahan dan setelahnya melanjutkan di UIN SGD Bandung, setelah lulus mahasiswa akan mendapatkan satu gelar dari dua jurusan yang berbeda.

Wakil Rektor 1, Asep Muhyidin saat pelakukan pelepasan berpesan kepada mahasiswa delegasi untuk tidak main-main dalam mengikuti kegiatan program ini. Karena nama baik UIN SGD Bandung yang dibawa, itu mengharuskan para mahasiswa menjaga moral, kultur, dan kedisplinannya dalam beragama saat di Malaysia nanti.

“Nama UIN SGD Bandung yang dibawa kalian saya harap bisa kalian jaga. Semoga program ini berjalan lancar dan kalian bisa mendapatkan wawasan internasional juga mengembangkan itu setelah kembali ke Indonesia,” pungkasnya. (Lia Kamilah, Muhamad Emiriza/Suaka)