UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Peran Teologi dan Budaya dalam Meningkatkan Kesadara Hukum

[www.uinsgd.ac.id] Pendidikan Hukum Indonesia berkembang saat hukum dunia menuntut hukum yang lebih progressif.  Oleh karena itu untuk membuka wawasan hukum Islam yang semakin berkembang kita menyelenggarakan seminar internasional. Sementara itu hukum semakin maju, Hukum Pidana Islam masih tersendat.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Syahrul Gunawan, M.Ag, Ketua Program Studi Hukum Pidana Islam pada ratusan peserta saat memberikan sambutannya pada seminar Internasional yang mengusung tema “Peran Teologi dan Budaya dalam Meningkatkan Kesadara Hukum” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Hukum Pidana Islam di Aula Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) pada Selasa (11/06).

Bagi Ahmad Hasan Ridwan, Wakil Dekan I FSH, seminar ini menjadi permulaan untuk penyelenggaran world forum yang insya Allah akan mengundang sekitar 14 perwakilan negara ke depan.

Berkaitan dengan kerjasama seminar dengan  Japan Foundation, ia membahas bagaimana studi kawasan di Jepang yang akan membawa informasi-informasi tentang Indonesia, Islam, juga UIN Bandung, karena Jepang belum begitu mengenal Indonesia, Islam, dan terutama tentang UIN. “Bahkan Mr Tadhasi Ogawa menawarkan visiting student,”ujar Hasan.

Berkaitan dengan tema seminar, Hasan mengeksplorasi bagaimana kesadaran hukum Jepang yang cukup tinggi cukup dilahirkan dari teologi dan budayanya, bukan karena Undang-undang. “Saya berharap seminar ini memberikan kontribusi terhadap konsep-konsep hukum masyarakat. Di Negara yang berbudaya tinggi saja seperti Eropa, mereka sedang mencari jalan keluarnya dari persoalan ini.”paparnya.

“Bahkan AS telah gagal menunjukan sebagai negara hukum dunia dengan menghancurkan Irak karena tidak mampu menunjukan senjata pemusnah masal setelah Saddam Husein terguling”

Ia sangat apresiatif terhadap seminar tersebut dan bersyukur atas kehadiran Rektor. Ia berharap seminar Hukum Islam ini memberikan kontribusi terhadap konsep-konsep hukum di masyarakat.***[Dudi, Ibn Ghifarie]