UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Peran SPI pada Perguruan Tinggi

[www.uinsgd.ac.id] keberadaan Satuan Pemeriksa Internal (SPI) pada Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri relatif masih baru. SPI hadir dengan mengikuti sistem perguruan tinggi yang menerapkan pola Badang Layanan Umum (BLU) sehingga perlu adanya penyamaan persepsi bagaimana kehadiran SPI pada Perguruan Tinggi yang menerapkan pola BLU. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua SPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung saat Workshop Satuan Pemeriksa Internal (SPI) PTAIN seluruh Indonesia yang diselenggarakan pada Jum’at (22/11/2013) di Hotel Park Bandung.

UIN Sunan Gunung Djati sebagai tuan rumah sekaligus inisiator penyelenggaraan menghadirkan Irjen Kementerian Agama RI Drs. H.M. Yasin, MM. “Seluruh SPI ada di lingkungan PTAIN, awalnya kita mengundang SPI bagi PTAIN yang menyelenggarakan BLU, namun karena banyak, maka kita mengundang SPI UIN, IAIN, STAIN dan juga beberapa PTAIS. Kegiatan ini kita targetkan untuk menyamakan persepsi bagaimana empowering keberadaan SPI beserta TUPOKSInya,”Ujar M. Najib kepada seratusan peserta yang hadir.

Ia mengatakan bahwa SPI di lingkungan PTAIN bsar dan bagus bahkan berjalan cukup efektif. Mereka punya peran strategis. “Oleh karena itu diharapkan SPI jadi organisasi di PT yang mensupport terwujudnya good university governance walaupun relatif baru di lingkungan PTAIN kecuali UIN Jakarta,”harapnya.

Ia juga berharap bahwa keberadaan SPI di perguruan tinggi bisa menjadi salah satu faktor akseslerasi pembangunan perguruan tinggi. Sementara itu, Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Dedy Ismatullah, SH., M.Hum mengatakan bahwa tugas SPI itu sangat berat oleh karena itu SPI harus kuat dan konsisten terhadap nilai-nilai pengawasan. “bergeser saja sedikit, maka akan terjadi kekacauan karena PTAIN ini wilayah negara,”ujarnya.

“Inilah pentingnya sosialisasi, sebelum dilakukan tugas pengawasan harus disosialisasikan terlebih dahulu. Jangan sampai juga SPI menjadi menakutkan bagi perguruan tinggi,”tambahnya. Keberadaaan SPI juga, bagi Guru Besar Hukum tersebut harus mampu memberikan informasi-informasi agar jadi pertimbangan dalam mengambil keputusan. Agar keberadaan SPI bisa menyelamatkan, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 32 PTAIN, 7 PTAIS, serta PTS di wilayah Bandung.***[]