UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Pentingnya Materi Keagamaan Berbasis Kontekstual

[www.uinsgd.ac.id] Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN SGD Bandung menyelenggarakan Workshop “Pembuatan Materi Keagamaan Berbasis Ekonomi sesuai Budaya dalam Manajemen” pada Senin (18/11/2013) di Hotel Lingga Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50-an Imam dan khotib di kota Bandung yang bernaung dibawah organisasi Forum Komunikasi Imam dan Khotib (FKIK) Kota Bandung.

Bobang Noorisman, salah seorang pembicara, mengatakan bahwa materi-materi keagamaan harus bersifat aktual dan kontekstual. Dengan kata lain harus mengungkap persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat sehingga materinya mengenai sasaran.

Beberapa peserta memberikan masukan agar workshop tersebut menghasilkan format seragam bagaimana membuat teks berbasis ekonomi pada tiap-tiap kecamatan. Ade, salah satu peserta, meminta agar workshop melibatkan para peserta untuk membuat contoh teks sehingga diketahui kelemahannya masing-masing. “Sekarang ini masih banyak ceramah-ceramah dilakukan dengan sporadis sehingga tidak mengarah. Jika ada format baku minimal memiliki landasan,”ujarnya.

Ia juga meminta tips bagaimana caranya agar ceramah yang disampaikan bersifat kontekstual. Sementara itu, Usman, perwakilan dari Kecamatan Bandung Kulon memberikan masukan, bukan hanya teks keagamaan yang harus memiliki konsep terlebih dahulu tetapi juga setiap kalimat yang diucapkan harus betul-betul menarik, termasuk gaya penyampainannya agar menyentuh dan tidak membosankan.

Nana, perwakilan dari kecamatan arcamanik memberikan tanggapan bahwa khotib juga harus menguasai ilmu retorika dakwah dan harus memiliki kurikulum untuk satu bulan sesuai dengan masalah-masalah aktual. Oleh karena itu melalui workshop tersebut ia mengusulkan agar setiap DKM di Kota Bandung memiliki materi yang difasiltiasi oleh LPPM atau FKIK Kota Bandung.

Sesi kedua workshop menyajikan bagaimana teks keagamaan dapat menyentuh manajemen ekonomi yang berbasis masjid. Budi Hartanto memandu diskusi dan menggali sejauhmana pengetahuan peserta berkaitan dengan ekonomi dan manajemen. Selanjutnya ia menggali ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ekonomi yang bisa disampaikan kepada jamaah. Sesi ketiga ditutup oleh Dedi Arif, Wakil Ketua Mesjid Raya Bandung Jawa Barat dengan tema “Islam Agama Sosial Kemanusiaan”.[Dudi]