UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Peningkatan Kualitas PTKIS pada Kopertais Wilayah II

[www.uinsgd.ac.id] Diikuti oleh para Rektor/Ketua, Wakil Rektor/Ketua, para Dekan Fakultas dan para Operator EMIS dari 119 PTKIS se-Jawa Barat dan Banten, Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat dan Banten, menggelar kegiatan Sosialisasi Program Kerja Tahun 2017, pada hari Kamis (23/03) bertempat di Hotel Horison, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Wakil Koordinator Kopertais, Sekretaris Kopertais, Wakil Sekretaris dan para Staf Ahli dilingkungan Kopertais Wilayah II Jawa Barat dan Banten.

Rektor sekaligus Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat dan Banten, Prof. Dr. H. Mahmud M.Si., dalam sambutannya menyatakan apresiasi yang sangat tinggi kepada para panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Kerja Tahun 2017 kepada seluruh PTKIS se-Jawa Barat dan Banten, dan mendapat respons yang sangat baik, terbukti dari jumlah PTKIS yang hampir seluruhnya mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya Rektor, menyampaikan poin-poin yang sangat penting diantaranya adalah urgensi diterapkannya Teknologi Informasi, sehingga segala pelayanan akademik yang dilakukan PTKIS harus berbasis online.  “Situasi sekarang untuk IT itu sudah seperti NKRI, harga mati, jadi penerapan IT di PTKIS dilingkungan Kopertais Wilayah II itu harga mati, dari mulai izin Prodi harus berbasis online, akreditasi institusi berbasis online, termasuk pengelolaan jurnal berbasis online atau e-journal”, tuturnya.

Perkembangan Teknologi Informasi yang tidak bisa dihindari mendorong semua pihak didunia Pendidikan khususnya, untuk bersepakat memberlakukan Sistem IT dari mulai input, proses kemudian output. Rektor juga menyatakan bahwa untuk Tahun Ajaran 2017 ini, penerimaan mahasiswa baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT),” tes dilakukan melalui sistem komputerisasi online, sehingga ketika tes selesai sistem sudah bisa memproses kelulusan calon mahasiswa diwaktu yang sama, sehingga hasil tes akan sangat objektif, dan menguntungkan bagi Universitas karena sistem seleksi yang objektif dan fair, meminimalisir dan mempersempit ruang untuk penyelewengan”, tegasnya.

Animo masyarakat untuk dapat masuk ke UIN Sunan Gunung Djati Bandung sangat besar, pada tahun ajaran 2016 sebanyak delapan puluh satu ribu orang tercatat sebagai pendaftar, sedangkan yang diterima hanya lima ribu orang lebih. Oleh karena itu, potensi calon mahasiswa yang belum dapat diterima di UIN Sunan Gung Djati Bandung bisa salurkan ke PTKIS diwilayah Jawa barat dan Banten, sesuai dengan asal daerah masing-masing. “Oleh karena itu, mari kita cari bersama mekanisme prosedural yang tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku untuk memanfaatkan potensi yang besar ini”, ujarnya.

Rektor juga menyoroti mengenai pemberlakuan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Ijazah, Transkrip Akademik, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah Perguruan Tinggi Keagamaan. Rektor mengapresiasi bahwa saat ini telah dibentuk POKJA Tim 11 untuk pembuatan ijazah yang berstandar nasional dan internasional dari segi fisik maupun proses pembuatan yang menggunakan sistem data base yang baik. Rektor juga mendorong para Pimpinan PTKIS yang belum mengimplementasikan kurikulum SNPT dan KKNI agar merapat ke UIN Sunan Gunung Djati Bandung. “PTKIS adalah bagian dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, oleh karena itu PTKIS dapat mengamati, meniru dan memodifikasi Kurikulum yang sama untuk diberlakukan di PTKIS masing-
masing”, tuturnya.

Selain persoalan kurikulum, yang bisa diadopsi juga adalah mengenai tradisi atau budaya akademik bedah buku para dosen di perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Selain mulai menghidupkan budaya akademik yang membangun atmosfer akademik, saat ini Digital Library perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung salah satu rujukan bagi sebagian PTKIN diseluruh Indonesia.

Program lain yang perlu di inisiasi adalah mengenai Program Porseni PTKIS dilingkungan Kopertais Wilayah II, selain untuk mempererat tali silaturahim, juga menghidupkan budaya kompetisi, sebagai upaya peningkatan kualitas PTKIS. Rektor berpesan agar Kopertais Wilayah II memberikan advokasi, pendampingan kepada PTKIS yang memerlukan bantuan dalam upaya meningkatkan kualitas akademik dan pelayanan.

Wakil Koordinatorar II sekaligus Ketua Panitia Acara, H. Usep Dedi Rustandi, MA., dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Program Kerja Kopertais Wilayah II Jawa Barat dan Banten agar terjalin sinergitas antara PTKIS dengan Kopertais dalam upaya peningkatan kualitas PTKIS. Untuk memperjelas program prioritas yang sedang dan akan  dikerjakan, Tim 11 yang terdiri dari Perwakilan Pimpinan PTKIS dan H. Cecep Nurul Alam, ST., MT., Staf Ahli Kopertais Bidang Informasi Teknologi dan Komunikasi, mempresentasikan mengenai Aplikasi Sistem Informasi Akademik PTKIS yang terintegrasi yang berfungsi untuk pengelolaan input data base, monitoring dan controlling data PTKIS. Aplikasi ini bertujuan untuk mentransformasikan data-data fisik kepada data yang bersifat elektronik, mengurangi proses birokrasi dengan sistem online dan mengurangi sekat layanan.

Rangkaian Kegiatan Sosialisasi Program Kerja Kopertais Tahun 2017 dilanjutkan dengan agenda Sosialisasi Aplikasi EMIS PTKIS 2017 Semester Genap Tahun Akademik 2016/2017 untuk para Operator EMIS PTKIS, pada Kamis (23/03) dengan menghadirkan Nara Sumber dari Tim EMIS Kemenag Pusat diantaranya: Rudi Achmady dan Dwi Waluyo Abdi, Kasubbag Data dan Sistem Informasi Madrasah, Guru dan Tenaga Kependidikan serta Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Pada Bagian Data, Sistem Informasi dan Hubungan Masyarakat Pendidikan Islam Sekretariat Ditjen Pendidikan Islam, yang menyampaikan materi mengenai Mekanisme Updating Data EMIS Semester Genap Tahun Akademik 2016/2017. [Humas Al-Jami’ah].