UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Pemilihan Rektor UIN SGD Bandung, Ini 6 Calon Rektor yang Lolos Persyaratan Administrasi

Penjaringan Bakal Calon Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung telah ditutup pada 11 April 2019.

Sebanyak 6 (enam) Guru Besar UIN Bandung dinyatakan lolos memenuhi persyaratan administrasi pada penjaringan bakal calon Rektor UIN SGD Bandung untuk masa bakti 2019-2023.

Ketua Panitia Penjaringan, Prof Dr Oyo Sunaryo Mukhlas, menjelaskan berdasarkan hasil rapat pleno panitia penjaringan bakal calon rektor telah melakukan verifikasi administrasi dan penetapan keenam calon rektor itu.

“Dengan ini kami sampaikan berkas calon rektor yang memenuhi persyaratan administrasi sesuai Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 68 tahun 2015 sebanyak enam orang calon rektor,” jelas Ketua Panitia Penjaringan, Prof Dr Oyo Sunaryo Mukhlas di Sekretariat Panitia Pemilihan Bakal Calon Rektor UIN Bandung Gedung O Djauharuddin, Kampus I, Selasa (23/4/2019).

Ke enam calon rektor tersebut di antaranya, Prof Dr Aan Hasanah (Guru Besar Ilmu Pendidikan Psikologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan), Prof Dr Agus Salim Mansyur, (Guru Besar Ilmu Kurikulum Fakultas Adab dan Humaniora), Prof Dr Mahmud (Guru Besar Ilmu Pendidikan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Keguruan), Prof Dr Moh. Najib (Guru Besar Ilmu Hadits Fakultas Syariah dan Hukum), Prof Dr Muhtar Solihin (Guru Besar Ilmu Tasawuf Fakultas Ushuluddin) dan Prof Dr Rosihon Anwar (Guru Besar Ilmu Tafsir Fakultas Ushuluddin).

Oyo Sunaryo Mukhlas, mengatakan untuk proses selanjutnya mengenai penetapan pihaknya menyerahkan kepada Senat Universitas UIN SGD Bandung.

Tahapan pemberian pertimbangan dan penetapan calon rektor oleh Senat Universitas dari tanggal 23 sampai 25 April 2019.

Adapun untuk pengumuman hasil pertimbangan dan penetapan calon rektor oleh Senat Universitas sekaligus penyerahan calon rektor oleh Senat Universitas kepada rektor (sekarang) pada tanggal 26 April 2019.

“Sedangkan untuk pengiriman berkas calon rektor kepada Menteri Agama RI pada tanggal 2 Mei 2019,” ujarnya.

Ketua Panitia Penjaringan, Oyo Sunaryo Mukhlas, berharap segala tahapan tersebut dapat berjalan dengan lancar sesuai aturan dan kesepakatan bersama.

“Sehingga melahirkan pemimpin masa depan yang bisa memberikan manfaat bagi kalangan sivitas akademika, masyarakat sekitar, agama, nusa dan bangsa, ” ujarnya. (Hilda Rubiah)

Sumber, Tribun Jabar Selasa, 23 April 2019 13:56