UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Pemerintah Pusat Alokasikan Dana Desa Rp 47,1 T

KKM UIN SGD Sukseskan Program “Desa Mebangun Indonesia”

[www.uinsgd.ac.id] Tahun ini Pemerintah Indonesia mengalokasikan dana desa sebesar Rp47,1 triliun atau dua kali lipat dari anggaran tahun sebelumnya sebasar Rp20,7 triliun. Dana sebesar itu untuk mendukung program “Desa Membangun Indonesia”.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Anwar Sanusi, saat memberikan pembekalan peserta Kuliah Kerjanyata Mahasiswa (KKM) UIN SGD Bandung, Kamis (4/2/2016).

“Pemerintah Indonesia melalui APBN terus meningkatkan dana desa. 70 persen wilayah Indonesia termasuk kategori perdesaan. Dari 75.000 desa di Indonesia, sebanyak 13.000 desa tertinggal dan sebanyak 13.400 sangat tertinggal,” ungkap Sanusi, seraya menjelaskan bahwa hanya 3.000 yang masuk predikat tertinggi, atau desa mandiri.

Menurut Sanusi, pemerintah sebelumnya menerapkan program Indonesia Membangun Perdesaan, maka program pemerintah sekarang “Desa Membangun Indonesia. “Kami berharap desa-desa menjadi bias maju dan berkembang lebih baik sehingga bisa berkontribusi dalam membangun Indonesia,” ucapnya.

Namun, katanya, pembangunan desa tak hanya menjadi tanggung jawab Kemendesa PDTT, tetapi juga kementerian-kementerian lain dan lembaga-lembaga pendidikan. “Karenanya melalui KKM UIN SGD Bandung, saya berharap menjadi penggerak di segala bidang pembangunan desa,” harap Sanusi.

Menurut Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr H Mahmud, M.Si, gayung bersambut. Visi misi KKM 2016 ini sejalan dengan visi misi Kemendes PDTT dalam membumikan program Desa Membangun Indonesia. “UIN Sunan Gunung Djati Bandung senantiasa berikhtiar membangun desa melalui berbagai program di antaranya KKM Tematik, Desa Binaan, dan Riset Partisipatif,” jelasnya.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan menrjukan peserta KKM Tahun Akademik 2016 sebanyak 2.417 orang, dikawal 96 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). “Mereka akan disebar di tiga kabupaten,” ujar Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat  LP2M UIN SGD Bandung, Dr H Ramdani Wahyu, M.Ag, M.Si.

Sebanyak 39 kelompok pesertanya homogen, karena diambil dari masing-masing program studi (prodi).  Mereka dijadikan pilot project untuk mengukur kemampuan ilmu dan wawasan mereka dalam berdaya upaya pada berbagai bidang pembangunan di masyarakat.  Misalnya kelompok mahasiswa Ilmu Hukum pada Fakultas Syariah dan Hukum, walaupun basis keilmuannya di bidang hukum, namun mereka harus mampu juga mengajar di sekolah formal maupun nonformal yang biasanya menjadi garapan mahasiswa PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Kelompok berbasis prodi ini akan disisipkan pada setiap desa yang tersebar di tiga kabupaten: Cianjur (Kec  Haurwangi, Ciranjang, Bojongpicung, Sukaluyu, Karangtengah, Mande dan Cikalongkulon); Purwakarta (Kec Cibatu, Cempaka dan Pasawahan) dan Garut (Kec Kadungora, Leles, Limbangan, Cibatu, Kersamanah, Banyuresmi dan Wanaraja).

Insya-Allah mereka akan diberangkatkan pekan depan, ke Cianjur pada 9 Februari 2016, Purwakarta 10 Februari, dan Garut 11 Februari. Mereka kembali ke kampus pada 10 Maret 2016. Untuk lebih jelasnya silakan akses website resmi: htttp://lp2m.uinsgd.ac.id,” kata dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD ini.* [Nanang Sungkawa]