UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Pembukaan PIONIR ke IX Malang Berlangsung Semarak

Diselimuti suhu dingin Kota Malang, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) ke IX. 

Pembukaan ajang dua tahunan ini dipusatkan di lapangan UIN Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang. Ribuan peserta dari 58 PTKIN binaan Kementerian Agama se Indonesia hadir.

Menag dan rombongan tiba di lokasi acara pukul 19.35 WIB. Turut mendampingi, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Plt Kakanwil Kemenag Jatim. 

Upacara pembukaan PIONIR ke IX diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PIONIR dilanjutkan dengan penampilan Tari Saman in Colaboration with Flash Mob. 

Tari Saman yang dibawakan mahasiswi Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim ini menggambarkan semangat persatuan di tengah keberagaman, sesuai tagline PIONIR IX ‘Spirit of Unity’.

Pembukaan PIONIR ke IX ditandai dengan penyerahan Piala Bergilir oleh Menag kepada Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim dan penekanan tombol sirine yang disambut dengan letusan kembang api ke udara. 

“Bertabur Bintang dilangit sana, di sini pun ramai bintang sains, bintang seni dan bintang olahraga. Saya datang dari Jakarta demi berjumpa mahasiswa dan mahasiswi PTKIN tercinta,” ujar Menag mengawali dengan pantun saat memberi sambutan di hadapan ribuan peserta PIONIR ke IX, Senin (15/07) malam.  

“Saya merasa bersyukur akhirnya malam ini bisa hadir di sini dalam rangka pembukaan PIONIR ke IX yang diikuti oleh mahasiswa PTKIN se Indonesia,” lanjut Menag.

Di hadapan ribuan peserta, para rektor dan undangan, Menag mengaku sempat khawatir tidak bisa hadir di pembukaan PIONIR. Pasalnya hingga Senin sore Menag dan sejumlah menteri masih mengikuti rapat kabinet bersama Presiden Jokowi di Istana Bogor.

Menag mengatakan dua tahun lalu ia berkesempatan membuka PIONIR ke VIII di UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

“Malam ini saya kembali berdiri di hadapan mahasiswa olahragawan, seniman sekaligus ilmuwan dalam ajang PIONIR ke IX di UIN Maliki Malang,” ujar Menag. 

“Saya selalu berbangga hati karena di hadapan saya adalah generasi millenial yang sedang tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berilmu, sehat dan mencintai seni budaya,” sambung Menag. 

Pembukaan PIONIR IX malam itu kian semarak dengan kibasan laser dan kembang api saat penampilan Marching Band Ken Arok Duta Suara UIN Maulana Malik Ibrahim, dilanjutkan pengibaran bendera devile masing-masing kontingen yang mengenakan pakaian tradisional di atas panggung utama.

Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) merupakan ajang kompetisi keilmuan, olahraga, seni dan riset tingkat nasional mahasiswa PTKIN binaan Kementerian Agama.

PIONIR IX digelar di Kota Malang, 15-21 Juli 2019. Ada empat cabang lomba. Bidang Ilmiah terdiri, Debat Bahasa Arab, Debat Bahasa Inggris, Musabaqah Makalah Qur’ani (MMQ) dan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK).

Cabang Olahraga, Futsal, Volley Ball, Tenis Meja, Bulu Tangkis, Catur, Panjat Dinding, Takraw, Pencak Silat, Basket, dan Karate. Cabang Seni teridiri Musabaqah Tilawah al-Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil-Quran (MHQ), Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), Kaligrafi, Pop Solo Islami, Design dan peragaan Busana Muslim, Puitisasi Alquran, dan Marawis.

Terakhir Bidang Riset yaitu Karya Tulis dan Karya Inovatif Mahasiswa. Helat dua tahunan ini diiukti lebih dari 3.200 peserta yang berasal dari PTKIN di 34 provinsi.

Sumber, Kemenag Senin, 15 Juli 2019 23:16 WIB