UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Pembangunan Fisik UIN SGD Bandung Tak Halangi Pelayanan Akademik

[www.uinsgd.ac.id] Tahun ini, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung terus mengintensifkan pembangunan Fisik, baik gedung perkuliahan, perkantoran, atau gedung lainnya. Pembangunan sarana dan prasarana tersebut, dipastikan harus selesai tahun 2013.

Namun kata Kabag Umum UIN Bandung, H. Zainuddin, semua proses pembangunan sarana dan prasarana tidak akan menggangu pelayanan akademik. Walau kondisi darurat, semua pelayanan public harus berjalan dengan baik.

“Pembangunan sarana dan prasarana harus tetap berjalan sesuai target yang di jadwalkan, begitu juga pelayanan akademik harus tetap berjalan pula. Anda bisa lihat di gedung pasca, untuk sementara bisa digunakan fakultas Saintek, Fakultas Fisip, kopertais dan lab bahasa,“ kata Zaenuddin di ruang kerjanya, Jumat, (28/7) seperti dilansir BEDAnews 29 Juli 2012 22:30:36.

Zaenuddin pun mengakui jika dalam pelayanan akademik tidak optimal dan maksimal, sebab lanjutnya kondisi kampus masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan. “Ya saya minta maaf jika dalam proses atau pelayanan agak terganggu dengan pembangunan ini. Tapi semua pihak harus menyadari dan memaklumi, karena semua itu untuk kepentingan bersama,” katanya.

Dikatakan Zaenudin, upaya percepatan pembangunan fisik itu diharapkan bisa mendukung dan menunjang semua kebutuhan proses aktivitas akademik. “Memang dalam pembangunan fisik tahap ke dua tidak habis seluruhnya, karena ada proyek pengerasan jalan dan kalau ada projek civil work, jalan akan rusak,“ akunya.

Dalam menunjang semua program akademik, sambung Zaenudin, direncanakan akan membangun gedung fakultas yang layak dan memadai, diantaranya Fakultas Ushuludin, Fakultas Sain dan Teknologi, Fakultas Psikologi, Fakultas Sosial dan Politik, Lab bahasa atau gedung lainnya. ”Untuk gedung fakultas Ushuludin, dipastikan beres bulan Nopember 2012, soal sumber anggaran ada yang berasal dari APBN dan IDB,“ katanya.

Dijelaskan Zaenuddin, dengan dibukanya fakultas baru dan jurusan umum, otomatis kita harus bisa menyiapkan sarana dan prasarana yang representative. “Sejak status berubah universitas dan dibukanya fakultas umum, dipastikan peminat calon mahasiswa baru akan meningkat terus. Jadi kita harus bisa menjawab respon positif kondisi itu,“ tandasnya.

Sementara itu, Sopyan (20) salah seorang mahasiswa fakultas Saintek, merasa bangga bisa kuliah di kampus UIN. Ia berharap pembangunan sarana dan prasarana segera selesai, supaya bisa mendukung proses akademik. “Kami bangga bisa masuk kampus ini, apa lagi dengan fasilitas representative,“ katanya.