UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD Bandung Buka 5 Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru 2019, Nih Caranya

Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung akan membuka 5 jalur seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana untuk Tahun Akademik 2019/2020.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor I UIN Bandung, Prof Dr Asep Muhyiddin, saat ditemui Tribun Jabar di Gedung Rektorat UIN Bandung, Kampus I Jalan A H Nasution No 105 Cibiru Kota Bandung, Rabu (30/1/2019).

Kelima jalur tersebut di antaranya:

1. Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

2. Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan

3. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Mandiri (SPMB MANDIRI)

4. Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN)

5. Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN)

Wakil Rektor I UIN Bandung, Prof Dr Asep Muhyiddin, mengatakan karena UIN Bandung institusi yang dinaungi dua payung pemerintah, yaitu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Agama (Kemenag).


“Oleh karena itu kami membuka lima jalur yang berbeda di antara dua basis ketentuan pemerintah, Kemenristekdikti dan Kemenag,” ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di Kantornya.

Adapun pihaknya menyelenggarakan 45 prodi sarjana (S1) yang meliputi 16 prodi berdasarkan izin Kemenristekdikti dan
29 prodi berdasarkan izin dari Kemenag.

“Prodi yang izinnya dari Kemenristekdikti membuka SNMPTN maupun SBMPTN pada tahun akademik 2019/2020 ini bertambah satu, yaitu prodi baru Ilmu Politik Fisip,” ujarnya.

Sementara itu ketentuan Izin dari Kemenag terdapat dua jalur SPAN PTKIN dan UMPTKIN yang dibuka 29 prodi.

Selain itu juga disediakan jalur mandiri atau lainnya, kata Asep Muhyiddin, membaginya menjadi dua bagian yaitu program tafhfiz Alquran dan jalur prestasi.

Untuk jalur tahfiz dilakukan tes hafalan, sementara itu tidak dilakukan tes umum lainnya.

“Semua pendaftaran dilakukan melalui sistem CBT (Computer Based Test), atau basis jaringan (daring) atau online,” jelas Asep Muhyiddin.

SBMPTN 2019 seluruhnya berbasis UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) dan dikelola LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Adapun untuk penyelenggaraan itu pihaknya telah bermitra dengan Univeristas Padjadjaran Bandung.

“Pelaksanaan SBMPTN kami persiapkan merancangnya sekira 9 hari terbagi menjadi beberapa season,”


Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr Asep Muhyiddin, saat ditemui Tribun Jabar di kantornya, Rabu (30/1/2019) 

Selanjutnya ia menjelaskan terkait kuota 5 jalur penerimaan itu mengambil daya tampung maksimal masing-masingnya.

Untuk regulasi SNMPTN 30 persen, SBMPTN 40 persen, Jalur Mandiri 30 persen.

Regulasi kuota di SPANPTKIN 30 persen dan UMPTKIN 40 persen dan Jalur Mandiri 30 persen.

Selanjutnya ia menjelaskan terkait kuota 5 jalur penerimaan itu mengambil daya tampung maksimal masing-masingnya.

Untuk regulasi SNMPTN 30 persen, SBMPTN 40 persen, Jalur Mandiri 30 persen.

Regulasi kuota di SPANPTKIN 30 persen dan UMPTKIN 40 persen dan Jalur Mandiri 30 persen.

Dijelaskan Asep Muhyiddin, kuota yang diperkirakan telah sesuai dengan rasio kapasitas mutu, baik rasio Dosen dengan Mahasiswa maupun dengan sarana pra sarana.

“Kami mengambil daya tampung maksimal. Istilahnya kami menampung kuota dengan sehat,” ujarnya.

Tahun lalu saja UIN Bandung menerima sekira 12000 pendaftar di jalur mandiri.

Pihaknya memperkirakan calon mahasiswa yang akan mendaftar tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelum-sebelumnya.

Kuota secara umum UIN Bandung menampung kurang lebih 6000 orang, dan secara persis sekira 9900 lebih orang, itu berlaku untuk ke 45 prodi melalui berbagai jalur, katanya.

Asep Muhyiddin berharap dengan berbasis regulasi dan kualitas input yang baik, dapat meningkatkan kapabilitas terseleksinya kriteria calon mahasiswa yang unggul dan memadai.

“Intinya meningkatkan mutu input dengan baik, dan tentu saja semua jalur yang dibuka mudah-mudahan berjalan dengan lancar dan tertib,” ujarnya.


Sumber, Tribun Jabar, 31 Januari 2019