UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

IAIN Merto Lampung Studi Akreditasi Prodi ke FAH UIN Bandung

Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung mendapatkan kunjungan dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro Lampung, Selasa (22/10/2019). Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mempelajari proses persiapan akreditasi program studi, kurikulum, proses pembelajaran, di lingkungan UIN SGD Bandung.

“Kami ingin belajar tentang bagaimana proses persiapan akreditasi program studi. Jurusan BSA UIN SGD Bandung kan akreditasi A,” kata Ketua Jurusan BSA IAIN Metro Lampung, Albarra Sarbaini, M.Pd, yang didampingi Dr. Wahyuddin, M.Phil., Wakil Dekan II FUAD IAIN Metro Lampung di Kampus I, Jl, A. H. Nasution No 105 Cipadung Cibiru, Kota Bandung, Selasa (22/10/2019).

Hadir menerima tamu Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag, Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum, Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, H.Mawardi, M.Ag, Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA)

Albarra menyatakan, pihaknya terus berusaha mengumpulkan sejumlah informasi dan penguatan dalam bidang penjaminan mutu untuk meraih akreditasi unggul dengan sembilan standar BAN PT. “Dengan adanya silaturahmi ini kita bisa belajar banyak dari Fakultas Adab UIN SGD Bandung untuk meraih akreditasi A,” tegasnya.

Wakil Dekan I, Dr. H. Dadan mengucapkan terima kasih atas kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen FAH UIN SGD Bandung untuk memastikan semua agenda akademik harus berbasis standar mutu, berdasarkan isian borang. UIN SGD Bandung saat ini sedang menuju World Class University.

“Ini komitmen pimpinan, meningkatkan kualitas dan mutu lulusan FAH yang unggul dan kompetitif dalam bidang bahasa dan sastra Arab,” ujarnya.

Menurutnya, upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan FAH UIN SGD Bandung, maka jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) sudah terbiasa menggelar acara Praktik Profesi Lapangan (PPL) dalam bentuk Menulis Biografi Kyai, penelitian antara dosen dengan mahasiswa yang dibuatkan laporanya dalam bentuk buku berisbn, proses membelajaran yang menghadirkan alumni, mitra kerja yang ahli di bidangnya.

“Desain pembelajaran dan pendidikan kita melalui best education, mahasiswa banyak mengalami pembelajaran secara otodidak terstruktur dan terlembagakan,  mengalami pembelajaran praktis dan fungsional yang terkait dengan kompetensi yang dimiliki pada bidang linguistik sastra, budaya, maupun seni budaya,” paparnya.

Meningat kekuatan khas dari jurusan BSA ini, “banyak mahasiswa yang menulis karya sastra berupa puisi, kumpulan puisi, cerpen maupun novel, penelitian ilmiah terkait dengan bahasa dan sastra yang dipublish melalui penerbit. Semua karya ini harus berlisensi, berisbn, bahkan hak kekayaan intelektualnya dipatenkan,” tandasnya.

Baginya, kehadiran kunjungan dari IAIN Merto Lampung mesti dimaknai sebagai proses belajar untuk mengingkatkan kualitas dan mutu di lingkungan, sehingga keinginan Rektor untuk menjadikan UIN SGD Bandung menuju World Class University semakin terwujud tahapan-tahapannya.

Upaya mewujudkan FAH UIN SGD Bandung yang unggul, bermartabat dan bisa kompetitif di kawasan Asia Tenggara, semua prestasi yang sudah diraih harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik lagi.

Sesuai dengan pesan Rektor, untuk Prodi yang mendapatkan nilai A mesti mempersiapkan diri dan belajar dari AUN-QA (ASEAN University Network on Higher Education for Quality Assurance).

“Mudah-mudahan dengan banyaknya kunjungan ke FAH UIN SGD tidak membut kita jumawa, tapi semakin merunduk seperti padi dan terus berusaha meningkatkan kualitas, mutu, pembelajaran, kurikulum, sebagai upaya menuju AUN-QA. Karena alhamdulillah semua jurusan di FAH mendapatkan nilai unggul,” pungkasnya. (Red/Yopi)

Sumber, 86 News 23 Oktober 2019