UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Pelaksanaan PBSB Al Azhar Kairo di UIN SGD Bandung

Sebanyak 992 santri mengikuti tes seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) untuk kuliah di Universitas Al Azhar Kairo dengan sistem Computer Based Test (CBT) yang dilaksanakan secara serentak di 5 lokasi, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (475 santri); UIN Sunan Gunung Djati Bandung (105 santri); MAN 1 Semarang (111 santri); ITS Surabaya (203 santri); MAN 2 Model Makassar (98 santri).

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Bidang PD Pontren, H. Abubakar Sidik menuturkan “Tahun ini baru dilaksanakannya PBSB Luar Ngeri dengan tujuan Universitas Al Azhar yang dibiayai penuh oleh pemerintah dalam hal ini yaitu Kementerian Agama RI. Untuk di Jawa Barat, peserta yang mengikuti seleksi PBSB Luar Negeri berjumlah 105 santri,” tegasnya saat meninjau pelaksanaan tes PBSB Al Azhar Kairo
di gedung Lecture Hall UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung Kampus I, Jl. A. H. Nasution No 105 Cipadung Cibiru Bandung, Selas (14/05/2019).

Menurut H. Abubakar Sidik, santri yang mengikuti PBSB di Jawa Barat ini tidak semuanya berasal dari Jawa Barat tetapi ada juga yang berasal dari provinsi lainnya sesuai. “Hal ini dikarenakan pendaftaran PBSB Luar Negeri ini dilakukan secara online sehingga santri dimana saja dapat memilih tempat sesuai yang diinginkannya,” ujarnya.

H. Abubakar Sidik berharap santri Jawa Barat dapat mendominasi kelulusan PBSB ini hingga santri Tanah Pasundan dapat menjadi santri unggulan.

“Saya berharap santri yang nantinya dapat lulus untuk belajar di Universitas Al Azhar dapat mensyukurinya dengan belajar yang rajin dan mengukir prestasi agar ilmu yang didapatnya dapat diaplikasikan di negara kita ini,” tegasnya.

Untuk pelaksanaan ujian tulis PBSB Al Azhar Kairo di UIN SGD Bandung, Rektor, Prof Dr. H. Mahmud, M.Si yang didampingi Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Asep Muhyiddin, M.Ag., Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Drs. H. Akhmad Luthfi, M.M., Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Jaenudin, M. Ag, Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag mengatakan, pelaksanaan PBSB di lingkungan UIN SGD Bandung ini “Alhamdulillah berjalan dengan lancar sesuai dengan arahan dan bimbingan dari panitia pusat Kemenag,” tegasnya.

Dengan materi yang diujikan meliputi tes potensi akademik, tes bahasa Arab dan Inggris, tes kepesantrenan yang mencakup khazanah Islam Indonesia, substansi ilmu kepesantrenan dan tes kemampuan bidang studi.

Menjaga Keutuhan NKRI

Rektor UIN SGD, Prof Dr. H. Mahmud, M.Si berharap dengan adanya seleksi PBSB ini dapat meningkatkan kualitas dan menempatkan martabat santri. “Peran dunia santri untuk Indonesia sangat luar biasa. Mulai dari kebangkitan pergerakan perjuangan Indonesia, seperti yang dilakukan Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol sampai dengan meraih kemerdekaannya.Semuanya tak bisa dilepaskan dari peran pesantren, ulama, santri dan umat Islam Indonesia,” tegasnya.

Meskipun belakangan ini, pesantren, ulama dan santri sering dicitrakan seakan-akan mereka tidak memiliki wawasan kebangsaan berupa cinta tanah air.

“Padahal hubungan Islam dengan cinta tanah air ini sudah final. Hal ini bisa dilihat dari apa yang dilakukan oleh Hadratussyaikh tentang cinta tanah air. Hubbul Wathon Minal Iman,” paparnya.

Rektor UIN SGD, Prof Dr. H. Mahmud, M.Si menegaskan memang tidak salah bila para ulama mengatakan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman (hubbul wathan minal iman). “Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya seleksi PBSB ini sebagai upaya menyiapkan, mencetak santri-santri, calon ulama yang hebat dan bermartabat,” paparnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya program ini semakin meneguhkan kontribusi pesantren, ulama dan santri dalam menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya. (Humas Al-Jam’iah)