UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Peduli Garut, Menag Serahkan Bantuan Kemanusiaan Keluarga Besar Kemenag Jabar

[www.uinsgd.ac.id] Musibah bencana alam banjir bandang yang menerpa rakyat Garut, Rabu (21/9) akibat meluapnya Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri menyisakan duka mendalam bagi bangsa ini, khususnya rakyat Kabupaten Garut. Selain kerusakan rumah dan fasilitas lainnya sebagai dampak banjir bandang, sebagian keluarga harus kehilangan anggota keluarganya.

Musibah ini memicu gelombang solidaritas kemanusiaan bangsa Indonesia yang menggalang bantuan kemanusiaan untuk meringankan penderitaan dan kesedihan warga korban, tak terkecuali keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Solidaritas kemanusiaan dan kepedulian keluarga besar Kemenag diwujudkan dengan penggalangan bantuan kemanusiaan dalam berbagai bentuk di antaranya menghimpun bantuan kebutuhan bahan pokok dan donasi kemanusiaan.

Hari ini, Kamis (6/10) malam, bantuan kemanusiaan keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat bagi korban musibah banjir bandang di Kabupaten Garut diserahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada Bupati Garut Rudy Gunawan di Pendopo Pemerintah Kabupaten dan diserahkan Menag secara simbolis kepada sejumlah perwakilan pengurus masjid, pondok pesantren, dan siswa madrasah. Bantuan kemanusiaan ini selanjutnya akan didistribusikan kepada yang berhak (mustahiq).

Mengawali sambutannya, Menag mengajak seluruh hadirin untuk menyampaikan doa bagi warga korban musibah dengan membacakan surat Al-Faatihah, dan berharap warga yang tertimpa musibah untuk tabah dan sabar serta mengambil hikmahnya.

Menag juga menyampaikan apresiasinya kepada keluarga besar Kemenag Jawa Barat terutama bagi siswa madrasah yang bahu membahu menggalang donasi dengan cara dan kreativitasnya yang positif

“Mudah-mudahan ini satu ikhtiar yang diridhai Allah dan mendatangkan berkah dan menebarkan kemaslahatan bagi sesama kita,” ucap Menag yang menyampaikan bantuan ini juga datang dari UIN Bandung, Balai Diklat Keagamaan Jawa Barat dan Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat Buchori Muslim mengatakan, selama tujuh hari penggalangan bantuan keluarga besar Kemenag Jawa Barat yang berasal dari seluruh ASN Kemenag Jabardan siswa madrasah se Jawa Barat terkumpul dana sebesar tidak kurang dari Rp2.040.000.000.

Selain dalam bentuk dana, solidaritas kemanusiaan keluarga besar Kemenag juga berhasil menghimpun bantuan berupa 380 karung pakaian, 400 dus mie, 20 karung beras, 40 dus alat tulis. Sumbangan ini selanjutnya dialokasikan untuk pembangunan kembali 31 Masjid di Garut dan 3 Mesjid di Kabupaten Sumedang. Selain itu, Kemenag juga memberi bantuan bagi 275 siswa madrasah berupa dana Rp500.000 per orang yang tertimpa musibah. Bagi siswa madrasah yang membutuhkan bantuan jangka waktu lama karena orantuanya meninggal dan rumahnya hancur akan diberikan bantuan selama 1 tahun.

Dikatakan Buchori, musibah di Garut ini telah menimbulkan rasa persaudaraan dan kesetiakawanan luar biasa dari seluruh anak bangsa, termasuk keluarga besar Kemenag Jawa Barat.

“Dengan bantuan ini, merupakan bukti bahwa Kemenag peduli dengan musibah yang terjadi,” kata Buchori yang meminta kepada Kakankemenag Garut untuk mendata secara riil dan akurat siswa madrasah yang tertimpa musibah untuk dibantu.

Bupati Garut dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kebahagiaannya atas kepedulian Keluarga besar Kemenag membantu warga Garut. Dikatakannya, akibat musibah bencana alam tersebut, 53 warganya dinyatakan hilang, 34 ditemukan dan 19 korban beluim ditemukan dan dalam pencarian, 780 kepala keluarag dengan 2.552 jiwa yang tidak memiliki rumah.

“Ini bentuk satu perasaan dalam mewujudkan gotong royong meringankan warga Garut, ini dharapkan menjadi ibadah bagi kita semua,” kata Bupati.

Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut, Kakanwil Kemenag Jawa Barat Muslim Buchori, Kepala Biro Umum yang juga Pgs. Kapus Pinmas Syafrizal, Rektor UIN Bandung, Rektor Universitas Garut, Muspida Garut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se Jawa Barat, tokoh dan ulama, serta Keluarga Besar Kementerian Agama Kabupaten Garut. (dm/dm).

Sumber, Kemenag