UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Pedagang DPR Kembali Berjualan

[uinsgd.ac.id] Beberapa Fakultas, kini sudah kembali melangsungkan kegiatan Perkuliahan di Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Hal ini merupakan angin segar, tidak hanya untuk mahasiswa saja, tapi para pedagang yang berjualan Dibawah Pohon Rindang (DPR) Kampus yang beberapa waktu lalu sempat vakum, merasakan hal sama.Mereka yang tergabung dalam Aspitu (Asosiasi pedagang kali lima UIN) mulai dapat beroperasi lagi disekitar DPR sejak Senin (6/2). Disepanjang area jalan DPR kini mulai dipenuhi pedagang dengan berbagai macam jenis dagangan. “Enak jajanan disini harganya murah,” ucap Febby mahasiswa Fakultas Tarbiyah saat ditanyai tanggapannya.Salah seorang pedagang seperti Rahmat, yang setiap harinya menjual susu murni dan yoghurt, mengaku sebelumnya ia memindahkan lokasi usahanya disebelah masjid UIN Bandung. Rahmat juga bercerita bahwa ia memiliki banyak pelanggan mahasiswa dan kenal baik dengan mereka. “Pelanggan mah banyak yang lagi KKM, kalau mahasiswa yang baru masuk kan belum pada kenal bapa, jadi omzet penjualan jadi berkurang dibanding sebelumnya,” paparnya yang mengaku sudah membuka usahanya sejak tahun 2002.Lain lagi dengan Eli penjual es buah yang sudah sekitar 7 tahun menempati lahan DPR. Selama Kampus UIN diperbaiki Eli mengaku tidak membuka usahanya karena memang tidak memilki tempat untuk berjualan. Untuk masalah omzet Eli mengaku tak jauh beda dengan Rahmat. “Sekarang masih agak sepi, mahasiswanya belum banyak, omzetnya berkurang daripada sebelumnya,” ujarnya.[] Putri Galih Ning Gusti-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Beberapa Fakultas, kini sudah kembali melangsungkan kegiatan Perkuliahan di Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Hal ini merupakan angin segar, tidak hanya untuk mahasiswa saja, tapi para pedagang yang berjualan Dibawah Pohon Rindang (DPR) Kampus yang beberapa waktu lalu sempat vakum, merasakan hal sama.Mereka yang tergabung dalam Aspitu (Asosiasi pedagang kali lima UIN) mulai dapat beroperasi lagi disekitar DPR sejak Senin (6/2). Disepanjang area jalan DPR kini mulai dipenuhi pedagang dengan berbagai macam jenis dagangan. “Enak jajanan disini harganya murah,” ucap Febby mahasiswa Fakultas Tarbiyah saat ditanyai tanggapannya.Salah seorang pedagang seperti Rahmat, yang setiap harinya menjual susu murni dan yoghurt, mengaku sebelumnya ia memindahkan lokasi usahanya disebelah masjid UIN Bandung. Rahmat juga bercerita bahwa ia memiliki banyak pelanggan mahasiswa dan kenal baik dengan mereka. “Pelanggan mah banyak yang lagi KKM, kalau mahasiswa yang baru masuk kan belum pada kenal bapa, jadi omzet penjualan jadi berkurang dibanding sebelumnya,” paparnya yang mengaku sudah membuka usahanya sejak tahun 2002.Lain lagi dengan Eli penjual es buah yang sudah sekitar 7 tahun menempati lahan DPR. Selama Kampus UIN diperbaiki Eli mengaku tidak membuka usahanya karena memang tidak memilki tempat untuk berjualan. Untuk masalah omzet Eli mengaku tak jauh beda dengan Rahmat. “Sekarang masih agak sepi, mahasiswanya belum banyak, omzetnya berkurang daripada sebelumnya,” ujarnya.[] Putri Galih Ning Gusti-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Beberapa Fakultas, kini sudah kembali melangsungkan kegiatan Perkuliahan di Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Hal ini merupakan angin segar, tidak hanya untuk mahasiswa saja, tapi para pedagang yang berjualan Dibawah Pohon Rindang (DPR) Kampus yang beberapa waktu lalu sempat vakum, merasakan hal sama.Mereka yang tergabung dalam Aspitu (Asosiasi pedagang kali lima UIN) mulai dapat beroperasi lagi disekitar DPR sejak Senin (6/2). Disepanjang area jalan DPR kini mulai dipenuhi pedagang dengan berbagai macam jenis dagangan. “Enak jajanan disini harganya murah,” ucap Febby mahasiswa Fakultas Tarbiyah saat ditanyai tanggapannya.Salah seorang pedagang seperti Rahmat, yang setiap harinya menjual susu murni dan yoghurt, mengaku sebelumnya ia memindahkan lokasi usahanya disebelah masjid UIN Bandung. Rahmat juga bercerita bahwa ia memiliki banyak pelanggan mahasiswa dan kenal baik dengan mereka. “Pelanggan mah banyak yang lagi KKM, kalau mahasiswa yang baru masuk kan belum pada kenal bapa, jadi omzet penjualan jadi berkurang dibanding sebelumnya,” paparnya yang mengaku sudah membuka usahanya sejak tahun 2002.Lain lagi dengan Eli penjual es buah yang sudah sekitar 7 tahun menempati lahan DPR. Selama Kampus UIN diperbaiki Eli mengaku tidak membuka usahanya karena memang tidak memilki tempat untuk berjualan. Untuk masalah omzet Eli mengaku tak jauh beda dengan Rahmat. “Sekarang masih agak sepi, mahasiswanya belum banyak, omzetnya berkurang daripada sebelumnya,” ujarnya.[] Putri Galih Ning Gusti-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Beberapa Fakultas, kini sudah kembali melangsungkan kegiatan Perkuliahan di Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Hal ini merupakan angin segar, tidak hanya untuk mahasiswa saja, tapi para pedagang yang berjualan Dibawah Pohon Rindang (DPR) Kampus yang beberapa waktu lalu sempat vakum, merasakan hal sama.Mereka yang tergabung dalam Aspitu (Asosiasi pedagang kali lima UIN) mulai dapat beroperasi lagi disekitar DPR sejak Senin (6/2). Disepanjang area jalan DPR kini mulai dipenuhi pedagang dengan berbagai macam jenis dagangan. “Enak jajanan disini harganya murah,” ucap Febby mahasiswa Fakultas Tarbiyah saat ditanyai tanggapannya.Salah seorang pedagang seperti Rahmat, yang setiap harinya menjual susu murni dan yoghurt, mengaku sebelumnya ia memindahkan lokasi usahanya disebelah masjid UIN Bandung. Rahmat juga bercerita bahwa ia memiliki banyak pelanggan mahasiswa dan kenal baik dengan mereka. “Pelanggan mah banyak yang lagi KKM, kalau mahasiswa yang baru masuk kan belum pada kenal bapa, jadi omzet penjualan jadi berkurang dibanding sebelumnya,” paparnya yang mengaku sudah membuka usahanya sejak tahun 2002.Lain lagi dengan Eli penjual es buah yang sudah sekitar 7 tahun menempati lahan DPR. Selama Kampus UIN diperbaiki Eli mengaku tidak membuka usahanya karena memang tidak memilki tempat untuk berjualan. Untuk masalah omzet Eli mengaku tak jauh beda dengan Rahmat. “Sekarang masih agak sepi, mahasiswanya belum banyak, omzetnya berkurang daripada sebelumnya,” ujarnya.[] Putri Galih Ning Gusti-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Beberapa Fakultas, kini sudah kembali melangsungkan kegiatan Perkuliahan di Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Hal ini merupakan angin segar, tidak hanya untuk mahasiswa saja, tapi para pedagang yang berjualan Dibawah Pohon Rindang (DPR) Kampus yang beberapa waktu lalu sempat vakum, merasakan hal sama.Mereka yang tergabung dalam Aspitu (Asosiasi pedagang kali lima UIN) mulai dapat beroperasi lagi disekitar DPR sejak Senin (6/2). Disepanjang area jalan DPR kini mulai dipenuhi pedagang dengan berbagai macam jenis dagangan. “Enak jajanan disini harganya murah,” ucap Febby mahasiswa Fakultas Tarbiyah saat ditanyai tanggapannya.Salah seorang pedagang seperti Rahmat, yang setiap harinya menjual susu murni dan yoghurt, mengaku sebelumnya ia memindahkan lokasi usahanya disebelah masjid UIN Bandung. Rahmat juga bercerita bahwa ia memiliki banyak pelanggan mahasiswa dan kenal baik dengan mereka. “Pelanggan mah banyak yang lagi KKM, kalau mahasiswa yang baru masuk kan belum pada kenal bapa, jadi omzet penjualan jadi berkurang dibanding sebelumnya,” paparnya yang mengaku sudah membuka usahanya sejak tahun 2002.Lain lagi dengan Eli penjual es buah yang sudah sekitar 7 tahun menempati lahan DPR. Selama Kampus UIN diperbaiki Eli mengaku tidak membuka usahanya karena memang tidak memilki tempat untuk berjualan. Untuk masalah omzet Eli mengaku tak jauh beda dengan Rahmat. “Sekarang masih agak sepi, mahasiswanya belum banyak, omzetnya berkurang daripada sebelumnya,” ujarnya.[] Putri Galih Ning Gusti-Magang/SUAKA