UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Paradigma Penelitian Sains Teknologi Profetik

[www.uinsgd.ac.id] Dalam upaya mempersiapkan lulusan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SGD Bandung, mahasiswa dibekali keterampilan dalam melakukan penelitian yang memadai dengan penggunaan metode ilmiah profetik yakni paradigm penelitian yang empirik, logis, rasional, dan transendental.

Peneliti alam semesta model ini akan berawal dari keyakinan bahwa tidak ada perilaku alam yang lepas dari pengetahuan Allah swt; Tidak ada ciptaan Allah yang tanpa tujuan dan tanpa manfaat; Seluruh ciptaannya dibekali kesetimbangan; Hukum keseimbangan pada alam semesta adalah keteraturan dan keseimbangan yang telah Allah tetapkan (taqdir); Alam selalu tunduk pada regulasi Tuhan. “Pengembangan sains inilah yang akan meneguhkan keimanan dengan memanfaatkan alam untuk kesejahteraan manusia dan seluruh makhluk tanpa merusak struktur dan fungsi awalnya” ungkap Dekan FST, Dr. OpikTaupik Kurahman saat membuka acara Kuliah Umum Jurusan Biologi “Bird Conservation for Better Future” dengan menghadirkan narasumber : Dr. Lulu Lusianti Fitri, M.Sc, Ade Rahmat, S.Si., MIL di Aula FST, Selasa (23/2).

Dalam sambutannya Dekan menjelaskan, “Ruh seorang sarjana sains dan teknologi itu terletak pada kapasitas penelitian dan hasil penelitiannya bermanfaat untuk pengembangan umat. Untuk itu, keberadaan Fakultas Sains dan Teknologi yang membedakan dengan Peguruan Tinggi lainnya terletak pada penelitianya yang mampu melakukan riset tentang alam semesta secara memadai, melahirkan penemuan baru yang inovatif dengan landasan tauhid yang kuat bahwa tujuan, proses, dan hasil penelitiannya untuk pengabdian kepada Allah.

Dengan berpijak pada metodologi penelitian yang tepat sesuai kaidah-kaidah ilmiah yang jujur dapat dipastikan mampu mempertebal keimanan seseorang. Sebagai bukti,  banyak ilmuwan dunia yang masuk Islam karena penelitiannya”. Ini menjadi sangat penting untuk memperkuat basis pengembangan sains dan teknologi dengan keimanan yang teguh, sehingga tidak ada cerita ilmuwan yang mempunyai pemahamana keimanan yang teguh dan akhlak yang terpuji,” sambungnya.

Bagi Sekretaris Jurusan Biologi, Dr. Ana Widiana, M.Si pelestarian burung di alam semesta untuk menjaga ekosistem ini menjadi penting. “Mengingat ke anekaragaman hayati, khususnya burung sangat menghawatirkan. Padahal keberadaan burung jadi barometer lingkungan,”.

Untuk itu, kajian pelestarian hewan ini menjadi penting dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan alam. “Saya berharap melalui kuliah umum ini dengan menghadirkan narasumber Bu Lulu dan Pa Ade dapat membawa angin segar dan wawasan tentang burung untuk peduli terhadap lingkungan, alam sekitar,” pungkasnya.

Pada acara kuliah umum ini dilauncingkan komunitas burung UIN SGD Bandung bernama Bird Watcher Community (BWC) dan nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Sains dan Teknologi UIN SGD Bandung dengan Bird Conservation Society (BICONS). [Humas Al-Jamiah]