UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Panggilan Umroh Berkah Hafidzah

[www.uinsgd.ac.id] Bisa berangkat ke Tanah Suci  adalah impian dan keinginan terbesar bagi setiap Muslim. Begitu pun hal nya dengan Sri Rahmawati. Cici, panggilan akrabnya yang kini duduk di bangku kuliah jurusan Tafsir Hadits (TH) Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung semester enam ini, tiga minggu yang lalu baru saja pulang dari Tanah Suci setelah melaksanakan ibadah umroh. “ Alhamdulillah tiga minggu yang lalu, saya baru pulang melaksanakan umroh,” tegasnya.

Cici berkesempatan pergi umroh setelah dirinya menjadi hafidzah terbaik Jawa Barat dalam Audisi Tahfidz yang diselenggarakan oleh PPPA Daarul Qur’an Yusuf Mansyur 2013. Cici yang mewakili Rumah Tahfidz Permata Bangsa yang bertempat di Komplek Bumi Harapan Cibiru Bandung, berhasil menyisihkan peserta dari kabupaten lain, seperti Karawang dan Indramayu. Audisi yang di ikuti oleh tujuh peserta itu meloloskan Cici dan satu lagi Ustadzah Nurbaiti dari Karawang. Saat ditanya tentang persyaratan dan proses audisi, Cici menjelaskan persyaratannya antara lain Ijazah tahfidz dan sanadnya (silsilah guru), KTP serta Curicullum Vitae (CV).

Sementara tes audisinya yaitu hafalan secara acak (melanjutkan ayat) dan kandungan al-Qur’annya. “Persyaratannya lumayan berat, harus ada ijazah tahfidz dan sanadnya, KTP serta CV. Kalau testnya kita memilih amplop soal, di dalamnya terdiri 8 soal, 4 soal melanjutkan ayat dan 4 soal kandungan ayat al-Qur’an,” tegasnya.

Walau pun pada awalnya Cici mengaku tidak siap dan ragu untuk mengikuti audisi tersebut, karena merasa dirinya masih belum lancar. Namun, berkat do’a dan dukungan dari Ketua Yayasan Rumah Tahfidz Permata Bangsa akhirnya Cici memberanikan diri untuk ikut dalam audisi itu. “Asalnya saya ga siap, bahkan ragu. Namun, Allah memanggil saya lewat semangat Pak Ade (Ketua Yayasan ) yang terus mendukung agar saya mengikuti kegiatan itu,” lanjut Cici.

Berkat usaha dan kecintaannya terhadap al-Qur’an, akhirnya Cici mampu menjadi yang terbaik. Namun Cici mengungkapkan dirinya bisa seperti ini dan bisa berangkat umroh bukan semata-mata karena menjadi hafidzah, tetapi lebih kepada panggilan Allah untuk datang ke Baitullah. Cici pun tak berambisi untuk menjadi yang terbaik dalam audisi itu, karena sadar akan kemampuannya, hanya ikhlas dan bersemangat. Tetapi Allah memberikan alasan lain mengikutsertakannya dalam audisi tersebut serta memberikan jalan lewat tahfidz al-Qur’an. “Bisa berangkat umroh bukan semata-mata predikat yang saya dapat, tapi lebih kepada panggilan Allah untuk hamba-Nya yang berusaha mencintai al-Qur’an. Bahkan saya tidak pernah berharap juara terbaik, ihklas lillāhi ta’ala mengikuti itu karena saya memang mencintai al-Qur’an,”tegasnya.

Cici pun berpesan dan mengajak untuk adik kelasnya di TH khususnya dan umumnya mahasiswa di Ushuluddin, untuk dapat mencintai al-Qur’an. Tetap semangat dan terus berprestasi.  “Mulailah untuk menghafal al-Quran, dan kalau bisa one day one ayat. Karena dengan menghafal al-Qur-an fungsi ingatan kita akan semakin kuat dan menjadikan diri lebih tenang setiap saat. Menghafal al-Qur’an semata-mata karena Allah akan mendekatkan kita kepada keberkahan. Begitupun saya telah merasakan keberkahan itu,” pungkasnya. [Agus]