UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Opik Taupik Kurahman, Fakultas Sains & Teknologi Dapurnya Para Cendekia Muslim

Keilmuan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) –sesuai dengan yang diusung pada tingkat universitas— bertitik tolak dari pembidangan ilmu yang sudah dipandang baku. Yaitu ilmu keagamaan (keislaman), ilmu alam, ilmu sosial dan ilmu humaniora. UIN SGD Bandung menempatkan alquran dan as-sunnah sebagai sumber nilai yang menjiwai seluruh bidang keilmuan.

Karena itu, tidak mengenal dikhotomi antara ilmu-ilmu Qur’aniyyah dan Kawniyyah. Ilmu-ilmu tersebut secara keseluruhan dapat dikatakan sebagai ilmu-ilmu keislaman ketika secara epistemologis berangkat dari atau sesuai dengan nilai-nilai dan universalitas Islam yang pada dasarnya bersifat objektif. Maka, pandangan keilmuan FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung mendasarkan pada paradigma wahyu memandu ilmu.

Sebagai pelaksana akademik dari UIN SGD Bandung, FST mengemban misi Islam dan pada dasarnya dapat menjadi fakultas yang ideal. Sebagai pelaksana akademik pada pendidikan modern, mengkaji Islam dalam berbagai perspektif sekaligus menempatkannya sebagai produsennya kajian-kajian sains dan teknologi islami kontemporer dan dapurnya cendekia-cendekia muslim. Yang tidak kalah pentingnya lagi adalah pola pembelajarannya. Idealnya memadukan antara learning to know, dengan learning to do, learning to be, dan learning to life together.

Peran dan fungsi FST tidak dapat dipisahkan dalam konteks bangsa dan negara Indonesia. Dalam hal ini etos religius dan etos ilmiah bertemu dengan etos kebangsaan. Sehingga kehadiran FST senantiasa memiliki makna, peran serta fungsi dalam pembangunan nasional, masyarakat dan bangsa Indonesia.

Sebagai upaya pembenahan dan mengubah sistem pendidikan tidak hanya menekankan pada aspek link and match dalam hubungannya dengan dunia kerja. Tapi juga berorientasi pada hal yang paling penting. Yaitu Fakultas sebagai produsen benih pemikir yang berorientasi pada upaya transformasi etis dan teknis dalam mencetak dan membentuk watak dan karakter produktif-mandiri yang islami dari setiap lulusannya.

Dalam perkembangan lebih jauh peran UIN sebagai teaching university lambat laun akan bergeser ke arah Research University. Konsekuensi dari pergeseran peran ini akan membawa efek pada orientasi fakultas yang awalnya ke pembukaan pasar ke arah penciptaan dan inovasi produk.

Sebagai lembaga pengkajian dan pendidikan, FST harus menjadi pioneer dalam mewujudkan cita-cita masyarakat madani melalui internalisasi, institusionalisasi, serta fungsionalisasi dan aplikasi sains dan teknologi islami dalam kehidupan.

Berarti, konsepsi-konsepsi sains dan teknologi Islam harus ditransformasikan secara nyata, baik sebagai faktor motivatif, edukatif dan dinamisatif maupun sebagai faktor selektif, preventif dan responsif.

Melihat peluangnya yang terbuka lebar, Dekan FST, Dr H Opik Taupik Kurahman optimistis bahwa fakultas yang dipimpinnya bisa unggul dan mampu kompetetif secara nasional pada 2020 dan internasional di 2030 dalam mengembangkan sains dan teknologi yang meneguhkan keimanan dan akhlak karimah. Karena itu, dalam mengembangkan FST, dia melakukan penataan dan pembenahan melalui empat) kebijakan: 1. Secara kelembagaan baik struktural maupun nonstruktural melalui pendekatan pencerahan, pemberdayaan, dan pengembangan dalam upaya mewujudkan image building FST yang kondusif untuk mengembangkan kultur akademik; 2. Otonomi dengan semangat kemandirian baik pada bidang akademik, kelembagaan dan administrasi yang tetap dalam bingkai satu kesatuan sistem; 3. Peningkatan kualitas yang berorientasi pada penjaminan mutu, pengendalian mutu, dan perbaikan mutu. Itu diarahkan pada program akademik, penelitian, tenaga pengajar, mahasiswa, fasilitas dan kultur akademik yang kondusif. Dan, 4. Inovasi dengan mengembangkan jaringan melalui pola kemitraan dan kerjasama dengan berbagai instansi baik dalam maupun luar negeri; 5. Modernisasi manajemen pendidikan dan pelayanan administrasi melalui penataan dan profesionalisme institusi yang efesien dan efektif.

Beberapa aspek yang menjadi program strategis adalah: (a) Penguatan lembaga dan peningkatan mutu manajemen organisasi dengan membangun manajemen organisasi yang efektif, komunikatif, kolegial, transparan, dan akuntabel bagi peningkatan mutu akademik; (b) Penguatan kemitraan dengan lembaga nasional, lembaga internasional, dan dunia industri; (c) Pengembangan integrasi keilmuan; (d) Peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal nasional dan internasional; (e) Peningkatan akses, mutu, dan relevansi penelitian; (f) Peningkatan mutu dan layanan akademik dengan pengembangan kompetensi dan dedikasi tenaga kependidikan dalam memberikan pelayanan yang ramah, cepat, tepat, dan akurat dan menyenangkan dengan mengembangkan sistem administrasi yang efektif berbasis teknologi; (g) Perluasan dan peningkatan mutu pengabdian masyarakat; (h) Peningkatan sumber-sumber pembiayaan dan pengelolaannya; (i) Optimalisasi sarana dan prasarana; (j) Rintisan program studi menjadi rujukan nasional dan komunitas akademik dunia; (k) Peneguhan keimanan dan akhlak karimah mahasiswa.

Mengacu pada Rencana Induk Pengembangan (RIP) UIN 2004-2029, arah pengembangan FST: Tahun 2004-2009 sebagai tahapan institusionalisation (pelembagaan dari IAIN menuju UIN); Tahun 2010-2014 sebagai tahapan strengthening institusion (penguatan lembaga, ISO, akreditasi, sarana prasarana; Tahun 2015-2019 tahapan developing institusion (pengembangan lembaga, pengembangan fakultas dan prodi); Tahun 2020-2024 sebagai tahap tinggal landas (take off stage). Benchmarking ke perguruan tinggi tingkat Asia; dan Tahun 2025-2029 sebagai tahap terakhir yang disebut sebagai international participation (keterlibatan pada lembaga internasional).

Dari pengembangan tersebut kemudian rincian program pada masing-masing tahapannya diarahkan pada 16 bidang: (1) Kelembagaan; (2) Sumber Daya Manusia; (3) Kurikulum; (4) Pembelajaran; (5) Perpustakaan; (6) Penelitian; (7) Publikasi Ilmiah (8) Pengabdian Kepada Masyarakat; (9) Kemahasiswaan dan alumni; (10) Kerjasama; (11) Sarana Prasarana; (12) Pendanaan; (13) Manajemen; (14) Sistem Informasi; (15) Sistem Penjaminan Mutu; (16) Kesejahteraan. (adv/fik/rie)

Sumber, Bandung Ekspres 10 September 2015.