UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

MKS Gelar Workshop Pasar Modal Syari’ah

[www.uinsgd.ac.id] Ketua Indonesian Capital Market Education (Indocamp Edu) Yoyok Prasetyo kenalkan cara menganalisa saham agar tidak terjadi kerugian bagi investor pada Workshop Pasar Modal Syari’ah, Jum’at (19/2/2016) di Aula Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH).

“Seorang investor harus teliti dalam melakukan jual beli saham, terlebih jika akan membeli saham suatu perusahaan, banyak hal yang harus dilakukan sebelum membeli saham agar tidak terjadi kerugian,” terang Yoyok pada workshop yang digelar oleh bidang Pendidikan Intelektual (PI) Jurusan Manajemen Keuangan Syari’ah (MKS) UIN SGD Bandung tersebut.

Yoyok memaparkan dua hal yang harus dilakukan oleh investor sebelum membeli saham sebuah perusahaan. Pertama yang harus dilakukan yaitu analisis fundamental. “Yaitu usaha menilai performansi saham dengan mempelajari kondisi keuangan perusahaan, serta, prospeknya di masa depan dengan asumsi adanya perbedaan antara nilai intrinsik dengan harga pasar saham. Harga pasar saham akan bergerak di sekitar nilai intrinsik saham,” terang Yoyok.

Dan melakukan analisis chart atau grafik harga saham. “Dengan melihat chart pergerakan harga saham perusahaan. Dengan cara memperkirakan harga dimasa yang akan datang menggunakan data dimasa lalu perusahaan tersebut,” terang pria berjanggut tersebut.

Selama workshop berlangsung seluruh peserta difasilitasi aplikasi saham Pasar Modal Syari’ah dengan akun masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan simulasi transaksi saham. Dimulai dengan menganalisa perbandingan dua saham dari satu sektor. Misalnya sektor media, membandingkan saham antara perusahaan stasiun televisi A dan stasiun televisi B dengan melihat laporan keuangan masing-masing perusahaan tersebut.

Tak lupa, Yoyok pun menjelaskan perbedaan Pasar Modal dan Pasar Modal Syari’ah. Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM) adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

Secara umum, terang Yoyok kegiatan Pasar Modal Syari’ah tidak memiliki perbedaan dengan pasar modal konvensional, namun terdapat beberapa karakteristik khusus. “Produk dan mekanisme transaksi Pasar Modal Syari’ah tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syari’ah,” ujar Yoyok.

Ketua Jurusan MKS, Deni mengungkapkan setelah adanya pelatihan Pasar Modal Syari’ah ini, akan diselenggarakan pelatihan intensif untuk mempelajari dan mempraktikan lebih dalam lagi mengenai Pasar Modal Syari’ah.

“Dengan diadakannya acara pelatihan yang disusul dengan workshop ini saya berharap seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa MKS dapat menginvestasikan uangnya di pojok pasar modal syari’ah yang merupakan rencana pembangunan ketua Jurusan MKS,” terang Deni. [Reina Nurjanah, Ridwan Alawi/Suaka]