UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Miliki 4 Transformasi dalam Perubahan Status

[www.uinsgd.ac.id] Perubahan status dari STAIN ke IAIN atau IAIN ke UIN harus memiliki 4 transformasi; Pertama, Misi baru yang jelas. Kedua, Infrastruktur yang memadai. Ketiga, Sumber Daya Manusia (SDM) tentang tenaga pengajar, administrasi dan mahasiswa yang handal. Keempat, Akademik. “Ruh akademik ini harus menjadi puncak dari perubahan status STAIN ke IAIN, IAIN ke UIN,” ungkap Bahrun Hayat, Ph.D, Sekretaris Jenderal Kementrian Agama Republik Indonesia dalam acara Pembinaan Pegawai dan Peletakan Pembangunan Gedung (Civil Work) IDB UIN SGD Bandung di ruang Sidang Senat, gedung Al-Jamiah lantai II, Kamis (6/9)

“Untuk itu keempat transformasi perubahan status harus dipahami secara baik dan dilakukan secara bersama-sama sebagai landasan menciptakan ruh akademik yang lebih baik,” jelasnya

Sebagai contoh penguatan Ma’had Al-Jamiah menjadi basis pendidikan alternatif di UIN dalam menciptakan misi yang baru. “Untuk menciptakan manusia yang unggul dan memiliki kemampuan yang lebih, sehingga predikat insan kamil diraih atau pada waktu Orde Baru diharapkan menjadi manusia seutuhnya,” tegasnya

Dalam rangka menciptakan kultur akademik yang baik dan menjadikan UIN sebagai pusat studi Islam “Secara pribadi saya mengajak kepada seluruh Rektor UIN pada Rapat Pimpinan yang akan digelar 2 minggu lagi untuk melahirkan program internasional 2 tahunan, seperti yang telah di lakukan di UIN Jakarta pada Desember 2011 tentang media Islam. Untuk di UIN Bandung apakah dalam bidang Hukum Islamnya atau Ekonominya. Di UIN Malang dengan sains Islamnya. Di Riau dengan peradaban Islamnya,” pungkasnya

Dengan adanya pertemuan 2 tahunan ini bisa menjadikan UIN sebagai pusat studi Islam. “Undang dan kumpulkan para ahli untuk program internasional. Meskipun harus dibagi-bagi sesuai dengan bidangnya supaya besar UIN ini,” pungkasnya.

 

Bahrul berharap “Jika orang-orang barat ingin belajar tentang Islam tidak belajar ke Timur Tengah, tetapi ke Indonesia karena menjadi pusat studi Islam.” [Ibn Ghifarie]