UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Milad PA Ke-45 Gelar Dialog Lintas Agama

[www.uinsgd.ac.id] Milad Perbandingan Agama (PA) ke-45 Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung menggelar Dialog Lintas Agama “Milad Perbandingan” yang bertajuk “Mengupas Persamaan di Balik Perbedaan” dengan menghadirkan narasumber;  Dr. Handoyo Oyong, SH, SE, MH. (WALUBI), Drs. Ketut Sudana (Hindu Dharma), Fam Kiun Fat (Makin Bandung), Pendeta Jeremiah Oi (Kristen Protestan Kharismatik), dan Wawan Gunawan, (Ormas NU) yang dipandu oleh Julian Ashari, M.Ag (Dosen PA) di Auala Fakultas Ushuluddin lantai IV, Senin (29/4)

Menurut Yopi, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J) PA menjelaskan acara ini merupakan hasil kerjasama antara BEM-J PA dengan BEM-J PMH (Perbandingan Madzhab dan Hukum) Fakultas Syariah dan Hukum untuk belajar saling menghargai perbedaan sebagai aspek kemanusiaan yang tidak bisa terbantahkan dan dihindari. “Saya adakan mengutip pernyataan Gus Dur, tidak ada Tuhan atau keyakinan seseorang, tetapi aspek kemanusiaan yang terpenting supaya dihargai. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini kita belajar saling menghargai,” tegasnya.

Maulana, Ketua BEM-J PMH menambahkan selaku mahasiswa kita harus bangga dengan jurusan perbandingan ini. “Saya bangga selaku mahasiswa perbandingan yang bisa mendialogkan antara perilaku yang sakral ini dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun jumlah mahasisanya sedikit. Dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan nilai positif untuk menghargai perbedaan karena kata Gus Dur kemajemukan itu harus diterima tanpa melihat perbedaan,” paparnya.

Bagi Dr. Deni Miharja, M.Ag, Ketua Jurusan PA menuturkan kegiatan ini merupakan Milad PA ke-45. “Mudah-mudahan dengan usianya yang tua ini bisa memberikan manfaat dan kontribusi yang jelas terhadap civitas akademika dan masyarakat sekitar, terutama dalam hal membangun kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara yang tidak melihat perbedaan sebagai ancaman, tetapi jadi modal dasar dalam membangun bangsa dan negara.” 

Dudang Gojali, M.Ag., Ketua Jurusan PMH menambahkan “Perbedaan itu tidak hanya sunatullah, tapi juga modal utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Saya sangat mengapresiasi kegiatan Dialog Lintas Agama ini. Semoga bermanfaat.”

Acara yang dibuka secara resmi oleh Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin, Drs. Afghoni, M.Ag. sangat mengapresiasi kegiatan ini dalam rangka menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik dengan menghargai segala perbedaan agama, suku, ras. “Mari kita hargai, hormati segala perbedaan yang ada dan sudah menjadi kewajiban kita selaku akademisi untuk memberikan kontribusi dan solusi atas segala permasalahan, konflik yang ada di Indonesia ini,” pungkasnya. [Ibn Ghifarie]