UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Merencanakan Hidup Bersama PIKR

“Pada tahun 2011 sebanyak 26.483 remaja Jawa Barat terkena kasus AIDS. Hal ini lebih disebabkan oleh remaja tidak memiliki kemampuan untuk menyaring dirinya dari informasi-informasi yang salah dan pengaruh dari factor permasalahan remaja itu sendiri baik masalah yang ada di rumah, sekolah, masyarakat, media dan masalah sebaya dalam artian yang sebenarnya. Maslah remaja ini biasa disebut dengan TRIAD KRR yang meliputi Seks Bebas, Narkoba dan HIV/AIDS.”

Hal tersebut disampaikan oleh Lida, Kepala Seksi Bidang Remaja BKKBN Jabar, saat menyampaikan seminar “Generasi Berencana” yang diselenggarakan atas kerjasama mahasiswa Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam  dengan BKKBN Jawa Barat.

Bertempat di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi Lt. 4, pada Sabtu (09/06/2012) ratusan peserta memadati ruangan yang baru beberapa bulan ditempati tersebut. Selain dipadati oleh mahasiswa UIN ataupun luar UIN, turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari BKKBN Jabar, Ibu Lida (Kasi Bidang Remaja), perwakilan BPPKB Kota Bandung, Pak Ame, dan Ketua Jurusan BPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, Drs. Aep Kusnawan, M.Ag

Perwakilan BPPKB Kota Bandung, Eme, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan seperti ini yang terpantau kegiatannya baru ada dua  yaitu yang dilakukan oleh Mahasiswa UIN Jurusan BPI (PIKMA) dan dan STIKES BAKTI HUSADA. Hal ini dikarenakan PIKMA yang ada di UIN berkembang sangat baik dari waktu ke waktu dan berbasis sekolah/ jalur pendidikan tanpa mengesampingkan sosialisasi dengan masyarakat dibandingkan dengan PIKMA yang lain yang ada di perguruan tinggi di Bandung.

Lida menyebutkan beberapa hal yang membuat remaja menjadi salah arah dan tidak terarah. Diantaranya perkawinan yang terlalu muda, terjadi kawin cerai, perkawinan antara kedua keluarga yang sama-sama miskin yang akibatnya terhadap keluarga khususnya anak remaja menjadi terhambat dalam pendidikan, terbatasnya lapangan pekerjaan, harmonisasi diantara keluaga sangat rendah, anak terlantar, kondisi gizi dalam keluarga sangat rendah dsan sebagaiannya.

“PIKMA/ PIKR adalah suatu wadah yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling serta terdapat kegiatan penunjang lainnya. Remaja sebagai sasaran program KRR adalah penduduk  usia 10-24 tahun yang belum menikah. Tujuannya adalah memberikan informasi KRR, keterampilan kecakapan hidup (life skills), pelayanan konseling dan rujukan KRR serta untuk mengembangkan kegiatan kegiatan lain yang khas dan sesuai minat dan kebutuhan remaja untuk mencapai tegar remaja,”jelasnya.

PIKR atau kepanjangan dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja berada di bawah arahan BKKBN baik itu tingkat daerah maupun Provinsi dan  Nasional. Anggotanya adalah mereka yang memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah remaja, memberi dukungan dan aktif membina PIK-KRR, baik yang berasal dari masyarakat (LSM) maupun organisasi pemuda/remaja. Ruang lingkupnya meliputi aspek-aspek kegiatan pemberian informasi, pelayanan konseling, rujukan, pengembangan jaringan dan dukungan, dan kegiatan kegiatan pendukung lainnya sesuai dengan ciri dan minat pembaca.

Lida, sebagai Kepala Seksi Bidang Remaja BKKBN Jabar menuturkan bahwa remaja itu harus selalu ceria. Maka perlulah kita mengetahui permasalahan yang ada pada remaja. Kebiasaan anak remaja zaman sekarang bahwa mereka lebih suka bercerita kepada temannya daripada kepada orang tuanya ketika ia memiliki masalah. Oleh sebab itu disinilah fungsinya PIKR diperlukan. ***[dudi, yaya]